Afghanistan dan Opium

Produksi Opium di seluruh dunia taon 2006 mencapai sekitar 6.630 metrik ton. Penyumbang terbesar, sebanyak kurang lebih 92% adalah negara Afghanistan. Sisanya adalah negara-negara lain, termasuk kawasan Golden Triangle.

Poppy, adalah tanaman penghasil opium yang merupakan bahan dasar pembuat heroin. Opium sendiri dibuat dari karet kering yang disarikan dari kulit biji poppy.

Walaupun pernah diperangi dan dibumihanguskan oleh Pemerintah Afghanistan dan Taliban, tapi sampai saat ini, perekonomian Afghanistan tetap bergantung akan penghasilan ladang-ladang poppy.

United Nations Office on Drugs and Crime melakukan survey, dan data terbaru yang mereka punya adalah bahwa budidaya poppy di Afghanistan taon 2006 meningkat 59% dari taon sebelumnya. Efek dari meningkatnya hasil panen ini adalah meningkat juga para pecandu opium. Sebanyak 1,4 % warga negara ini yang usianya dari 15-64 taon adalah pecandu. Jumlah ini, katanya, lebih banyak daripada jumlah pecandu di AS. Jelas masalah besar bagi perekonomian keluarga si lelaki pecandu, karena kesempatan untuk perempuan di negara ini masih sangat terbatas.. Weks.. Mereka bisa tambah miskin kalo cowoknya jadi pecandu.. Lha yang cewek ndak boleh kerja.. Gimanah ini..

9 comments on “Afghanistan dan Opium

  1. ada ide nih..para pecandu ..bagusnya suruh tinggal disana,,terus suruh…nanam sendiri, konsumsi sendiri..biar puas..dan tidak meresahkan orang lain..

  2. Kalau nggak salah Afghanistan adalah salah satu dari sekian negara yang menerapkan Hukum Syariah. Kok jadi penekspor zat terlarang seperti itu ya? Pasti orang Afghan gak beres nih.

    Tapi manusia memang nggak ada yang beres sih.

  3. Agama itu candu, kata Marx. Blog itu candu, kata bloger. Chatting itu candu, kata Chatter.

    Hidup itu candu. Kata siapa ya?

    Chairil Anwar pernah bilang ingin hidup seribu tahun lagi. Kecanduan hidupkah Chairil? Mbuh yo.

    Hmmm… Ibu Tika yang baik, pernahkah merasa hidup itu candu? Pernahkah merasa kecanduan hidup?

    Saya gak pernah

  4. Pingback: hello
  5. Pingback: jooe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *