tikabanget™

Album Liberation Transmissions - Lost Prophets

July 31, 2006 @ 5:08 am | 24 yang kebangetan

Akhirnya, setelah sekian lama gw cari mp3 Liberation Transmissions, dapet jugaa.. Full satu album lagi..
Keren..
Gw suka album Lost Prophets yang kemaren, tapi gw juga suka album baru mereka.
Ini review buat Liberation Transmission nyontek dari situs itu..
Kalo gak puyeng bacanya (panjang siihhh… :p), ya silahken baca..

Dan btw, gw setuju review ini..

Lostprophets: a band full of intensity, from its booming guitar to the epic screaming, this band had more energy than anyone else in the business. This band knew how to rock, and they did it with perfection. However, notice how i said had more energy.

It was hard to follow The Fake Sound of Progress. My mouth literally dropped while listening to the fabulous breakdowns, and the nice blend of singing and screaming that fit the singers voice so well. Lostprophets were something new, something fresh, and created something different that had a very distinct edge. To follow, we received Start Something, where as you can see by my review of it, i enjoyed it very much. It delivered some new aspects to the table, while still keeping the best parts of the band there. Im sure many big fans were keen enough to pick up on some of the more poppy hooks hiding in songs like Last Train Home, and Last Summer, but it was done tastefully and the emotions werent turned up too high to make them sound out of their element. This brings me to the new edition to their discography, Liberation Transmission.

The album starts with a powerful, climactic Everyday Combat, and the only thing thats different is his voice sounds a bit lower, but the heaviness is still there and the overladen pop sounds make it a pretty anthematic fist pumping track. This is when it all goes to hell. Almost everything you loved about the Lostprophets are gone. I dont know what the last reviewer was listening to, but the sound has changed COMPLETELY. The heaviness, the edge, those headbanging guitar riffs, the singers chaotic and powerful screaming, its disappeared. Its simply gone.

What is left? The sound that is left is generic hard rock, with enough pop in it to make the songs worthy of popular radio station play. Dont expect a heart thumping Kobrakai, or even a heart tugging Last Train Home. This stuff is simply generic, and at times, feels emotionless and lacking any real content. The song Rooftops (A Liberation Broadcast) had an opportunity for a good song but falls on its repetitiveness and the lack of more than one good verse. The song Can’t Stop, Gotta Date With Hate sounds like they just didnt even bother to come up with something original, and decided to rip off The All-American Rejects. If you cant tell the chorus is almost exactly like I’m Waiting, listen harder. Other songs like Everybody’s Screaming and Heaven For the Weather, Hell for the Company never seem to get past good, and are hardly standout songs to listen to.


Download Songs :
  1. Everyday Combat
  2. A Town Called Hypocrisy
  3. A New Transmission
  4. Can’t Stop, Gotta Date With Hate
  5. Can’t Catch Tomorrow (Good Shoes Won’t Save You This Time)
  6. Everybody’s Screaming
  7. Broken Hearts, Torn Up Letters And The Story Of A Lonely Girl
  8. 4 AM Forever
  9. For All These Times Kid, For All These Times
  10. Heaven For The Weather, Hell For The Company
  11. Always All Ways (Apologies, Glances And Messed Up Chances)
  12. Rooftops

Link :
NB : Yakk.. Gw udah sukses upload semua lagu Lost Prophets yang baru.. SIlahken disedooottt..

7 Hakim untuk Mahkamah Agung

July 30, 2006 @ 11:22 am | 23 yang kebangetan

Adalah seorang Sebastian Pompe, pengamat hukum Indonesia berkebangsaan Belanda yang menulis desertasi tentang Pengadilan Tertinggi di Indonesia, yaitu Mahkamah Agung.
Desertasi si Pompe ini beredar 10 tahun dalam bentuk potokopian, tapi akhirnya dibukukan dengan judul :
“The Indonesian Supreme Court : A Study of Institusional Collapse”.

