Just don’t judge anythin..

Well..
Kita semua ni cuma manusia..

Bisa bikin salah..
Bisa bikin hal bagus..
Bisa mikir..
Bisa berubah..
Bisa punya pengen..
Bisa pup..
*lama lama ngelantur..*

Siapa sih yang paling berhak nunjuk kita orang yang bijak?
Siapa sih yang paling berhak ngomong kalo kita orang pinter?
Siapa sih yang paling berhak mastiin kita nakal?

Hehhee..

Cuma gatel aja denger komentar orang-orang.
Yeah, basically, we don’t have any right to judge everyone.

Misalnya Bapak Anu mo nikah lagi, lha ya biarin tho.
Kalo misal emang dia ternyata bisa adil ama istri-istrinya, ya gak ada salahnya tho.

Trie Utami bilang di inpotemen tadi,
“Saya dukung poligami. Kalo caranya sopan, saya rasa gak ada masalah..”
*kurang lebihnya, mohon maap ya mbak iie’.. hehhee..*

Well, gw pikir pikir, bener juga ya..
Kenapa orang-orang masalahin poligami coba?
Mungkin karena ini pada ujungnya melibatkan perasaan salah satu pihak yang merasa sakit hati karena diduakan.
*secara gw cewek, yah, ngerti lah rasanya…*

Eh, coba kalo yang hamil tu cowok ya..
Hehehe..
Mungkin yang dilarang tu poligami.
Poliandri bakal disunahkan.
Hehehe..
*secara dalam agama gw, poliandri diilarang karena bakal bikin binun tentang status si anak tu berbapak sapa gitu..*

Jadi intinya apa nih, tik?!
*kebiasaan ngomong gak fokus nih..*

Yaaaa.. Gw gak ndukung poligami.
Tapi gw juga gerah denger orang-orang ngejudge gini gitu ama orang yang mutusin buat nambah istri satu lagi.
Kayak mereka udah yang paling suci sedunia aja.

Kita ni kan orang luar kan bisanya cuma komentar aja..
*gw juga, komentar mulu.. wekekek..*

23 comments on “Just don’t judge anythin..

  1. kita memang tak perlu menghakimi orang. tapi ndak apa-apa juga kalau mau misuh-misuh. lah wong ini soal HUM je, alias hak untuk misuh … :)

  2. saya setuju….belum tentu kita lebih baik dr org yg kita ributin…..pada dasarnya semua laki2 itu ga puas dengan 1 istri *wih pede mode on*, gak ada manusia yg cepet puas….betulll ? *gaya kiwil*

  3. Betul kali yak mbak tika.. :-D

    Okelah…mulai sekarang kita : “kembali ke laptooooooop”

    *gaya thukul, ga mau kalah ma no 2*

  4. Poligami itu halal menurut agama. tentu asal bisa bersikap adil.

    Dan untuk yang ilmunya cekak lebih baik tak usah karena bisa menyakitkan hati, kan poligami sunnah hukumnya.

    Lagipula kurang pekerjaan ngeributin hal halal, mbok yao yang haram kaya kasus YZ dan Maria Eva ( secara gw bukan orang Sidoarjo, tapi tinggal disana, warga Sidoarjo benar – benar malu berat )
    dan atau pelacuran dan prostitusi itu yang diributkan.

    Kok yang halal diharamkan dan haram dihalalkan, aneh sekali ahh dunia memang mau kiamat.

    Dekatkan diri pada Allah, Dekatkan diri pada Allah,dan Dekatkan diri pada Allah.

    salam

  5. [i]Lagipula kurang pekerjaan ngeributin hal halal, mbok yao yang haram kaya kasus YZ dan Maria Eva ( secara gw bukan orang Sidoarjo, tapi tinggal disana, warga Sidoarjo benar – benar malu berat )
    dan atau pelacuran dan prostitusi itu yang diributkan.[/i]

    Jangan salah, hal yang halal-pun kalau eksekusinya salah bisa jadi haram. Makanya perlu hati-hati.

    Dan hal haram penanganannya juga harus hati-hati, kalau tidak malah dapat menularkan hal haram yang lain.

    Bagi saya poligami itu pilihan dan privasi kok, kalau agamanya tidak memberi lampu merah, mestinya juga boleh dilakukan. Cuman ini kan melibatkan tiga orang, seperti perjanjian kerjasama, negara punya tanggung jawab untuk menyediakan framework ber-poligami, terutama karena Al Quran tidak banyak memberi uraian soal tata-cara poligami. Urgensinya sama pentingnya seperti framework pernikahan 1 suami 1 istri. Insya Allah, masyarakat bisa menerimanya dengan lebih positif.

    Dengan mengacu pada argumen yang di atas, seharusnya prostitusi pun tidak dilarang oleh negara. Ini soal pilihan dan privasi, tapi perlu framework dan aturan main, seperti perlindungan hak-hak pelacur, pengunaan pelindung dan lain sebagainya. Mestinya hasilnya pun akan lebih positif.

  6. biasalah orang indonesia selalu membesar besarkan hal sebenarnya sepele dan masalah nya undah beres tapi masih aja di ungkit-ungkit

  7. Uhuk Uhuk.. hah 10 hari ku pergi Di pedalaman RIAU.. disana Ribut tentang poligami..dasar orang kampung saya bilang?!?… apa gak tau statistik kalo wanita itu populasinya lebih banyak dari pria.. trus sapa yang mau mengawini mereka.. apalagi dah janda.. anaknya banyak pula.. apa gak pernah ke baca berita tentang Wanita AMERIKA atw CHINA mereka.. di sana wanita Setengah tua pada keleleran tak ada suami. Dingin, sepi , hampa. dan tak bergairah,.. apa mau wanita indonesia seperti itu.. dasar orang kampung saya bilang.!!?? eh teryata pulang ke kota Yogyakarta wah-wah ributnya di mana-mana dasar orang kota saya bilang!?? gak mau denger kabar miring dikit lagsung di jadikan duit.. di surat khabar, infotaiment dll, hah apa pula lah yang terjadii…sampai-sampai saya nangis lihat INsert tadi hik.. pinter bener yang buat acara nih.. Dramatis sekali AA Gym… Managemen Qolbu sukses (A), Managemen Nafsu gagal (B-). terkadang kebenaran itu akan kita ketahui setelah kematian. saya tidak penganut Poligamiy juga bukan penolak,, saya penganut PolyPantai ajaa.. Anjing menggonggong Kafirlah tetep berlalu..

  8. Kayak mereka udah yang paling suci sedunia aja.

    Kalimat loe juga udah termasuk ke men-judge tuh.. :)
    Ngga konsisten dong tulisannya.. hehe..

    Sudahlah,
    Namanya juga komentar..

    Kalo jadi komentator bola, ngga perlu bisa maen bola khan..

    Ngomentarin orang suci, ngga perlu jadi suci dulu khan..

    Ngapain juga loe pada ngurusin orang yang mau berkomentar..? Toh baik buruknya hasil dari komentar tersebut sudah ada yang ngenilai dari atas sana. :)

  9. Uhuk Uhuk.. hah 10 hari ku pergi Di pedalaman RIAU.. disana Ribut tentang poligami..dasar orang kampung saya bilang?!?… apa gak tau statistik kalo wanita itu populasinya lebih banyak dari pria.. trus sapa yang mau mengawini mereka.. apalagi dah janda

    Apakah sangat mengejutkan menyadari kalau ternyata orang kampung lebih sensitif dan berempati terhadap isu-isu sosial? ;)

    Kalaupun populasi wanita lebih tinggi daripada pria, tidak berarti semua wanita mau dimadu bukan? Menariknya, berdasar sensus DKI dan Nasional 2000, walaupun jumlah wanita sedikit lebih banyak, tetapi ini hanya terjadi pada usia di atas 65 dan dibawah 20 tahun.

