<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Poligami ?</title>
	<atom:link href="http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/</link>
	<description>..just tikabanget&#039;s chaotic mind..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 17:45:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: arum</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-107883</link>
		<dc:creator>arum</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:45:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-107883</guid>
		<description>wauduhhhhhhhh pd ngomongin poligami nih....
sementara akyu belum nikah.. hiks..hiks... nasib ya..
hayooo, ada ndak yg mau ta&#039;aruf sama saya????

mas..mas..mbak..mbak.. barangkali pny temen cow/saudara cow
yg sudah siap menikah, kenalkanlah dengan diriku.. siapa tahu
jodoh kan... kl gak jodoh nantinya, bisa jadi temen/sahabat
sejati... ya tho..????

beneran ya, saya minta tlg nih.. bantu saya cari jodoh ya...

wass/arum
021-32268468</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wauduhhhhhhhh pd ngomongin poligami nih&#8230;.<br />
sementara akyu belum nikah.. hiks..hiks&#8230; nasib ya..<br />
hayooo, ada ndak yg mau ta&#8217;aruf sama saya????</p>
<p>mas..mas..mbak..mbak.. barangkali pny temen cow/saudara cow<br />
yg sudah siap menikah, kenalkanlah dengan diriku.. siapa tahu<br />
jodoh kan&#8230; kl gak jodoh nantinya, bisa jadi temen/sahabat<br />
sejati&#8230; ya tho..????</p>
<p>beneran ya, saya minta tlg nih.. bantu saya cari jodoh ya&#8230;</p>
<p>wass/arum<br />
021-32268468</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: etikush.</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-96247</link>
		<dc:creator>etikush.</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 18:39:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-96247</guid>
		<description>http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html" rel="nofollow">http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1572</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2007 19:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1572</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah hukum keluarga merupakan hukum yang strategis bagi ketahanan bangsa, karena ketahanan nasional akan ditentukan oleh ketahanan keluarga. Karena itu, pada tempatnya kalau pemerintah menaruh perhatian serius pada praktek-praktek perkawinan yang bisa mengancam keluarga. Wewenang pemerintah itu harus dilihat sebagai upaya melindungi warga negaranya dari tindakan-tindakan yang potensial mengancam keamanan dan masa depannya.</p>
<p>Karena itu, tidak sepenuhnya benar kalau perkawinan, apalagi poligami, dianggap sebagai masalah privat, yang tidak boleh diintervensi oleh negara.</p>
<p>Dengan demikian, penolakan sejumlah kalangan atas keinginan pemerintah memperketat aturan poligami tidak bisa berlindung di balik privasi. Memang pilihan untuk menikah atau tidak, dengan siapa dia mau menikah merupakan urusan privasi. Namun, efek yang ditimbulkan sebagai akibat perbuatan hukum pernikahan adalah masalah publik-sosial. Persis di sinilah regulasi pemerintah harus masuk untuk melindungi warganya dari ekses negatif yang mungkin ditimbulkan.</p>
<p>Ketentuan yang sejauh ini telah dibuat, memiliki asumsi dasar untuk memperketat dan mengontrol poligami, meskipun cara berpikirnya masih laki-laki sentris. Alasan boleh poligami karena istri tidak melahirkan keturunan merupakan contoh yang sangat jelas. Seorang istri tidak punya anak belum tentu masalahnya ada pada istri, sangat mungkin juga ada pada suami. Masalahnya, mengapa hanya istri yang “dipersalahkan”? Bagaimana kalau yang tidak bisa menjalankan kewajiban atau yang mendapat cacat atau penyakit itu suami? Mengapa kalau PNS pria berpoligami liar diancam dengan sanksi yang tidak jelas, tapi kalau PNS perempuan diancam dengan jelas, yaitu dipecat. Hal-hal seperti inilah yang perlu direformasi dalam hukum keluarga kita.</p>
<p>Harus memahami bahwa para perumus undang-undang ini punya maksud menghilangkan praktek poligami liar yang tidak bertanggung jawab. Namun, dalam prakteknya orang yang berpoligami nyaris tidak pernah menempuh prosedur seperti yang disebutkan. Poligami sering dilakukan dengan kucing-kucingan, konspiratif, dan cenderung tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Salah satu sebab model pernikahan seperti ini masih banyak dipraktekkan adalah masih adanya cara pandang dikotomik antara perkawinan yang sah menurut agama dan sah menurut negara. Perkawinan pertama-tama dianggap sebagai ritus keagamaan, sehingga negara hanya sebagai suplemen administratif. Cara pandang yang membedakan antara sah menurut agama dan negara sebenarnya merupakan cerminan dari berpikir sekuler, tapi justru hal seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menolak cara berpikir sekuler, bahkan mengharamkannya. Inilah paradoksnya!</p>
<p>Perdebatan tentang poligami ini menjadi momentum yang baik untuk melihat secara keseluruhan berbagai problem hukum keluarga, termasuk kemungkinan-kemungkinan pemberian sanksi atas “perkawinan liar”™ !!!!!!</p>
<p>YA Komentar ini sama kaya yg di blog nya si herman, kenapa ? karena esensi yg dibicarakan sama. Karena menurut saya untuk menolaknya pun kita harus mampu berpikir dan memandang poligami tidak secara parsial.</p>
<p>Anjing hari ini ndak bisa nge-jang di kampung gajah &#8230;<br />Ah sudah subuh saya harus tidur!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bung dolf</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1486</link>
		<dc:creator>bung dolf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2006 15:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1486</guid>
		<description>poligami itu sunah ??&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;bacaan menarik--&gt;&lt;br/&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/12/swara/302149.htm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>poligami itu sunah ??</p>
<p>bacaan menarik&#8211;><br /><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/12/swara/302149.htm" rel="nofollow">http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/12/swara/302149.htm</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1477</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2006 17:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1477</guid>
		<description>poligami, siapa takut? .... Asal,yang pelakunya bener2 ready to combat, ok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>poligami, siapa takut? &#8230;. Asal,yang pelakunya bener2 ready to combat, ok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1472</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2006 05:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1472</guid>
		<description>tidak ada alasan bagus untuk pologami, bagaimana kehidupan anak2nya kalau tahu ayahnya poligami, sedangkan bercerai aja kita sakit ati apa lagi harus saingan satu rumah lagi, blueh......&lt;br/&gt;jangan egois dong laki2 (yang pengen poligami), dengan alasan agama, mau untungnya aja, pernah denger Muhammad gak terima anaknya dipoligami???&lt;br/&gt;dan bagi cewek jangan mau lemah, kita harus kuat, jangan dukung poligami&lt;br/&gt;dan poligami dengan alasan membantu kaum wanita, alasan yang aneh, itu mmg benar, membantu membuat sengsara, dengan alasan statistik karena wanita lebih banyak dari pria, tolong dong data statistiknya dilampirkan dan juga sumbernya dari mana. hingga saat ini hanya ada argumen tanpa ada data&lt;br/&gt;thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak ada alasan bagus untuk pologami, bagaimana kehidupan anak2nya kalau tahu ayahnya poligami, sedangkan bercerai aja kita sakit ati apa lagi harus saingan satu rumah lagi, blueh&#8230;&#8230;<br />jangan egois dong laki2 (yang pengen poligami), dengan alasan agama, mau untungnya aja, pernah denger Muhammad gak terima anaknya dipoligami???<br />dan bagi cewek jangan mau lemah, kita harus kuat, jangan dukung poligami<br />dan poligami dengan alasan membantu kaum wanita, alasan yang aneh, itu mmg benar, membantu membuat sengsara, dengan alasan statistik karena wanita lebih banyak dari pria, tolong dong data statistiknya dilampirkan dan juga sumbernya dari mana. hingga saat ini hanya ada argumen tanpa ada data<br />thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wadehel</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1469</link>
		<dc:creator>wadehel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 17:39:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1469</guid>
