Si Bacok yang ngeselin ituh..

Kemarin, selesai kelas di Rumah Main Cikal FX, Rana dpt bonus main di Giggles gratis.
Dan disana daku sempet ngotot-ngototan sama anak yg ngrebut ayunan dari Rana.

Rana lagi duduk di ayunan, dan tiba-tiba ada anak cowok sekitar umur 3-4 tahun datang, mendesak Rana sampai berdiri, dan sampai Rana harus menyingkir gitu.
Karena masih bingung dengan apa yg sedang terjadi, Rana masih berdiri di dekat ayunan dan posisinya rada depan.
Si Bacok (balita cowok) ini lalu langsung ngegas ayunan dan nyenggol Rana.
Eh abis itu si Bacok marah2 ke Rana.

“Makanya jangan berdiri disitu!”

Wooo… :evil:
*getok pake hak sepatu*

Trus saya dekati Rana, bermaksud mengajaknya bermain di area lain. Eh daku disenggol pula sama si anak ini. Makin melototlah saya.

Gemes banget, akhirnya keluar juga ‘aturan main’ dari mulut saya.
Dan seperti yang disarankan para psikolog anak, menggunakan nada rendah dan suara yang jelas.
#halah #teori

“Kakak, tadi sudah bilang pinjam ke adek? Tadi yang main di ayunan kan adek duluan. Kakak sudah bilang pinjam? Belum? Sekarang bilang pinjam ke adek..”

Sambil mata melirik sadis ke si Bacok (balita cowok) ini.
Si anak bengong. Dia mulai menggerakkan mulut, tapi lalu ditutup lagi.
Dan mengayun dirinya pelan-pelan..

“Lain kali kalau mau pinjam mainan, antri ya, Kak. Dan bilang pinjam. Oke?”

Saya balik badan. Mengajak Rana main perosotan di dekat situ.

Trus kali kedua, saya dan Rana mau main perosotan berdua.
Rana saya pangku dan kita siap mau merosot ke bawah.
Eh si Bacok (balita cowok) tadi entah kenapa turun dari ayunan, dan melempar-lempar bola ke saya sama Rana.
Ini anak cari mati banget kali ya. :x
Langsung kulirik sadis.
“Sebentar ya, permisi, Kak.
Tante mau turun. Permisi ya..”

Trus si Bacok diem.
Tangannya udah di atas mau lempar bola jadi turun lagi.

Kali ketiga, saya mau keluar dari area main bola sama perosotan, udah siap di depan pintu tinggal keluar, eh si Bacok (balita cowok) yg sama tiba-tiba lari nyerobot mau keluar juga.
Ini anak ngefans banget apa ya sama aku? :roll:

Trus reflek saya jepit badannya biar gak bisa gerak.

“Sebentar ya. Tante dulu yang mau keluar. Kakak kalau mau keluar harus antri setelah Tante ya. Permisi..”

Setelah beberapa detik bertahan mau merangsek maju tapi gagal, akhirnya si Bacok mengalah mundur dan membiarkan saya keluar duluan.
HAHAHAHA. MENANG!

Hoalah, Tik. Beraninya kok sama anak kecil.
Hih.
Biarin.
Abis ngeselin.
:twisted:

Mengintip Proses Pembuatan Nu Green Tea Royal Jasmine ke pabriknya ituh..

Di pagi hari Rabu lalu, bareng Didut, Ipi, Dita dan Fany, kami berlima naik bis White Horse besar menuju Karawang.
Mau ngapain ke Karawang?
Jalan-jalan dooong.. Hahaha..

Jadi kami berlima diundang ke pabrik ABC, menghadiri pers conference launching produk baru Nu Green Tea, yaitu Nu Green Tea Royal Jasmine.
Ini enak bangeeet.. Sempet nyobain di Alfamart deket rumah.
Manis dari gula batunya tuh pas banget.

Satu bis dengan para wartawan foto dari berbagai media, perjalanan yang menempuh waktu hampir 2 jam itu bener-bener ndak berasa. Gara-gara kami berlima nggosiiiiiip terus. Hahahaha..
Mulai dari gosip digital sampai ribut nyobain Nano Spray.
Hah apaan itu Nano Spray, Tik?
Well.. Mmmm.. Kayaknya butuh 1 tulisan blog sendiri membahas Nano Spray.. Hihi..

Ketika akhirnya sampai di area lokasi pabrik PT. ABC, sudah ada tenda besar untuk menyambut para punggawa media. Mbak-Mbak SPG cantik dengan kostum hijau khas Nu Green Tea. Band dengan penyanyi bersuara asik banget. 2 kulkas besar berisi Nu Green Tea Royal Jasmine yang isinya bebas kita comot-comot. Prasmanan makan siang yang sedap. Panggung dengan tata menarik.

Dan artis-artis dari MD Entertainment. Hahaha.. Ada OKA ANTARA!
*langsung minta foto-foto*

Dalam Pers Conference, Pak Nurkori (Head of Marketing dari PT ABC President Indonesia), memberikan penjelasan mengenai produk Nu Green Tea Royal Jasmine, yang diklaim sebagai produk pertama dan satu-satunya minuman teh hijau melati dengan gula batu.
Nu Green Tea Royal Jasmine ini disebut-sebut punya keunggulan di bahan-bahan berkualitas, seperti seduhan daun teh hijau asli, royal jasmine yang dipetik pada saat tepat sebelum fajar terbit, dan juga gula batu premium.

Selesai Pers Conference, kami digiring untuk Factory Tour ke dalam area packing dan area filler Nu Green Tea. Asik banget. Pertama-tama, semua peserta tour WAJIB memakai pakaian kerja berupa jas lab, tutup kepala, masker, dan tutup sepatu. Hahaha.. Seru!

Dan lalu kami digiring ke area packing. Sumpah, menyaksikan ratusan sampai ribuan botol Nu Green Tea dalam satu ruangan tuh bikin excitement tersendiri..
Hampir semua proses packaging dilakukan dengan mesin. Mengisi cairan ke botol, menutup botol, memberikan label ke botol, bahkan sampai ke packaging karduspun dengan mesin. Tapi mesin juga bisa salah sih, misalnya ada beberapa botol yang luput dari mesin label. Nah, ada petugas manusia khusus yang ditempatkan untuk mengawasi dan memfilter botol-botol yang luput ini..

Selesai mengintip area packing, kami diarahkan ke area Filling, dimana minuman Nu Green Tea Royal Jasmine diramu.
Jadi, ada yang namanya teknologi Aseptic Cold Filling. Teknologi ini memastikan produk akan steril tanpa pengawet, sehingga memiliki cita rasa alami dan nutrisi yang terkandung di dalam produk dapat dipertahankan. Sentuhan manusia sangat sedikit sekali ada sepanjang proses produksi.
Dan kita liat sendiri tuh, gula batunya bener-bener asli, lagi dimasukin ke tabung-tabung raksasa.

Seru bangeeeet..
Hahaha..
Norak gitu gak sih, baru pertama kali ini intip-intip proses dalam pabrik.
Dan pulangnya, kami semua dibekali goodie bag yang isinya begini..

Ah senaaang..
Terima kasih, Nu Green Tea.. ^^
Saya nggondol 6 botol Nu Green Tea Royal Jasmine lho waktu pulang..
*ngikik*

Ke Sekolah ituh..

Tadi pagi,

Tika : “Rana, hari ini mau sekolah gak? Mama liat jadwalnya dulu ya..”
Rana : (*noleh denger kata “sekolah”. Trus dari depan sofa ruang tamu tiba-tiba lari ke mobil. Jinjit di depan pintu mobil. Berusaha meraih handle pintu mobil*)
Tika : (*bengong*)
Rangga : (*bengong*)

Wah..

—————

Lalu,

Rangga : “Rana mau sekolah?”
Rana : “ATTATAATATTAAA!” (*sambil narik tangan Papanya ke arah mobil*)
Rangga : “Pake sepatu dulu yuk. Ini Papa mau pake sepatu..”
Rana: (*lari ke rak sepatu. ambil sepatu dia yang biasa dipakai pergi*)
Rangga : “Sini duduk sebelah Papa. Pake sepatunya..”
Rana : (*duduk sebelah Papanya, lalu sibuk berusaha masukin kakinya ke sepatu. Tentu saja gagal. Dia belum jago pake sepatu sendiri. Lalu Eyangnya datang membantu sambil terkekeh..*)
Rangga : “Udah selesai pake sepatunya?”
Rana : (*menarik tangan Papanya ke mobil. Dan langsung memanjat kursi mobil begitu pintu dibuka. Dan langsung duduk manis.*)
Eyangnya : “Rana kan belum ganti baju?”
Rana : “Dadaaaaaaa…” (*melambaikan tangan ke Eyangnya*)

Wah..
Gak tega juga ini njelasin kalo Papa Mamanya mau pergi kerja..

Kisah Tulang Si Tiara ituh…

Minggu lalu, saya membawa Rana untuk trial kelas gratis di salah satu sekolah bayi (atau kita sebut saja Taman Bermain Bayi Berbayar) lumayan ternama di Jakarta.
Kenapa disekolahin, Tik?
Kan baru setahun?

Yah.. Saya sih bisa jawab panjang lebar. Dan itu akan jadi satu postingan blog tersendiri nanti. Hahaha..

Di kelas tersebut, bertemulah saya dengan berbagai macam wali dan pengasuh. Ibu-ibu muda. Bapak-bapak muda. Suster. Baby sitter. Para Eyang,
Di antara mereka semua, ada satu pemandangan yang menarik perhatian saya.

Ada seorang ibu muda dengan penampilan chic dan stylist, mengenakan sepatu high heel, dan menggendong anaknya yang berumur 2 tahun.
WOAH HEBAT BANGET SIH!
Saya gak kebayang gimana ceritanya kalo saya yang ada di situasi tersebut.
Saya pake high heels itu bisa dihitung dengan jari di sepanjang hidup saya.
Untuk itu saya menjura kagum kepada ibu muda tersebut.
Apalagi anaknya ini gendut banget. Gendut menggemaskan. Lebih gendut dari Rana deh pokoknya.
Gimana caranya ya menjaga keseimbangan ketika pake high heels sambil nggendong anak kesana kemari.
Saya emang ndeso sih ya.. Hahaha..

Ditambah lagi, si Ibu muda ini membawa tas tangan besar yang kayaknya beraaaat gitu..
Dengan semua beban itu di tangannya, kok si Ibu muda ini tetap terlihat cantik ya..
Ck.
Dunia memang tak adil.
*banting cermin*

Penasaran kan, akhirnya saya menjejeri si ibu muda ini.
Sebut saja namanya Tiara.
Tiara yang cantik, sangat bergaya masa kini, masih muda, dan gaul.
*berusaha gak terdengar sirik, iri dan dengki*

Ngobrol panjang lebar (dan kemudian berlanjut di kafe terdekat biar lebih akrab dan ikrib), Tiara bercerita.
Dulu sebelum punya anak, dia merokok. Mengkonsumsi alkohol. Nongkrong sampai malam bahkan pagi buta, dan kurang olahraga banget.
Wah sama banget ini kayak saya. Minus mengkonsumsi alkohol-nya, karena pada dasarnya saya cuma suka minuman yang manis-manis dan murah kayak Es Teh.

Ketika kehamilan Tiara udah membesar, mulai deh ada serangan encok di pinggang, nyeri punggung, kaki bengkak.
Akhirnya berkonsultasilah si Tiara ini ke dokter.
Menurut dokter , kondisi tulang punggung Tiara buruk.
Efek dari gaya hidup sembarangan yang dilakukan Tiara ketika masih lajang.

Tiara disarankan ikut yoga.
Dan mengasupi diri dengan tambahan nutrisi kalsium.
Demi kepentingan tulang si Tiara.

Aduh sumpah deh ini cerita Tiara PERSIS BANGEEEEET sama cerita saya.
Saya sempet tulis di tulisan saya sebelumnya, kalo tulang punggung saya ini rada gak beres gitu lho.
Saya beruntung betul bertemu dengan Tiara ini.
Jadi bisa menyimak pengalamannya yang mungkin banget berguna buat saya.

Balik lagi ke cerita Tiara.
Oleh si dokternya, Tiara dianjurkan untuk diet.
Dan diminta menyantap menu-menu kayak ikan salmon, kacang kedelai, almond serta dairy products seperti yoghurt, keju dan susu.
Kenapa menu itu yang dianjurkan?
Karena makanan-makanan itu mengandung kalsium tinggi.

Lalu satu lagi, sama dokternya disuruh minum susu.
Susu apa?
Susu berkalsium tinggi, kata Tiara.
Karena susu itu akhirnya jadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan kalsium harian untuk si Tiara. Praktis aja sih, gitu kata Tiara.
Intinya si Tiara ini berusaha punya gaya hidup yang lebih baik sejak hamil dan punya anak. Karena beban hidup bukannya tambah berkurang kan ya?
Seminggu dua kali, Tiara ikut yoga dan pilates. Wih. Keren amat sih, mak..
“Gw cuma pengen terlihat muda lebih lama aja sih, Tik.. Gw perempuan biasa aja sih..”
Hahaha.. YA AKU JUGA MAU THO YA TERLIHAT MUDA TERUUUUSSS..
Tulang yang kuat mendukung aktivitas serta penampilan perempuan masa kini.
Saya penasaran, jadi Tiara ini minum susu berkalsium apa sih? Lha susu kan banyak banget. Saya ndak apal ada merek apa saja di luar sana.
Kata dia sih, dia minum Calciskim.

Calciskim ini dipromosikan Tiara sebagai susu kalsium tinggi tanpa lemak dan bebas gula. Kalorinya dikit, jadi gak bikin gemuk kayak susu lain.

Noted. Calciskim yaaa..

Googling kesana kemari dan dapet kalimat ini :

Diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, serta CBP™ (Colostrum Bone Protein) kandungan bioaktif yang membantu mempercepat proses regenerasi tulang, CalciSkim menjadi pelengkap yang tepat untuk wanita modern yang sarat aktivitas. Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium, CalciSkim pun mengandung Prebiotik (Fruktooligosakarida), sehingga fungsi saluran cerna pun lebih optimal.

Kalian tau gak kalau tulang mencapai puncak kepadatannya (peak bone mass) itu di usia 30 tahun? Gak tau?
Nah saya juga baru tau dari Tiara.
Padahal saya udah 31 tahun.
Tapi gak ada kata terlambat sih ya untuk memulai perbaikan diri.. :’)

DVD DINOTERRA ituh..

Sejak tinggal di kompleks Kartika Residence di Cinere ini, Rana seneng banget.
Kenapa?
Karena temen main yang seumuran sama dia itu banyaaaaaak banget…
Rana baru 18 bulan sih, dan tetangga kanan kiri itu ya rata-rata punya anak umur 6 bulan sampai 4 tahun gitu.

Lalu suatu hari, abis main dari rumah tetangga, Rana pulang ke rumah dengan heboh.
“INO..! INO..!”

Hah? Apaan sih? Hahahaha..
Kosakata bicara Rana memang baru sedikit sih.
Dan pengucapannya-pun belum terlalu jelas.
Tapi manggil “MAMA” udah jelas dong..
*halah*

Si Mbak Asih, baby sitter-nya Rana pun menjelaskan.
“Itu lho, Bu, tadi abis nonton pilem Dinosaurus di rumah sebelah..”

Owalaaah..
Selidik punya selidik, ternyata tetangga sebelah rumah ini koleksi DVD Paddle Pop.
Dan yang terbaru yang dia punya adalah DVD Paddle Pop DINOTERRA.
Beli dimana?
Gak beli sih.
Tapi bisa dapet gratis di supermarket terdekat, kalau beli 5 es krim Paddle Pop rasa apa saja.
(Trus ubek-ubek Facebook Page-nya Paddle Pop yang ini, dan nemu poster ini.. #EmakDigital )

PADDLE POP DINOTERRA

Hahaha..
Pinjem sebentar deh DVD DINOTERRA tetangga buat ditonton di rumah.

Asik juga ini Dinoterra.
Kisahnya heroik.
Dan jadi bisa kasih liat ke Rana, kayak apa sih Dinosaurus tuh.
Dan jadi bisa main tebak-tebakan sama Rana.
Misal saya teriak, “Dino ini kakinya besaaar yaaaa..”
Dan lalu Rana tiba-tiba pegang kakinya sendiri dong..
Atau, “Ih tangan Dino keciiil..”
Dan lalu Rana cepet-cepet pegang tangannya sendiri..
Hahahaha..
*uyel-uyel Rana*

Yuk cuss lah saya ke Alfamart deket rumah. Beli Paddle Pop paporit saya, Rainbow, 5 biji!
Dan dapet DVD DINOTERRA!
Yay!