    Lucunya kebanyakan istri poligami public figure kita masih muda-muda (antara 20-65 tahun). Saya jadi ragu, apakah niat poligami AA Gym dan Puspo ini benar-benar demi menyeimbangkan statistik seperti yang mbah keman bilang.

  10. Polygami hemh… tak seindah yang di bayangkan.. bisa bayangi AA gym lagi main ama istri barunya.. koyo opo yo bentuk nya.. teh nini di sebelah… menangis. sedih sambl mengucapkan ,,” seperti saya dulu.waktu AA sering kalah hik hik” makan tu pelycily ?! Polygami di jaman sekarang yang di lakukan para Kyiayi sangat menjijikan karena orientasinya hanya ke SEX aja. jangan bilang istri barunya AA lebih jelek dari teh NINI, jangan bilang istri barunya AA anaknya lebih banyak dari teh nini… saya yakin ,, kalo AA sudah merasakan service dari istri barunya pasti.. teh nini akan terlupakan,, saya bisa bayangkan,,, bangaimana degan kakek-kakek yang lain bisa?… hemh pasti dah pengalaman.. gak mungkinlah kalo kita ada Roti makan singkong gosong he he, AA juga manusia! punya hati punya rasa,, ya gak?? sebelum di catet malaikat saya ucapkan Astagfirrullah….

    AQ setuju tidak polygamy untuk saat ini, Wanita hanya butuh di mengerti tapi lelaki butuh wanita-wanita jadi gimana bisa saling mengerti .. pusing..

  11. Waduh tika… kamu ikutan latah ngomongin poligami tapi banyak juga yang koment euy :D.
    Daku mah belum merit jadi gak ngerti ah yg gituan hehehe

    1. , we are dealing with myiaphestcal bafflegab. The terms yin and yang are myiaphestcal bafflegab terms. Please desist from putting words into my mouth, and learn to read with discernment. My argument is actually that cocoa is bitter, and peanuts are not, and chocolate is a stimulant,whereas peanuts are not. Bitter and Sour flavours are associate with yang (in Wu Xing theory, or as the semi literate refer to it, Five Elements theory). Though I began with the commercial products, in all of their highly processed forms, I quickly retreated from that, because the processed forms do not offer answers as shown by the arguments against my explanation. Their is an extensive range of materials that can be considered peanut butter and chocolate , though in this situation we are dealing with the most modified of commercial products, as this question would not be asked unless their is an association, and the association usually presented is the commercial one of peanut butter cups . However, to ascertain a less biased answer, I actually took it back to base ingredients, since the commercial products are both sweet , and therefore neither yin nor yang. Colour had nothing to do with my reasoning. More evidence of the correlations: peanuts are used as bar food, whereas chocolate is not. Drunkeness is a state of unbalanced yang, induced by the input of additional yang energies. Peanuts are there to counter this, bringing one closer to a state of harmony, and therefore yin.The assoication of chocolate with females is actually counterproductive to the claim that it is yin. The natural ideal state is to be in a state of balance. Females have a greater tie to chocolate, but the evidence is that is the case because it is somewhat of a male replacement (it causes the release of similar hormones etc). Much like the peanuts countering the excess forces of yang that is drunkeness, the limitless yin of the female is offset by chocolate by bringing them closer to harmonious balance. Ergo, chocolate must be yang to achieve such a state of balance. One could also argue that what we are dealing with are a type of chocolate (one modified by a filling), rather than a type of peanut butter (which has been modified by another ingredient). This puts the peanut butter in a subordinate position to the chocolate in this situation. Since chocolate is dominant (one eats peanut butter and chocolate together when one is looking to eat chocolate, not when one is looking to eat peanut butter), it must be yang in this situation.