		<description>@&lt;b&gt;Herman Saksono&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;Bener bangeeeet. Saya ngalamin sendiri, cewe mau kesetaraan, tapi masih sering ngamuk-ngamuk gara-gara masalah spele seperti yang disebutin kang Herman.&lt;br/&gt;*emang lu kelewat males Hel!*&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;@ &lt;b&gt;Yg Punya Blog&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;Saya juga tidak setuju dengan poligami. Kecuali kalau nanti punya istri yang memaksa poligami, mungkin akan saya pertimbangkan lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@<b>Herman Saksono</b><br />Bener bangeeeet. Saya ngalamin sendiri, cewe mau kesetaraan, tapi masih sering ngamuk-ngamuk gara-gara masalah spele seperti yang disebutin kang Herman.<br />*emang lu kelewat males Hel!*</p>
<p>@ <b>Yg Punya Blog</b><br />Saya juga tidak setuju dengan poligami. Kecuali kalau nanti punya istri yang memaksa poligami, mungkin akan saya pertimbangkan lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: November</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1459</link>
		<dc:creator>November</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 02:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1459</guid>
		<description>Hi tika,... Islam itu sangan menghargai wanita, makanya ada poligami. Tapi konsep poligami itu adalah untuk membatasi jumlah wanita yang dinikahi karena dulu kebiasaan laki untuk menikahi bhuaaanyaaak banget wanita, bisa sampai belasan bahkan puluhan. Makanya diturunkan poligami, yaitu pembatasan 4 saja. Lah sekarang tanpa dibatasi orang-orang sudah 1 istri kok mau diperbanyak lagi, kan malah jadi bertentangan dengan Islam sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Soal menikah, secara kesehatan, dunia kedokteran sendiri sudah menganjurkan, karena wanita perlu melepas hormon-hormonnya. Wanita yang tidak menikah lebih beresiko menderita kanker payudara yang bisa berlanjut ke kanker rahim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nice 2 see u</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi tika,&#8230; Islam itu sangan menghargai wanita, makanya ada poligami. Tapi konsep poligami itu adalah untuk membatasi jumlah wanita yang dinikahi karena dulu kebiasaan laki untuk menikahi bhuaaanyaaak banget wanita, bisa sampai belasan bahkan puluhan. Makanya diturunkan poligami, yaitu pembatasan 4 saja. Lah sekarang tanpa dibatasi orang-orang sudah 1 istri kok mau diperbanyak lagi, kan malah jadi bertentangan dengan Islam sendiri.</p>
<p>Soal menikah, secara kesehatan, dunia kedokteran sendiri sudah menganjurkan, karena wanita perlu melepas hormon-hormonnya. Wanita yang tidak menikah lebih beresiko menderita kanker payudara yang bisa berlanjut ke kanker rahim.</p>
<p>Nice 2 see u</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1458</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 02:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1458</guid>
		<description>yang belum pernah nikah dan tau enaknya nikah.. pasti bilang &lt;b&gt;nikah itu s**k&lt;/b&gt;, tapi kalo uda nikah, u will know if it&#039;s [f:un]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang belum pernah nikah dan tau enaknya nikah.. pasti bilang <b>nikah itu s**k</b>, tapi kalo uda nikah, u will know if it&#8217;s [f:un]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief priyo</title>
		<link>http://tikabanget.com/2006/02/01/poligami/#comment-1457</link>
		<dc:creator>arief priyo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2006 06:12:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tikabanget.com/?p=108#comment-1457</guid>
		<description>wah klo gitu lo gak adil donk ma wanita yan jadi orang kedua, alias istri kedua, ketiga, keempat, dst... padahal kan mereka jg wanita (ingat mereka jg WANITA!!!)yang mempunyai hak untuk mencintai dan dicintai!!!!! dan bila hal itu dilanggar namanya menlanggar HAM donk!!!! hayo gimana coba?!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah klo gitu lo gak adil donk ma wanita yan jadi orang kedua, alias istri kedua, ketiga, keempat, dst&#8230; padahal kan mereka jg wanita (ingat mereka jg WANITA!!!)yang mempunyai hak untuk mencintai dan dicintai!!!!! dan bila hal itu dilanggar namanya menlanggar HAM donk!!!! hayo gimana coba?!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