Banyak hal menarik dari buku ini menurut gw. Stigma dan citra kebobrokan hukum di Endonesa yang melegenda buat gw, ternyata ada masa-masa dimana MA (Mahkamah Agung) menjadi lembaga yang sangat independen dan bebas dari korupsi. Hebat kan?
Ternyata Endonesa yang lumayan busuk ini pernah punya lembaga yang sangat kereenn..
*hehhee.. maap, gw emang rada gak cinta endonesa.. (siul siul..)*

Berikut beberapa kesimpulan dari contekan interview Om Pompe dengan Gatra.

MA pada masa Orde Baru?

Menurut Om Pompe, MA pada masa Orde Baru dipengaruhi banyak tekanan politik. Pihak yang menekan itu seringnya atasan mereka sendiri. Karena itu, selama 15 tahun ketua MA selalu dijabat oleh orang militer. Budaya MA waktu itu menjelma menjadi administrasi militer.

Kondisi MA sekarang?

Secara umum kemajuan antara 1998-sekarang luar biasa besar. Misalnya ketika Bagir Manan masuk ke MA, membuat rencana reformasi secara menyeluruh. Rencana reformasi MA itu juga melibatkan lembaga luar seperti LSM. Luar Biasa.. (menurut Om Pompe..) Di luar negeri aja gak ada yang kayak gitu, mereformasi diri dengan melibatkan pihak luar.

Jumlah hakim di MA?

Sekarang kita ukur aja jumlah hakim berapa, jumlah perkara berapa. Berdasarkan studi MA, jumlah hakim terlalu banyak. Kebutuhan hakim di MA itu sebenernya hanya sepertiga atau seperempat dari jumlah sekarang..
*hahh? dikit banget?*
Dari studi MA tahun 2004, intinya mereka harus memecat 60% hakim. Ketika Bagir Manan menyampaikan hasil studi itu, semua hakim bilang that’s crazy..
*wakakakakkk.. ya iyalah.. mana ada orang mau diPHK.. *

MA pernah jadi lembaga independen?

Ini nih pertanyaan favorit gw.
Om Pompe bilang, sampai tahun 1959, MA sangat independen..
Sampai 1970-an tidak ada korupsi.
Jadi sampe tahun 1970-an, MA masih bisa dibilang lurus. Padahal gaji mereka sangat jauh lebih kecil dari gaji hakim di MA sekarang..
*waooww..*
Ketua MA jabatan 1952-1966, Wirjono Prodjodikoro, milih untuk meng-obyek-kan mobil dinasnya jadi taksi daripada nyogok perkara.
Ketua MA jabatan 1966-1968, Soerjadi, juga sangat punya prinsip dan bukan orang yang gampang diajak kompromi. Soerjadi pernah bilang gak mau orang-orang dari golongan tertentu masuk MA (walaupun akhirnya masuk juga sih.. Dan waktu itu Soerjadi langsung mengundurkan diri).
Pengganti Soerjadi, namanya Pak Soebekti. Pak Soebekti ini menurut Om Pompe is the person who absolutely straight and absolutely honest.

MA pasca 1974?

Nah, pada tahun 1974, ada peristiwa Malari. Orde Baru yang gelisah mulai menempatkan orang-orangnya di segala elemen pemerintahan, seperti MA dan DPR.
Abis itu, perubahan sangat tampak.
Pertama, korupsi mulai masuk. Kedua, jaringan korupsi juga mulai terbentuk.
Contoh yang disebut jaringan korupsi adalah ketua MA mulai diamplopin oleh hakim tingkat I (pengadilan).

Gimana soal tunggakan perkara di MA?

Pada 1970-an mulai ada tunggakan perkara di MA, terus semakin banyak pada tahun 1980-an. Akhirnya jumlah hakim ditambah.
Tahun 1990-an, tunggakan tambah banyak lagi.
Jumlah hakim ditambah lagi.
Padahal sebenernya, ini masalah efisiensi kerja si hakim.
Apalagi dengan jumlah hakim agung sekarang yang jumlahnya hampir 50 orang, dinamika internal jadi semakin rumit.
Menurut Om Pompe, MA hanya perlu 7 hakim saja.

Hah?? 7 hakim sajaa?!

Jumlah perkara yang masuk ke MA sekarang sama dengan Supreme Court di Belanda. Di sana, jumlah hakim agung cuma separohnya disini. Padahal prosedurnya jauh lebih rumit.
Tapi kerja Supreme Court disana sangat jauh lebih ketat dari disini.
Disini bisa santai.
Ada workshop, kunjungan luar negeri, dan berujung ke tunggakan perkara.
*ooo.. panteesss……*

Masih menurut Om Pompe, waktu jaman Orde Baru dulu, malah ada hakim yang sama sekali gak pernah pegang satu perkara pun selama 15 tahun.. Karena dia dekat dengan ketua MA..
Whaatttaa…??
Trus dia digaji buat apa doong..?!!!

Antisipasi Gempa di Qinglong

July 28, 2006 @ 7:52 am | 17 yang kebangetan



Dia anak muda yang masih belia. Umurnya 21 tahun. Namanya Wang Chungqing. Tapi, dialah yang menyelamatkan Kabupaten Qinglong dari bencana besar. Tak satu pun orang meninggal di daerahnya. Padahal, akibat gempa terbesar di dunia selama satu abad ke-20 yang terjadi pada 1976 lalu itu luar biasa. Di Kota Tangshan, tetangganya, jumlah orang yang meninggal mencapai 280.000 jiwa (melebihi korban tsunami Aceh).

Yang dilakukan Wang Chungqing kini tercatat dalam dokumen internasional yang semestinya bisa menjadi pelajaran bagi negara-negara yang berpotensi terkena gempa. Dokumen itu lengkap menyebutkan apa yang diprogramkan Wang dan bagaimana menerapkannya dalam action plan. Memang, tercatat satu orang meninggal di Kabupaten Qinglong saat itu, namun ternyata akibat serangan jantung.

Dua tahun sebelum gempa, Wang ditunjuk sebagai kepala kantor penanggulangan gempa di kabupatennya. Memang, tidak ada penjelasan mengapa pemerintah berani mengangkat pejabat semuda itu. Saya sedang berusaha bertemu anak itu yang sekarang tentu umurnya masih 50 tahun. Tentu saya tidak bisa mencarinya dalam waktu singkat karena kesibukan saya di Tianjin saat ini. Kalau saja saya masih wartawan seperti zaman muda dulu, pasti orang tersebut sudah saya temukan.

Pemuda Wang yang tercatat dalam dokumen itu sangat memperhatikan informasi dari ahli-ahli geologi. Memang, saat dia diangkat menjadi pimpinan satkorlak gempa kabupaten tersebut, sudah ada informasi dari pemerintah pusat bahwa dalam waktu dua tahun kemungkinan akan terjadi gempa besar di kawasan utara Tiongkok. Namun, kapan waktunya dan di daerah mana saja yang terkena, tidak ada yang tahu.

Padahal, kawasan utara Tiongkok sangat luas. Pokoknya, pemerintah pusat hanya menegaskan bahwa gempa tersebut akan terjadi di kawasan tujuh provinsi di utara (Tianjin, Beijing, Hebei, Shanxi, dan sekitarnya).

Yang membedakan pemuda Wang dari pimpinan satkorlak (eh, apa tepat ya menggunakan istilah ini?) di kabupaten lain adalah: Wang sangat memperhatikan informasi itu. Sedangkan kabupaten lain tidak. Dia berusaha di kabupatennya dipasangi detektor sederhana. Lalu, diterapkan juga cara-cara tradisional.

Misalnya, setiap hari mengecek kualitas air di sumur-sumur penduduk. Berubah warna dan rasa atau tidak. Mengecek air sungai. Meletakkan gelas-gelas berisi air di atas tanah. Setiap hari dicek, apakah ada air yang tumpah akibat getaran atau tidak.

Tiap hari prosedur itu dilakukan. Tentu bisa sangat membosankan karena gempa tidak juga datang setahun setelah persiapan tersebut. Namun, pemuda Wang tidak bosan. Dia terus mengadakan kontak dengan ahli geologi, melakukan rapat dengan kelompok-kelompok masyarakat, mengajari cara-cara menyelamatkan diri, dan mempersiapkan tim pertolongan.

Ketika informasi akan terjadinya gempa mendekati dua tahun, usaha Wang semakin intensif. Sebulan sebelum terjadi gempa, langkah-langkahnya semakin konkret. Dia meminta agar masyarakat tidak lagi menutup pintu dan jendela waktu malam agar kalau terjadi gempa bisa menyelamatkan diri dengan cepat. Dia meminta satu di antara anggota keluarga tidak tidur secara bergiliran.

Namun dia tetap tidak tahu akan terjadi gempa. Bahkan, dia memprogramkan, pada 28 Juli, Wang akan mengadakan simposium besar untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya gempa. Tentu simposium tersebut tidak terjadi karena gempanya ternyata sudah datang pada 26 Juli, dua hari sebelum itu.

Tapi, banyak program yang sempat dilakukan. Misalnya, sejak 25 Juli sekolah harus mengajar muridnya di luar kelas. Penduduk sebanyak mungkin berada di luar rumah. Dokter yang bertanggung jawab mengepalai penyelamatan sudah ditunjuk. Dan seterusnya.

Maka, di kabupaten tersebut, meski guncangan gempa juga hebat dan rumah yang roboh mencapai 180.000 rumah, tidak satu pun orang meninggal.


Keren. Caranya tradisional, membosankan dan butuh kesabaran, tapi efektif banget…
Mungkin gw bisa usulin ke Pak RT perumahan gw buat masang gelas isi air di tanah rumah masing-masing… Tapi, gimana cara ngecek sumur yah?
Di perumahan gw udah pada pake pompa air semua.. Malah ada yang pake PDAM..
Wah, berarti tugas ngecek sumur dititipin ke PDAM aja kali yaa..
Hehehe..

Link :

Dear memori..

July 26, 2006 @ 1:13 pm | 22 yang kebangetan

Hehe..
Judulnya melow banget ah.. Males..

Malem itu, temen cewek gw (her name is Tara) maen ke kos. Gw yang baru dateng dari kantor, (dua hari blom keluar kantor tuh..) cuma bisa nyengir liat dia bawa perlengkapan nginepnya. Dasar cewek..
*aduh, gw lupa kalo berkategori cewek juga.. uuhh.. *

“Kenapa lagi? Males pulang lagi?” tanya gw.
Biasa tuh anak. Kalo lagi males di rumah, mesti larinya ke kos gw. Alasannya, nginep tempat Tika, maaa..!! :))
Wakakakak..

“Suntuk di rumah. Lagian, dah lama kita gak ketemu nih.. Curigation aja lo!!” Tara ikutan nyengir juga sambil beres-beres kasur.

Gw mandi. Masuk kamar lagi, Tara lagi sibuk ngasapin kamar gw.
Weks… Kok jadi ngerokok ni anak..
Walo sering dugem, setau gw ni anak agak males berurusan ama rokok. Gw suka kena timpuk kalo ngasap deket dia..

“Tik..”
“Apaa?” gw jawab ngasal sambil beresin rambut.
“Keluarga gw kaco banget yaa..”
Hah?? Gw berhenti nyisir rambut yang kusutnya bujubuneng…
*Duh, kenapa gw gak punya rambut yang enak disisir kayak adek gw siihhhhh……*

Gw noleh, liat Tara yang mukanya dah kayak cewek-cewek dodol di sinetron-sinetron. Sok sayu..

“Kok kaco? Kenapa, Tar?” gw merendahkan nada suara sambil ngelanjutin derita nyisir rambut.
“Mak gw sakit-sakitan. Bokap gw jg.. Kata mami gw, ada paranormal bilang bokap gw gak sampe 60 tahun..” Tara ngomong perlahan..