  12. Wah kalau saya terus terang agak kurang suka dengan poligami, gimana kalau poligami itu diilangin aja. Kacian ya cewek di duakan terus. Khan katanya perempuan itu tidak suka kalau ada saingannya atau tdk suka kalau di 2in.

  13. tika..
    ko ga ngedukung poligami sih??
    wadoh.. bisa kaco ni urusan..

    ku sbg cwo tu ga pernah brenti berkelana mncari cwe (eh…blm laku)

    smntara ku lagi inlove ma tika banget..
    klo tikanya ga ngedukung poligami, kita gmn mo nyatu cayangku..

  14. Denger2, punya anak juga musti adil loh,
    Emang wanita-wanita yang punya anak lebih dari satu itu bisa adil, yah?

    Terus kalo di antara anak itu ada yang pengen jadi anak tunggal, terus gimana dengan yang laennya, yah? Terus apa perasaan anak itu tidak perlu diperhatikan? Jejalin aja dengan dogma bahwa anak itu musti nurut sama orang tua dan menghargai orang tua? Tak usah peduli kalo biaya-biaya yang seharusnya bisa dia dapatkan sendiri kini harus berbagi dengan saudara-saudaranya? Cuekkin aja kali yah, lha wong anak-anak belon bisa melawan.

    Kalo wanita nggak pengen dipoligami itu artinya wanita pengen dihargai perasaannya? Terus kalo anak yang pengen jadi anak tunggal itu artinya egois? Belon kalo pas nikah, kalo wanita khan ditanya dulu, mau nggak jadi istri seseorang. Tapi kalo anak khan nggak maen ditanya2 dulu, maen bikin2 aje, bikin beberapa pula, dan kebanyakan ndak minta ijin anak yang udah lahir pula.

    Sebelon orang-orang ngomong2 menolak poligami, mendingan tolak punya anak lebih dari satu aja dulu, lha kalo cewek gak mo dipoligami bisa minta cerai, nah kalo anak nggak mo punya sodara, dia bisa apa? tertindas booo, tertindaaas mo pergi belon bisa mandiri, mo tinggal sakit hati, malah dipaksa menerima keadaan keegoisan orang tua yang secara sepihak pengen punya anak lebih dari satu, yang maksa2in kehendaknya sama anak, bagaimana hak mereka?

    poliandri?
    bangga kalo tubuhnya diubek2 oleh banyak lelaki?
    ato nanti pas punya anak sampai musti tes dna buat ngetes itu anak siapa?
    kalo poligami aja dianggap mengundang masalah,
    apalagi poliandri? ato sekalian biar tambah rame?

    btw,
    dengan asumsi bahwa pernyataan jumlah wanita itu lebih banyak dari pria, dengan monogami pasti ada yang nggak kebagian cowok, donk?
    nah, terus mereka disuru gimana?
    suru mencari kehangatan lelaki di luar pernikahan?
    suru pendem aja itu keinginan?
    suru masturbasi aja?
    ndak punya perasaan banget yah wanita-wanita masa kini kalo sampe membuat mereka harus memilih salah satu dari pilihan itu.
    Kali aja punya perasaan, sih. Perasaan egois tapinya.

    Dengan poligami, cewek2 jadi punya opsi tambahan,
    kalo cowok-cowok, semisal jumlah cewek ternyata lebih sedikit dibanding cowok, mereka ndak ada pilihan lain selain pilihan di atas, boo! ndak bisa mereka minta icip2 cewek punya cowok laeeen.

    Tapi kalo fokus sama perasaan egois ya susah,
    pilihan yang bisa jadi menguntungkan malah ditolak-tolak,
    belon ngalamin jadi janda miskin tanpa pekerjaan dengan banyak anak di mane ndak ada lagi cowok2 single yang mau kali yeeee

    Btw,
    ane sekarang monogami,
    kalo istri ane ndak minta ane poligami,
    kayaknya ane ndak minat poligami,
    tanggung jawabnya besar boo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *