Ke Sekolah ituh..

Tadi pagi,

Tika : “Rana, hari ini mau sekolah gak? Mama liat jadwalnya dulu ya..”
Rana : (*noleh denger kata “sekolah”. Trus dari depan sofa ruang tamu tiba-tiba lari ke mobil. Jinjit di depan pintu mobil. Berusaha meraih handle pintu mobil*)
Tika : (*bengong*)
Rangga : (*bengong*)

Wah..

—————

Lalu,

Rangga : “Rana mau sekolah?”
Rana : “ATTATAATATTAAA!” (*sambil narik tangan Papanya ke arah mobil*)
Rangga : “Pake sepatu dulu yuk. Ini Papa mau pake sepatu..”
Rana: (*lari ke rak sepatu. ambil sepatu dia yang biasa dipakai pergi*)
Rangga : “Sini duduk sebelah Papa. Pake sepatunya..”
Rana : (*duduk sebelah Papanya, lalu sibuk berusaha masukin kakinya ke sepatu. Tentu saja gagal. Dia belum jago pake sepatu sendiri. Lalu Eyangnya datang membantu sambil terkekeh..*)
Rangga : “Udah selesai pake sepatunya?”
Rana : (*menarik tangan Papanya ke mobil. Dan langsung memanjat kursi mobil begitu pintu dibuka. Dan langsung duduk manis.*)
Eyangnya : “Rana kan belum ganti baju?”
Rana : “Dadaaaaaaa…” (*melambaikan tangan ke Eyangnya*)

Wah..
Gak tega juga ini njelasin kalo Papa Mamanya mau pergi kerja..

Kisah Tulang Si Tiara ituh…

Minggu lalu, saya membawa Rana untuk trial kelas gratis di salah satu sekolah bayi (atau kita sebut saja Taman Bermain Bayi Berbayar) lumayan ternama di Jakarta.
Kenapa disekolahin, Tik?
Kan baru setahun?

Yah.. Saya sih bisa jawab panjang lebar. Dan itu akan jadi satu postingan blog tersendiri nanti. Hahaha..

Di kelas tersebut, bertemulah saya dengan berbagai macam wali dan pengasuh. Ibu-ibu muda. Bapak-bapak muda. Suster. Baby sitter. Para Eyang,
Di antara mereka semua, ada satu pemandangan yang menarik perhatian saya.

Ada seorang ibu muda dengan penampilan chic dan stylist, mengenakan sepatu high heel, dan menggendong anaknya yang berumur 2 tahun.
WOAH HEBAT BANGET SIH!
Saya gak kebayang gimana ceritanya kalo saya yang ada di situasi tersebut.
Saya pake high heels itu bisa dihitung dengan jari di sepanjang hidup saya.
Untuk itu saya menjura kagum kepada ibu muda tersebut.
Apalagi anaknya ini gendut banget. Gendut menggemaskan. Lebih gendut dari Rana deh pokoknya.
Gimana caranya ya menjaga keseimbangan ketika pake high heels sambil nggendong anak kesana kemari.
Saya emang ndeso sih ya.. Hahaha..

Ditambah lagi, si Ibu muda ini membawa tas tangan besar yang kayaknya beraaaat gitu..
Dengan semua beban itu di tangannya, kok si Ibu muda ini tetap terlihat cantik ya..
Ck.
Dunia memang tak adil.
*banting cermin*

Penasaran kan, akhirnya saya menjejeri si ibu muda ini.
Sebut saja namanya Tiara.
Tiara yang cantik, sangat bergaya masa kini, masih muda, dan gaul.
*berusaha gak terdengar sirik, iri dan dengki*

Ngobrol panjang lebar (dan kemudian berlanjut di kafe terdekat biar lebih akrab dan ikrib), Tiara bercerita.
Dulu sebelum punya anak, dia merokok. Mengkonsumsi alkohol. Nongkrong sampai malam bahkan pagi buta, dan kurang olahraga banget.
Wah sama banget ini kayak saya. Minus mengkonsumsi alkohol-nya, karena pada dasarnya saya cuma suka minuman yang manis-manis dan murah kayak Es Teh.

Ketika kehamilan Tiara udah membesar, mulai deh ada serangan encok di pinggang, nyeri punggung, kaki bengkak.
Akhirnya berkonsultasilah si Tiara ini ke dokter.
Menurut dokter , kondisi tulang punggung Tiara buruk.
Efek dari gaya hidup sembarangan yang dilakukan Tiara ketika masih lajang.

Tiara disarankan ikut yoga.
Dan mengasupi diri dengan tambahan nutrisi kalsium.
Demi kepentingan tulang si Tiara.

Aduh sumpah deh ini cerita Tiara PERSIS BANGEEEEET sama cerita saya.
Saya sempet tulis di tulisan saya sebelumnya, kalo tulang punggung saya ini rada gak beres gitu lho.
Saya beruntung betul bertemu dengan Tiara ini.
Jadi bisa menyimak pengalamannya yang mungkin banget berguna buat saya.

Balik lagi ke cerita Tiara.
Oleh si dokternya, Tiara dianjurkan untuk diet.
Dan diminta menyantap menu-menu kayak ikan salmon, kacang kedelai, almond serta dairy products seperti yoghurt, keju dan susu.
Kenapa menu itu yang dianjurkan?
Karena makanan-makanan itu mengandung kalsium tinggi.

Lalu satu lagi, sama dokternya disuruh minum susu.
Susu apa?
Susu berkalsium tinggi, kata Tiara.
Karena susu itu akhirnya jadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan kalsium harian untuk si Tiara. Praktis aja sih, gitu kata Tiara.
Intinya si Tiara ini berusaha punya gaya hidup yang lebih baik sejak hamil dan punya anak. Karena beban hidup bukannya tambah berkurang kan ya?
Seminggu dua kali, Tiara ikut yoga dan pilates. Wih. Keren amat sih, mak..
“Gw cuma pengen terlihat muda lebih lama aja sih, Tik.. Gw perempuan biasa aja sih..”
Hahaha.. YA AKU JUGA MAU THO YA TERLIHAT MUDA TERUUUUSSS..
Tulang yang kuat mendukung aktivitas serta penampilan perempuan masa kini.
Saya penasaran, jadi Tiara ini minum susu berkalsium apa sih? Lha susu kan banyak banget. Saya ndak apal ada merek apa saja di luar sana.
Kata dia sih, dia minum Calciskim.

Calciskim ini dipromosikan Tiara sebagai susu kalsium tinggi tanpa lemak dan bebas gula. Kalorinya dikit, jadi gak bikin gemuk kayak susu lain.

Noted. Calciskim yaaa..

Googling kesana kemari dan dapet kalimat ini :

Diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, serta CBP™ (Colostrum Bone Protein) kandungan bioaktif yang membantu mempercepat proses regenerasi tulang, CalciSkim menjadi pelengkap yang tepat untuk wanita modern yang sarat aktivitas. Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium, CalciSkim pun mengandung Prebiotik (Fruktooligosakarida), sehingga fungsi saluran cerna pun lebih optimal.

Kalian tau gak kalau tulang mencapai puncak kepadatannya (peak bone mass) itu di usia 30 tahun? Gak tau?
Nah saya juga baru tau dari Tiara.
Padahal saya udah 31 tahun.
Tapi gak ada kata terlambat sih ya untuk memulai perbaikan diri.. :’)

DVD DINOTERRA ituh..

Sejak tinggal di kompleks Kartika Residence di Cinere ini, Rana seneng banget.
Kenapa?
Karena temen main yang seumuran sama dia itu banyaaaaaak banget…
Rana baru 18 bulan sih, dan tetangga kanan kiri itu ya rata-rata punya anak umur 6 bulan sampai 4 tahun gitu.

Lalu suatu hari, abis main dari rumah tetangga, Rana pulang ke rumah dengan heboh.
“INO..! INO..!”

Hah? Apaan sih? Hahahaha..
Kosakata bicara Rana memang baru sedikit sih.
Dan pengucapannya-pun belum terlalu jelas.
Tapi manggil “MAMA” udah jelas dong..
*halah*

Si Mbak Asih, baby sitter-nya Rana pun menjelaskan.
“Itu lho, Bu, tadi abis nonton pilem Dinosaurus di rumah sebelah..”

Owalaaah..
Selidik punya selidik, ternyata tetangga sebelah rumah ini koleksi DVD Paddle Pop.
Dan yang terbaru yang dia punya adalah DVD Paddle Pop DINOTERRA.
Beli dimana?
Gak beli sih.
Tapi bisa dapet gratis di supermarket terdekat, kalau beli 5 es krim Paddle Pop rasa apa saja.
(Trus ubek-ubek Facebook Page-nya Paddle Pop yang ini, dan nemu poster ini.. #EmakDigital )

PADDLE POP DINOTERRA

Hahaha..
Pinjem sebentar deh DVD DINOTERRA tetangga buat ditonton di rumah.

Asik juga ini Dinoterra.
Kisahnya heroik.
Dan jadi bisa kasih liat ke Rana, kayak apa sih Dinosaurus tuh.
Dan jadi bisa main tebak-tebakan sama Rana.
Misal saya teriak, “Dino ini kakinya besaaar yaaaa..”
Dan lalu Rana tiba-tiba pegang kakinya sendiri dong..
Atau, “Ih tangan Dino keciiil..”
Dan lalu Rana cepet-cepet pegang tangannya sendiri..
Hahahaha..
*uyel-uyel Rana*

Yuk cuss lah saya ke Alfamart deket rumah. Beli Paddle Pop paporit saya, Rainbow, 5 biji!
Dan dapet DVD DINOTERRA!
Yay!

Mengemis ituh…

Dari sebuah status yang saya baca pagi ini.

“Mengemis adalah persoalan mind set miskin.
Mengemis adalah takluk pada kemiskinan.
Pasrah menerima nasib sebagai orang miskin, dan itu diekspresikan dengan minta-minta.
Bekerja adalah lawannya.
Bekerja artinya percaya bahwa kemiskinan hanya sementara.
Semakin keras dan cerdas kita bekerja, semakin cepat pula kita keluar dari kemiskinan.
….

Mengemis adalah miskin pikiran..”

Pembuat status adalah Mas yang ini.

High Heels dan Tulang Saya ituh..

Melihat berita belakangan ini di beberapa media online, kabarnya Syahrini mulai panik memakai high heels. Syahrini ini memang fenomenal ya.. Hahahaha..
Apa yang dipakai atau diucap selalu jadi omongan orang.
Trus saya pernah tuh nonton tipi (atau baca di detik ya?) Syahrini itu bisa pakai gaun yang berat dan bling-bling dimana-mana trus pake high heels sampai 17 cm, bok!
Trus kalau konser, si mbak Syahrini ini bisa sambil nyanyi dan sambil joget-joget gitu pakai high heels.
Gilak, dia kok kayaknya gak takut jatuh sih ya..
Apa gak takut gitu ya jatuh trus cedera kaki?
Well mungkin Syahrini sudah terbiasa dan latihan sih ya.. Hihihi..

Dan menurut gosip-gosip di grup whatsapp emak-emak, katanya sih Syahrini mulai kepikiran bahaya pake high heel kalau terus-terusan, sodara-sodara!
Mungkin buat acara-acara konser yang butuh dia pake kostum heboh sih tetep pake high heels yah.
Tapi katanya sih buat sehari-hari dia udah mulai suka juga pake flats.
Syahrini mulai pengen bertulang sehat rupanya.. :’)

Duh, emang berat sih ya jadi cewek.
Tuntutan hidup makin tinggi.
Tuntutan sosial makin luas.
Fashion makin merajalela.
Harus terlihat fit dalam kostum-kostum yang oke.

Nah lalu ini cerita saya.
Beberapa minggu lalu, saya iseng mendaftarkan diri ke klinik terapi chiropractic di Gandaria City. Chiropractic itu apa sih, Tik?
Kalau hasil googling sih, Chiropractic itu adalah “metode perawatan kesehatan alami berdasarkan hubungan antara tulang tulang belakang, sistem saraf, dan fungsi tubuh yang optimal”

Lho emang kenapa kok sampai periksa ke klinik chiropractic, Tik?
Karena sudah sejak lama, pinggang dan punggung saya tuh pegel dan sakiiiit gitu..
Entah karena efek hamil dan melahirkan..
Entah karena proses mengasuh Rana dengan postur dan gerak yang gak bagus.. Entah karena sejak muda super jarang olahraga..
Entahkarena kerjaan saya itu menuntut buat duduk lebih dari 15 jam sehari..
Entah karena dulu di masa lajang saya adalah perokok parah..
Entah karena tas yang saya bawa tiap hari super berat (karena barangnya asal nyemplung trus langsung cus berangkat..)

Hmmm..
Kayaknya semua yang kamu bilang itu jadi faktor penyebab deh, Tik..
Hahahahaduh..
*ketawa kecut*

Nah, setelah periksa sana sini, kata dokter Chiropractic di klinik itu, tulang belakang punggung saya cuma 3 biji yang bener.
CUMA 3 BIJI YANG BENER.
Lalu… sisanya….????
*shock*

Padahal saya itu ya jarang juga pakai high heels.
Tapi suamiku yang super sabar itu pernah bilang gini.
“Mau keliatan cantik sekarang atau jadi sehat sampai tua?”

Hmmmmm…
Mungkin ini saatnya kita perlu belajar menyayangi tulang kita yah..
(KITA?! KAMU KALI, TIK!)