INFERNO oleh DAN BROWN ituh..

INFERNO DAN BROWN

 

Selesai sudah membaca buku ini.
INFERNO.
Dari DAN BROWN.

Seru.
Seperti biasa gaya Dan Brown menulis, penuh tikungan mengejutkan.
Selalu detil tentang lokasi, penuh intrik tentang sejarah, dan pemikiran-pemikiran baru yang mencerahkan.

Baca INFERNO ini bikin ngeri sendiri.

“Akhir spesies kita sedang menjelang.
Dan datang dengan cepat.
Bukan api, sulfur, bencana, atau perang nuklir.
Melainkan kehancuran total akibat jumlah manusia di planet.
Hitungan matematikanya tak terbantah.”

“Normal bagi suatu spesies untuk menjadi punah hanya gara-gara jumlahnya terlalu banyak dalam habitatnya..”

Dan saya setuju banget.
Secara logika masuk akal.
Sekali.

Dengan ini saya menyatakan sangat menikmati buku ini.
Dan deg-degan nunggu pilemnya tayang.
Katanya sih udah mulai casting pemain untuk layar lebarnya INFERNO.

Dari buku INFERNO ini, saya baru tau asal kata dari karantina.
Quarantine.
Quaranta.
Empat puluh, dalam bahasa Italia.

Empat puluh hari berlabuh adalah aturan yg dikeluarkan penguasa Venesia untuk kapal-kapal luar ketika wabah pes berjangkit dengan dahsyat di sana.

Digambarkan bahwa tanah kering untuk menguburkan orang mati sudah tak ada lagi.
Mayat-mayat mengapung di kanal-kanal sungai, dan berusaha didorong ke laut.

Hui serem.

Tapi wabah pes dahsyat ini “berhasil” mengurangi populasi Cina sampai dua pertiga.
Dan begitupun di Eropa.

Ada beberapa ahli berteori bahwa pengurangan dahsyat populasi inilah yang kemudian menjadi jalan untuk terbukanya pintu ke masa keemasan Renaissance.

Saya benar-benar ngefans berat sama Dan Brown.
Hahaha..

#BaladaRana – Momazing Moment

Menyaksikan Rana tumbuh dan mengembangkan kemampuannya untuk hidup adalah suatu hal yang mengharukan, buat saya.
Banyak momen yang bikin terpana, terharu, tersenyum dan bangga.
Walaupun banyak juga sih momen bete, mewek jengkel, banting gayung, dan berteriak putus asa.
Hahahaha..

Terutama pada kemampuannya berbahasa.
It really amazed me.

Waktu Rana usia 15 bulan, saya deg-degan.
Kenapa?
Karena tak satupun kata yg punya makna keluar dari mulutnya.
Rana masih mumbling mengucapkan banyak patah kata yang gak ada artinya.

“Tatatataaa!”
“Aiyemawututaaaa..”

Usia 18 bulan, dia baru mau memanggil saya.
“Mama!”
Dan tentu saja Papanya.

Kami berdua (saya dan bapaknya Rana) memutuskan untuk ngomong dengan jeda yang jelas di antara 2 kata. Berusaha menghindari pengucapan kata yang menyeret tanpa jeda.
Misalnya :
“Rana, (jeda) Mama (jeda) mau (jeda) mandi (jeda) dulu (jeda) ya..”

Tujuannya sih cuma biar Rana bisa menangkap kata per kata dengan jelas, untuk kemudian dia tiru.
Kebetulan kami juga memutuskan fokus menggunakan satu bahasa dulu sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Indonesia.
(Selain karena emaknya Rana juga gak gape ngomong Bahasa Inggris ya, cuuuy..)

Dan sekarang, di usia 2 tahun 8 bulan (32 bulan), Rana luuaaaar biasa ceriwiiiiiissss..
Dari bangun tidur ke tidur lagi itu bisa tanpa jeda ngomooooooong terus.
Gilak.. (in a good way)
Hahahaha..

Saya surprise banget, mendengarkan banyak susunan kata-kata baru keluar dari mulutnya.
Misalnya kemarin :
“Mama! Aku tidak akan berhasil!”

Haaa..
Hahahahaha..
Dapet dari mana kata-kata ituuuu..
Hahaha..

Atau kapan itu ketika Papanya sakit, Rana berlari-lari ke kamar sambil membawa stetoskop mainannya dan berteriak:
“Jangan khawatir, Papa! Jangan khawatir! Rana akan periksa Papa!”

Waw.
Kaget juga dengar Rana bisa menempatkan kata-kata itu di situasi yang tepat.
Kagum.
Surprise.
Bangga.

Lalu Rana sejak kapan itu mulai menggunakan patahan kata semacam “dong”, “sih”, “lho”.
Walaupun masih acakadut penempatan katanya dalam satu kalimat, tapi kaget aja gitu lho dia bisa menangkap, meniru dan berani menempatkannya dalam susunan kalimat yg akan dia keluarkan dari mulut.
Hahaha..

I have so many MOMAZING moments in my life about Rana.
Apa sih MOMAZING?
MOMAZING itu Mommy Amazing.
Singkatan yg cute ya.. :D

Terus cerita soal Rana ini kemaren saya ikutin ke #MOMAZING CONTEST nya SCOTT’S INDONESIA.
Caranya gampang banget.
- Buka Facebook Fan Page SCOTT’S INDONESIA di sini
- Klik LIKE untuk menjadi member fan page.
- Tulis cerita pendek dengan 500 karakter soal Momazing Moment anak
- Tambahkan foto atau video berdurasi 1 menit.

Emang kalo menang dapet apaan?
Katanya sih 20 best moments yang terpilih dan 1 pemenang utama bakal dapet hadiah total 40 juta rupiah.
WOOHOOO…

Kalo masih bingung mau cerita apa, coba deh tonton video ini.
Siapa tau terinspirasi..

KALIAN JANGAN IKUTAAAAAN…
BIAR AKU AJA YANG MENAAAAANG…

Ketika Kita Butuh Hiburan ituh..

Suatu hari minggu.
Daku dan Rangga nonton film di bioskop.
Lalu ternyata filmnya banyak darah berceceran.
Lalu daku stres.
Padahal sebelum masuk bioskop udah kondisi depresi.

Rangga: “Tambah stres ya?”

Me: “Menurutmu?”

Rangga: “Ya udah besok nonton film lain lagi. Tapi apa ya?”

Me: “Huft.. Makan enak ajalah. Yang mahal gitu..”

Rangga: “Aku jadi kepikiran..”

Me: “Apa?”

Rangga: “Orang yg duitnya mepet, kalo stres hiburannya apa ya? Kalo kita ya alhamdulillah tinggal beli tiket bioskop. Atau makan enak. Atau keluar kota.
Kalau mereka yang gak seberuntung kita, ngapain ya?”

Me: “Mmm.. Mungkin nonton TV.. Hiburan gratis dan gak perlu kemana-mana, kecuali harus beli TV sama bayar listrik..”

Rangga: “Iya juga ya..”

Me: “Mungkin kenapa sinetron laku, kenapa YKS laku, karena emang kebanyakan orang Indonesia butuh hiburan, tapi gak tau mau ngapain karena gak ada dana..”

Rangga: “Hmm.. Terus kenapa orang-orang pada ribut minta YKS diturunkan?”

Me: “Mmm.. Mungkin yg minta YKS gak ditayangkan itu ya yang punya dana lebih untuk rekreasi dan menghibur diri.. Mungkin…”

Rangga: “Kalo tayangan bermutu itu mungkin gak menghibur ya..”

Me: “Mungkin..”

Halah.
Lagi stres kok ngobrol serius amat.

#AbsurdTalks

#BaladaRana – Tidur Siang Atau Malam?

 

#BaladaRana – 2 tahun 6 bulan.

Pada suatu siang.

Rana: “Mama.. Baca cerita..”.
Me: “Oke.. Baca apa?”.
Rana: “Baca cerita singa..”.

*menyodorkan buku bergambar singa*.

Me: “Singa berburu di malam hari. Pagi hari dan siang hari, singa tidur..”.
Rana: “SALAH MAMAAA..”.
Me: “Eh? Salah apa?”.
Rana: “Kalo malam tidur. Kalo siang bangun.”.

Eeerr..
Ya betul sih.
Rana dicekoki dengan kalimat : “Kalo siang bangun. Kalo malam tidur.”
Hahaha..
Dan dia gak terima kok singa kalo siang tidur, kalo malam bangun.

Me: “…. Iya. Rana kan kalo malam tidur. Kalo siang bangun. Main. Sekolah. Iya?”.
Rana: “Betul..”.
Me: “Kalo singa, tidurnya siang..”.
Rana: “Salaaaah.. Bukaaaaan..”.

Mmmm..

#BaladaRana – Kertas Atau Tembok?

BaladaRana

#BaladaRana – 2 tahun 6 bulan.
Anaknya tuh gak mau banget disalah-salahin. Hih.

Tika: “Rana! Sedang apa itu ya?!”
Rana: “Sedang menggambaaar..”
Tika: “Kok menggambar di tembok? Rana kalau menggambar harusnya dimana?!”
Rana: “Di kertas..”
Tika: “Itu tembok apa kertas?!”

Daku tunjuk tembok yang udah berhiaskan coretan crayon.
Rana memandang tembok dengan serius.
Lalu ikut menunjuk tembok dan memandang Mamanya..

Rana: “Itu.. Itu.. Itu kertas kooook..”
Tika: “Itu tembok!”
Rana: “Itu kertas kooook..”

Hish!