Heh??

“Yah, karma kali ya.. Dulu mama gw suka nakal. Trus gantian deh..”
Mmmm.. Gw cuma bisa diem dengerin Tara ngoceh. Biar puas dulu cerita tuh anak..

“Gw diomelin lagi tadi, Tik. Gara-gara jarang pulang ke rumah. Dibilang gak sayang sama ortu. Dikasih duit gak mau, dibilang gak nganggep punya bapak ama ibu. Aahh, kesel gw!!”
Gw cuma bisa nyengir dengernya. Ambil 2 gelas, dan manasin air di heater. Mo bikin kopi ceritanya.

“Sebenernya gw sayang Tik, ama bokap nyokap. Tapi gw juga muak. Kasian liat mama. Tapi juga kasian liat bokap. Ah, gw gak tau mo gimana deh.” Tara lanjutin ngoceh.
Diem bentar. Tara ambil rokok kedua. Gw juga.. hehehehe…

“Emang kenapa lu jarang pulang?” gw tanya.
Cih. Basa-basi banget gw..

“Tau. Males banget di rumah.” Tara mulai sewot mukanya tuh.. Gawat..

“Setau gw, ortu lu udah baek-baek aja kan? Udah rukun lagi kan? Gw ketemu kemaren tuh.. Lagi belanja bareng..”
Gw basa-basi lagi. Padahal gw tau gimana persis perasaan neng satu ini.

“Ah..!! Gak ngaruh, Tik. Ya maap.. Tapi gw udah keilangan rasa bener di rumah. Gw gak bisa dengerin bokap nyokap ngomongin apa kek gw. Mo dinasehatin kayak apa juga, gw dah ngerasa males dengerinnya. Gw cuma ngerasa mereka muna’… Dan gw males dengerin orang muna’ ngomong..”
Tara lanjut ke rokok ketiga. Waduh..
Dan air di heater udah mendidih. Gw bikin kopi buat bedua.

“Gw sedih, Tik. Bukan gw mo jadi anak durhaka. Gw cuma pengen ngerasain hidup gw sendiri, usaha sendiri biar mandiri. Kayak lu gitu, Tik..”
Weks.. Kok bawa-bawa gw…
Nyengir lagi ahh..

“Tapi terus terang, susah banget ngelawan perasaan kayak gini. Susah banget buat gw hormat lagi ama ortu.. Untung masih ada adek gw. Jadi masih ada yang nemenin mereka di rumah. Untung adek gw juga kuat. Kalo gak ada adek gw di rumah, males banget mo pulang ke rumah. My sister is my best friend.. Hehe..”
Tara terkekeh sambil nyesap kopi.
Gw ikut-ikutan minum kopi. Waduh.. Panasss…

“Untung gw bukan jenis cewek yang cuma bisa dandan tapi gak punya otak. Untung gw juga punya adek yang sepikiran ama gw.”
Gw senyum sambil minum kopi lagi. Masih panass..

“Untung kita cewek-cewek yang tegar ya, Tik..”
Dia senyum sambil ngelirik gw.
Dan gw sekali lagi cuma bisa nyengir..
Getir..

“Semua ada hikmahnya kok, Tar.. Liat aja ntar.. Gak ada yang percuma..”, sahut gw pelan sambil nyengir nakal.
Yah, pada dasarnya gw emang gak bisa senyum manis kayak Dian Sastro. Mo diapain lagi..
Wekekekk..

Gw ambil remote tipi dan mulai cerita si Momon dan blognya yang beberapa bulan kemaren bikin dia ketangkep polisi.

Percakapan sendu harus segera diakhiri.. Hehehhee..

Mejaku Berssiiihhh..!!!

July 25, 2006 @ 3:30 am | 21 yang kebangetan

Hahahaha..
Basbang banget gak sih gw.. Tapi serius nih! Tadi pagi kerjabakti mbersihin meja yang berantakannya naudzubillah.. Udah 2 bulan ini jadi gw rencanain beres-beres (2 bulaannn??!!! kurang lama tiiikkk.. ). Tapi akhirnya terlaksana tadi pagi.. :D
*sok sibuk ceritanya..*


Inilah keadaan meja gw sebelum rekonstruksi meja.. Wakakakak..
Seperti yang Anda sekalian lihat, terdapat setumpuk berkas yang blom gw beresin dari jaman entah kapan itu.. Ada 2 dos kue bolu yang berusia seminggu nongkrong di meja gw. Kalo pake kaca pembesar, bisa diliat semut yang mondar-mandir di sekitar itu dos.. Hihihi.. Plus bekas rokok yang jatuh-jatuh dari asbak.. Gw udah nempel beberapa stiker buat nutupin bekas slomotan rokok, tapi selalu ada bekas baru.. Haahhhh..
*Dasar jorrookkk!!!*

Blom cukup, di kolong meja sebelah kiri ada setumpuk tas yang dari entah kapan ngedongkrok disitu. Gw cuma asal buang dan naroh kresek dan tas-tas yang dipake disitu.. :(
Kolong meja sebelah kanan gak kalah parah. Tumpukan bekas baju disitu blom gw beresin dari beberapa minggu kemaren waktu pelatihan Puskesmas, plus plastik kue yang kayaknya dah agak jamuran..
*fiuuhh…*
Gw malah nemu bungkus rokok di bawah meja yang masih isi separo waktu bongkar-bongkar. Ini rokok jaman kapan yaa…?
*ya olllooooohhhh…..*

Bandingin deh sama meja Momon di sebelah kanan gw, dan meja Alfons di sebelah kiri gw..
Jaaaooohhh…
Wakakakakakkkk…
*getok kepala tika..!! Cepet bersihin, dodol!!*

Dengan tekad baja, serasa kabur dari tsunami, gw singkirin satu persatu barang di meja dan kolong meja. Ambil botol aer, ngelap-ngelap sekuat tenaga bekas bekas kotoran yang berkarat di meja gw. *ini poto ceritanya ngelap meja sambil cemberut gara-gara diejekin Maya mulu*

hahaha.. Bersihhh…!!!

Tapi…
Tumpukan barang di kursi ini mo dikemanain yaa.. :( Barang-barang di atas kursi gw ini migrasi dari kolong meja gw nih..


Akhirnya gw sumpel2in di container gw (yang kalo bisa nangis, nangis deh dia saking overload nya..). Dan sisanya ditaroh dengan rapi dan manis di kolong meja (lagi….)


Jadilah meja gw serapi ini… (tetep aja kalah bersih meja Alfonz.. hhaahhh…)
Hohohoho..

NB: Oiya, gw inget pernah dapet award meja terkotor sekantor..
Dimana pialanya ya tuu..

Gambar laennya bisa diliat di flickr tikabanget.

Miss Universe 2006 : Miss Puerto Rico

July 24, 2006 @ 7:52 am | 27 yang kebangetan


Akhirnya, pemenang Miss Universe tahun ini adalah dari Puerto Rico, Zuleyka Rivera, yang baru berusia 18 tahun.
Daftar 5 teratas calon pemenang gelar Miss Universe adalah :

Winner: Zuleyka Rivera (Puerto Rico)
1st runner up: Kurara Chibana (Japan)
2nd runner up: Lauriane Gillieron (Switzerland)
3rd runner up: Lourdes Arevalos (Paraguay)
4th runner up: Tara Conner (USA).
Padahal gw sendiri suka wakil dari Korea. Tuh cewek keliatan pinter. Di bawah ini adalah daftar finalis Miss Universe yang lolos di tiap-tiap tahapan kualifikasi. Gw ambil dari globalbeauties.com.

Special Awards (9:24 pm ET)

Miss Photogenic: Philippines, Lian Ramos
Miss Congeniality: Ghana, Angela Asare
Best National Costume: Japan, Kurara Chibana

The Top 10 Finalists are (8:54 pm ET)

Canada, Alice Panikian
Trinidad & Tobago, Kenisha Thom
Bolivia, Desiree Duran
Mexico, Priscila Perales
Colombia, Valerie Dominguez

The Top 20 Semifinalists are:

Denmark, Betina Faurbiye
Ethiopia, Dina Fekadu
Russia, Anna Litvinova
Brazil, Rafaella Zanella
Sweden, Josephine Alhanko
Thailand, Charm Osathanond
Hungary, Adrienn Bende
India, Neha Kapur
Argentina, Magali Romitelli
Ukraine, Inna Tsymbalyuk

Dan Nadine pun gagal, bahkan untuk masuk ke 20 besar pun.. Padahal dulu sempet ribut-ribut tentang kemungkinan Nadine masuk 20 besar calon Miss Universe adalah tinggi. Yah, dalam sejarah per-miss universe-an kita, kayaknya cuma Artika Sari Devi yang masuk 15 besar..

Btw, Zuleyka Rivera sempet pingsan abis nerima mahkota Miss Universe. Bukan karena shock terharu. Tapi karena keberatan baju.. hehehe..

Interview Nadine Chandrawinata di Miss Universe 2006

Ini adalah interview contekan dari detikhot. Buat video live-nya, liat aja profile nadine di web miss universe.


What do you like to do in your spare time?

“I like to do in my spare time is going out with my friends, my family, and sharing with the children. Like

doing some activities eh..eh.. in social work like campaign for them and campaign for a discrimination of

women something like that”.

What do you see yourself doing 10 years from now?

I see my self in ten years a..eh I see myself in ten years later simply as a Nadine and doing something like

be more mature an explore myself and my potential and doing something for me and everyone. Like i want to

work for the UNICEF so i can be more active and give more attention for them”.

Who is your idol?

My admire is Mother Theresa because she is so humble for me, and she has a beautiful or wonderful

personality so i really adore at her…hehehehe”.

Your friends say you are?

My friends tells that i am friendly easy going person, simply person, ordinary person and patient”.

What do you want the rest of the world to know about your country?

Indonesia is a beautiful city, you should go there to visit by yourself because we have alot of beautiful

beaches, and the spectacular mountain, and dramatic of history, and so the people. Because people of

Indonesia is really welcome and really friendly because they like to know more about other countries other

beliefs other ideas. So come to Indonesia and feel it and we open our arms to come to Indonesia”.

Mmm..
No comment.. :D
Udah banyak yang comment soalnya.. :))
Hehehe.. Yah, Nadine juga manusia.. Bisa grogi juga..
Walo dicerca banyak orang, tetep aja show must go on..
Tapi jujur, gw gak gitu berminat jadiin Nadine cewek gw. Not my type. Mending Nirina deh..
*emang gw lesbong?!!!*
Silahkan liat poto-poto si Nadine di webnya miss universe. Ikuti aja link-link di bawah.

Link :

Medali Emas untuk Indonesia

July 23, 2006 @ 9:47 am | 10 yang kebangetan

Ini postingan yang basbang.. Tapi biarin.. Hehehe..

Akhirnya…

Pada Olimpiade Fisika di Singapura kemaren nih, Indonesia dapet 4 medali emas!!
Waowww…!!
Kereennnnnn….!!!!

Selain itu, Wakil Indonesia meraih satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kompetisi matematika The 10th Primary Math World Contest (PMWC) bagi siswa sampai dengan grade 9 (jenjang SD-SMP) di Hongkong pada 17-20 Juli 2006.
Padahal tim Indonesia sempet gak bisa berangkat ke Sl

Ini gw dapet di milis. Kalo udah pada baca, biarin.. Lha baru baca tadi nih… :(
*kuper lo tik..*

Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.

Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di
dunia,kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.

Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006

  1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb.
    Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.
    Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak ada siswa Indonesia”.
    Dubes kita tersenyum saja.
    Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb.
    Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “kok nggak ada siswa Indonesia?”
    Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.
    Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia…
    Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas.
    Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali.
    Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih. Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.
    Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the International physics olympiade XXXVII is…….Jonathan Pradhana Mailoa”.
    Semua orang Indonesia bersorak.
    Bulu kuduk berdiri, merinding….
    Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama…
    Standing Ovation….
    Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun.
    Air mata kebahagiaan,air mata keharuan….
    Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…..
    Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika…
    sangat mengharukan….
  2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk
    erat-erat sambil berkata “wonderful job…”
    Orang Malaysia menyalami berkata “You did a great job…”
    Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…”
    Orang filipina: “amazing…”
    Orang Israel “excellent work…”
    Orang Portugal:”portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”,
    Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?”
    Orang Australia :”great….”
    Orang belanda: “you did it!!!”
    Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya..
    Orang Iran memeluk sambil berkata “great wonderful…”
    86 negara mengucapkan selamat…
    Suasananya sangat mengharukan…
    saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata…
  3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras.
    Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut:
    “Echo of Indonesian Victory has reached Europe!
    Congratulations to the champions and their coach for these amazing
    successes! The future looks bright….
    Marc Deschamps.”
  4. Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….

    Salam
    Yohanes

Hehehe..
Selamat..Selamat..
Gw bangga sama kalian semua..
Kita lihat, ada perubahan gak situasi di endonesa dengan adanya juara-juara kita ini..

Empat medali emas diraih atas nama Jonathan Pradana Mailoa, Pangus Ho, Irwan Adiputra, dan Andi Octavian Latief, sementara Muh Firmansyah meraih perak. Padahal, target tim Indonesia adalah 3 emas dan 2 perak.

Indonesia juga berhasil meraih gelar the absolute winner karena mendapat nilai total tertinggi. Nilai tertinggi itu didapat atas nama Jonathan. Jonathan mendapatkan the best experiment. Target the best theory yang menjadi harapan jatuh ke tangan Cina.

Jumlah medali emas yang dicapai tim Indonesia pada Olimpiade Fisika 2006 di Singapura itu lebih banyak dibandingkan jumlah medali yang diraih pada olimpiade-olimpiade sebelumnya, yaitu tahun 2005 di Spanyol meraih dua emas dan tahun 2004 di Korea Selatan, juga dua medali emas. Padahal mereka ditargetkan meraih tiga medali emas.

Btw, kayaknya gw harus mulai bikin sesuatu biar bisa bangga ama diri sendiri..
Ada yang bikin Olimpiade Cewek Basbang?
Pliz..?

Link :

Indonesian Translation, please?

@ 5:56 am | 4 yang kebangetan

Suatu malem (yaitu tadi malem..), ada email masuk ke inbox yahoo gw. Pertamanya kirain spam dan dengan sukses dicuekin. Secara yang ngirim gak gw kenal, dan bertopik english.
Maap, tapi email dengan subject bahasa enggres di inbox gw identik dengan spam.. Hehehe..
Tapi akhirnya gw baca juga. Agak kaget bacanya.


I don’t speak Indonesian, but it appears you speak some English. Thank you for the link to my blog – I’m getting some good traffic from your site, and returned the favor with a link back to yours. I’d love to know what you are saying! I wish there was a better translation engine online. In any case, thank you, and peace to you and your country!

Lisa Pease


Weks, kapan gw ngelink blog dia??
Penasaran, gw buka blog mbak (ato mas?) Lisa Pease. Oooo…
Yang ini thoooo….


Gw inget dah.. Emang di postingan kemaren gw ngelink ke blog dia, gara-gara suka ama deskripsi blognya. Tapi kenapa translate postingan gw jadi kacau balau begono yaa..?
Yah, secara emang blog tikabanget tidak berbahasa endonesa yang baik dan benar..
Iya deh, mbak (ato mas?) Lisa, ntar tika kasi translate postingan yang waktu itu..

Btw, emangnya GW tuh inisial George W. Bush ya?
Waduh.. Maap Om Bush, gak bermaksud ngomongin Om… :D

Next Page »