susah jadi orang tua ya..

Ada sms di hape saya. Ooo.. mantan temen kampus saya ini.. (Lha iya, mantan temen kampus.. Lha dia udah lulus, saya blom lulus jeh..). Isinya :
“Aku tu ngerasa hebat di bidang X, kok ya bapak ibuku ndak nganggep ya. Ndak dianggep penting gitu. Ndak dianggep usahaku buat jadi the best di bidang X. Yang penting menurut bapak ibuku tu bidang Z. Kecewa aku.”

Waduh.. Sedih juga saya bacanya.
Iya ya. Kenapa kebanyakan orang tua sering ndak sadar kalo mereka bikin ngedrop semangat anaknya sendiri. Ini kan anaknya, bukan anak tetangga. Lha malah kadang-kadang anak tetangga malahan yang dipuja-puji. Dikasi semangat. Dikomentarin : “Ndakpapa, mbak.. Yang penting kan mbak bisa ini walaupun ndak bisa itu..”

Weks..
Lha anaknya sendiri kok ya ndak digituin tho yaa…

Serasa segala usaha yang dilakukan tu, ndak ada gunanya gitu di mata para orang tua. Apa yang para anak-anak kerjakan tu salah. Yang bener dan yang penting adalah yang dimaui para orang tua. Kecuali memang si anak bermental baja dan berotak nekat serta cuwek bebek, rata-rata si anak jadi ndak punya keberanian berbuat sesuatu yang bener-bener dipengenin si anak. Kenapa? Ya karena takut salah. Kenapa kok takut salah? Ya karena selama ini yang dimaui si anak tapi ndak dimaui orang tua ya dianggep salah. Lha terus gimana? Ya ndak tau saya..

Kapan si anak jadi dirinya sendiri kalo kayak gitu caranya? Pribadi dibentuk berdasarkan konsep si orang tua. Dan saya kagum sama orang-orang yang berani keluar dari zona nyamannya dan berani tampil beda. Karena memang itulah yang dia butuhkan, itulah yang dia inginkan, dan itulah yang dia pikirkan, berdasarkan perjalanan proses hidup.

Duh, susah banget ya kayaknya punya anak..??
Jangan-jangan besok saya juga kayak gitu kalo punya anak?
Gimana menurut sodara-sodara? Bisa ndak memerdekakan anak buat jadi dirinya sendiri?

8 comments on “susah jadi orang tua ya..

  1. mungkin karena orangtua merasa lebih banyak makan asam garam..

    Misalnya pas jaman sekarang, gaji orang IT kecil2 semua. Besok2, kalo punya anak, gue pasti gak mau anak gue kerja di bidang IT.

    betul ndak..?

  2. kok kebalikannya ya sama saya? saya pengen banget seberani dan senekat bapak waktu muda. tapi dari kecil orangtua terlalu over protektip.

    naek gunung, katanya takut jatoh. ke pantai, katanya takut tenggelam. ikut organisasi, katanya takut terjerumus. tebar pesona, katanya takut terkenal (lho??)

  3. Your children are not your children.

    They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.

    They come through you but not from you,

    And though they are with you, yet they belong not to you.

    You may give them your love but not your thoughts.

    For they have their own thoughts.

    You may house their bodies but not their souls,

    For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even
    in your dreams.

    You may strive to be like them, but seek not to make them like you.

    For life goes not backward nor tarries with yesterday.

    You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

    The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with
    His might that His arrows may go swift and far.
    Let your bending in the archer’s hand be for gladness;
    For even as He loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable. (GIBRAN)

    susyah yaa jadi orang tua, hiks,ibuuuuuuuuu’… :((

  4. Pingback: wedsd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *