Haramnya Musik ituh..
June 16, 2007 @ 8:18 pm |

Lagi-lagi gara-gara bang Alex. Dia kasi sayah postingan blog ini, dan saya jadi tau kalo ada yang menyatakan bahwa nyanyian dan musik itu haram. Wahh..?? Kok bisa..?? ![]()
Maap, sodara-sodara.. Bukannya mau ngomongin SARA.. Dimiskol aja tuh si Sara itu biyar saya ndak dikira ngomongin diya.. ![]()
Menurut beliau di blog ini, nyanyian dan musik itu haram. Karena memabukkan. Dan segala yang memabukkan itu adalah haram.
Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.
Umm.. Sayah bukan ahli agama.. Jadi takut buwat mengomentari lebih lanjut. Tapi… Ah, masak sihh..??!! Sejujurnyah, sayah bisa stress tanpa lagu-lagu mengalun yang nemenin sayah kerja tiap harinya.. ![]()
Betewe eniwei busway, ada yang bikin saya ngakak berat di halaman postingan tersebut. Salah satu komentar yang bunyinya gini :
6 Kaezzar>Peristiwa pembunuhan juga sering terjadi di arena >pertunjukan musik. Ini disebabkan karena ada >kekuatan yang mendorong berbuat demikian, sebab >mereka datang ke tempat itu bersama syaithan. >Syaithannyalah yang lebih kuat yang akhirnya bisa >membunuh orang.
Betul pak, bahkan sering terjadi zina di tempat belajar…makanya belajar itu haram
Berarti saya juga boleh komentar gini dong :
Di perumahan elit itu banyak terjadi perzinahan. Maka daripada itu, beli rumah elit itu haram.
Hehe.. ![]()
Gambar diambil dari sini, sodara..

gw juga bisa stress diem diem gak dengerin lagu..
gimana dong..
betewe eniwei baswei, di SARKEM tu banyak PSK. haram nggak tu ngelewatin sana?
Mbaknya yang cantik,
sebelum mengomentari fatwa haram atau halalnya sesuatu lebih baik dicermati terlebih dahulu,
jangan percaya satu buah sumber saja,
khawatir bisa menimbulkan persepsi yang tidak benar tentang islam.
Musik yang baik untuk meningkatkan semangat kerja
Haramkah bermusik ?
atau sumber lainnya
“Islam itu rahmatan lil ‘alamiin”
wah, nona manis blom biasa baca postingan tika ya? hehe..
itu mah sindiran tika aja, mbak nona..
tika mah, sukanya posting gak jelas gitu sih.. mo ngomong ndak setuju pake muter muter kemana mana.
mo ngomong setuju, pake jungkir balik dulu.
tu dimarahin mbak nona tu, Tik..
@ nona manis :
hehe.. iyah, mbak.. saya tau.
makanya saya gak komentar..
saya hanya menyuguhkan fenomena kalo ada yang mengharamkan “nyanyian dan musik”.
Gak nyebutin nyanyian apa dan kayak mana, tapi jelas-jelas menyebutkan “NYANYIAN dan MUSIK”.
Itu kan berarti generalisir.
Makanya saya kasih contoh ituh.
Kalo gara-gara satu kejadian buruk aja trus bisa mengharamkan musik dan seluruh anak cabangnya, itu kan bikin persepsi Islam jadi menakutkan..
Pendapat saya pribadi?
Saya terganggu oleh generalisir macam itu.
Hadits itu, kalo kata bang Alex adalah pelengkap dan petunjuk buwat Al Quran. Jadi harusnya kita lebih waspada untuk mengetengahkan sebuah hukum HARAM, melalui sebuah hadits.
Menurut saya, hadits itu salah satu fungsinya bisa dikatakan, aturan Nabi untuk suatu masa, yang blom tentu bisa diterapkan untuk masa dan kondisi masyarakat yang lain.
Bukan begitu, mbak nona..?
*begituuu…*
@ monk :
Wuih, anda mengerti saya sekali mas monk..
huehehhe..
makasih..makasih..
“Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya.”
dari sini: http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/27735
Piye itu. Untung Madonna tante saya, jadi gak papa didengerin.
“Wah gimana ya kalau saya tidak bisa hidup dengan arak? Atau rokok? Saya bisa stress..”
“Wah sama donk, saya juga doyan banget nih daging babi…, rasanya tiada duanya”
Jikalau setiap manusia bebas menginginkan hal seperti itu, mungkin suatu saat kita -anda dan saya- bisa saja “bersama-sama” membuat aturan kita sendiri, “ini halal, itu haram”, dan tentunya semuanya menyetujuinya, gampang khan!!
>Menurut saya, hadits itu salah >satu fungsinya bisa dikatakan, >aturan Nabi untuk suatu masa, yang >blom tentu bisa diterapkan untuk >masa dan kondisi masyarakat yang >lain.
Salah besar! FYI:Al-quran dan hadits itu tidak bisa dipisahkan, karena hadits sebagai penjelas al-quran. Coba cari di al-quran ada gag tata cara shalat?
Nah, karena dua hal ini tidak bisa dipisahkan, dan fundamental dari ISLAM, hal ini berlaku sepanjang masa hingga hari kiamat! Apakah anda tidak setuju bahwa Islam adalah rahmatan untuk SELURUH alam? Mengapa anda bilang hanya di masyarakat tertentu dan waktu tertentu?
Jika anda merasa ada yg salah dengan hadits (note:sahih), kesalahan bukan pada hadits tersebut, tetapi pada diri anda!
Jaman dulu Islam sudah bilang babi haram, baru jaman sekarang diketahui manfaat dan mudharat dari babi.
How about music? I am not asking WHAT YOUR OPINION IS, but I am asking what Islam (Qur’an and Hadits) says about Music.
Sebuah Postingan Yang Cukup Menarik Mbak, Bukan Sebuah Bentuk Protes, Bukan Pula Menyalahkan, Tapi Bukan Juga Nggak Setuju, Cuma Mempertanyakan Dengan Kata Kata Yang Nylekit, Emang Sih Banyak Hukum Dalam Islam Yang Mesti Lihat Sebab Musababnya, Kadang Jika Sebab Itu Hilang Hukum Yang Bersangkutan Juga Hilang, Namun Ada Pula Yang Enggak
hmmm..
wallahualam ah..
belum ada fatwa MUI-nya kan? ^^
takutnya bikin persepsi Islam jadi menakutkan .. stuju
@anonymous
How about music? I am not asking WHAT YOUR OPINION IS, but I am asking what Islam (Qur’an and Hadits) says about Music
Ohohoho… what Islam says? Islam yang mana? Islam versi yang anda ketahui apa yang saya ketahui? Sejauh yang saya pahami, TIDAK DILARANG secara keseluruhan. Tidak bisa digeneralisir semuanya, ada sebab-akibat. Turunnya ayat saja pake asbabun-nuzul, bukan suka hatinya Jibril bawa-bawa ayat.
Saya juga bilang kalo hadist itu penjelas Quran. Tapi tidak lantas hirarkinya naik melampaui Quran. Apalagi hadist itu sendiri berasal dari tutur orang-orang di sekitar Rasulullah.
Mungkin kesalahan ada di diri orang-orang seperti anda juga, yang suka merasa benar dengan apa yang anda ketahui.
Begini sajalah, suka tidak suka, terima saja kenyataan bahwa ISLAM SAYA BUKAN ISLAM SEPERTI ANDA ATAU YANG LAIN DALAM *ingat* HAL-HAL KHILAFIYAH BEGINI…
That’s it. Suka tidak suka, terima klaim ini, atau minggir.
@alex
Islam berdasarkan Al-quran dan Sunnah menurut pemahaman sahabat rasulullah.
Coba baca lagi deh artikelnya, menurut anda itu pemahaman siapa? Ada nggak perkataan yg mengklaim/kultus kepada perorangan atau golongan? Kalau perlu coba tanya sang penulis, si penulis golongan mana? kekeke..
Dan Islam saya rahmatan lil alamin? Islam situ gimana? kekeke..
Waduh! Sayah mabuk berat sama Papap. Jangan bilang Papap haram juga dong buat sayah….%(
@anonymous
Islam berdasarkan Al-quran dan Sunnah menurut pemahaman sahabat rasulullah.
Setuju. Saya sepakat utk hal ini
Coba baca lagi deh artikelnya, menurut anda itu pemahaman siapa? Ada nggak perkataan yg mengklaim/kultus kepada perorangan atau golongan? Kalau perlu coba tanya sang penulis, si penulis golongan mana? kekeke..
Artikel yang mana? Artikel si Antosalafy itu? Kalo artikel itu, seratus persen saya katakan itu masih berbau kultus individu/golongan. Paham “pendapat kami yang paling benar” kentara di situ. Tak perlu saya tanya si penulis golongan mana. Kalo yang anda maksud syariahonline, saya tak ada bantahan di sana. Karena kajiannya cukup jelas, dengan ada pengakuan bahwa ijma’ para ulama berbeda dalam hal masalah MUSIK.
Dan Islam saya rahmatan lil alamin? Islam situ gimana? kekeke..
Ah, baguslah! Saya udah sering sekali ketemu orang yang mengklaim Islamnya rahmatan lil alamin sambil petantang-petenteng bawa golok dan ancaman dalam hal2 khilafiyah atau syubhat. Bawa ancaman dengan kutipan dalil-dalil yang bukan dari Quran atau hadist, sambil teriak: ISLAM KAMI RAHMATAN LIL ALAMIN!! dan KALIAN SALAH! PIKIRAN KALIAN SALAH! DALIL KALIAN SALAH!
Kalo anda termasuk orang yang suka “dakwah dengan cara sebaik-baiknya”, kita di pihak yang sama. Tapi jika tidak, kita punya jalan sendiri-sendiri.
BTW: rukun Islam yang saya tahu itu masih 5, rukun Iman 6. Tidak ada di sana keharusan percaya dengan argumen tambahan. Atau rukun-rukun itu mesti kita amandemen ulang?
@alex
Ente dah tanya belum ama penulisnya, golongan mana dia?
Silahkan ente baca lagi, dengan kepala dingin tentunya..
Khan dah ane bilang, “menurut pemahaman sahabat Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam”.
Coba liat dari mana dia mengambil dan memahami hukum islam tersebut. Ane bisa jamin orang yg anda maksud dengan membawa golok, dan mudah mengkafirkan orang, dia memahami islam tidak sesuai dengan jalan yg seharusnya. =D
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
(QS. Al-Ahzab : 36 )
Jika seandainya Allah dan Rasul-Nya menetapkan nasi itu haram walaupun 1 juta kebaikan di dalamnya, tetap kita wajib untuk menaatiNya! Tetapi Allah Azza Wa Jalla Maha Adil dan dengan hikmah di dalam menetapkan segala perkara.
Jadi apa susahnya meninggalkan musik dibandingkan terkena ancaman surat diatas? Seperti kecanduan alkohol, semua orang bisa sehat kembali bukan?
SAHIH BUKHARI:
“Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan ada kaum yang pergi ke tepi bukit yang tinggi, lalu para pengembala dengan kambingnya menggunjingi mereka, lantas mereka di datangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari’. Kemudian pada malam harinya Allah membinasakan mereka dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka, sedang yang lain (yang tidak binasa) diubah wajahnya menjadi monyet dan babi sampai hari kiamat“.[Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Maa Jaa-a fi Man Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].
You know what, nanti mendekati kiamat, perzinahan, alkohol -klo ini mungkin sudah terjadi-, dsb akan dianggap BIASA, seperti anda yang menganggap musik itu biasa.
Wallahu’alam.
wah jadi keinget 2 tahun yang lalu nih, ketika kampusku ribut-ribut masalah musik haram apa nggak, sampe menghina-hina segala lho…
back to topik, setauku Rasulullah SAW juga pernah berkata (melalui cerita seorang sahabat) bahwa dia rindu suara penyair dan nyanyian-nyanyian yang ada di sebuah kota, ketika kota itu memutuskan untuk tidak menampilkan hal-hal seperti itu lagi (aku punya bukunya kok). Trus juga, di Al-Qur’an nggak pernah ada tuh yang bilang kalo musik haram.
Ok, kalo hadits ada yang bilang seperti itu. Kalo gitu, fakta (atau mungkin fitnah?) yang aku jabarkan diatas itu apa? bukan hadits ya?
gmn y? aku sudah malu dengan saudara-saudaraku (Islamku), mereka malah menghina-hina agama sendiri. Tidak menyatukan saudara-saudaranya yang lain. sungguh, aku malu.
Walaahhhh….
Tika….mulai dah terseret…
Gak usah dah ikut2 an..bawa masalah khilafiyah…
biar org lain aja…yg ribut2….
Kan dah saya jelesin….kalo music itu mubah selama gak di bawa nge drug….gak buat nge hujat sesuatu..
Mending bahas yg bisa bawa rileks gituwww..
biarkan fenomena alam ini berlalu…
Kalo dah jadi ajang perdebatan…bs timbul kebencian (biasanya masing2 mempertahankan pendapat nya sendiri)…
Mending kita bawa kepada hal2 yg membuat kita saling menyayangi….
*nasehat mode: ON”
btw…Vedeo linkin park “What i’ve done” mantap tuh……Peace…..
Hihoihohihohiohio….
@nona manis said…
Mbaknya yang cantik,
sebelum mengomentari fatwa haram atau halalnya sesuatu lebih baik dicermati terlebih dahulu,
jangan percaya satu buah sumber saja,
woiya..bbener ini saya setuju sama nona manis..lebih baik saya ini banget. saya hanya membiarkan orang lain memutarkan musik untuk saya. tapi saya ngga nyetel musiknya loh. bingung juga mau nutup telinga tapi nanti ga denger dipanggil..ya udah saya membiarkan rekan saya nyetel musik.sekali2 rekues..dan sayangnya sekali dikali ratusan kali, jadi ratusaan..lebiih? hehehehe
@anonymous
Ente dah tanya belum ama penulisnya, golongan mana dia?
Silahkan ente baca lagi, dengan kepala dingin tentunya..
Ane dan kawan-kawan uda pernah tanya hal begitu, sama dia dan kepada rekan-rekan sepahamannya. Eh, komen yang mempertanyakan diapus, bukan dilayani. Itu dengan kepala *yang bagi ane dan kawan-kawan ane* uda cukup dingin. Tak ada maki-maki dan sambil pake icon begini –>
Bung… diantara sahabat sendiri ada silang-sengketa dalam hal-hal yang “BUKAN WAJIB” dan tidak ada rujukan langsung di Quran. Kalo mempertanyakan dianggap salah, betapa kafirnya pula Umar bin Khattab sampe mempertanyakan hukum khamar hingga akhirnya turun kejelasan. Dari ayat yang menyatakan “ada mudharat dan manfaat” ke ayat “jangan dekati shalat dalam keadaan mabuk”, sampai diberi penegasan: HARAM.
Apa Umar bin Khattab salah? Itu saat Rasul sendiri masih idup. Dan itu ayat. Apalagi ini hadist, yang bisa terdistorsi oleh sejarah dan kepentingan. Orang Syiah bisa putar balik hadist, orang Sunni juga sama. Siapa pun bisa. Makanya, hadist itu masih bisa kita minta penjelasan. Dalam hal musik, saya melihat pada batasan: melalaikan.
Surat Asy-syuara itu sendiri, apa menyatakan bahwa penyair itu berdosa? Tidak. Tidak ada vonis langsung dan telak seperti itu.
“…Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan ketetapan…”
Ingat, ALLAH dan RASUL, bukan RASUL saja. Karena, dalam hal-hal tertentu, pendapat Rasulullah bisa salah. Cobalah cari keterangan tentang beberapa kali Allah menegur beliau, mulai dari saat beliau khilaf meminta kutukan untuk pembunuh Hamzah sampai masalah Perang Khandaq dimana beliau meminta pendapat pasukannya. Masalah-masalah yang demikian, kita masih ada ijtihad. Sepanjang yang jelas-jelas HARAM tidak diHALALkan dan yang HALAL tidak diHARAMkan.
Jika seandainya Allah dan Rasul-Nya menetapkan nasi itu haram walaupun 1 juta kebaikan di dalamnya, tetap kita wajib untuk menaatiNya! Tetapi Allah Azza Wa Jalla Maha Adil dan dengan hikmah di dalam menetapkan segala perkara.
Meski Allah itu bersifat Jaiz, dalam artian BEBAS BERKEHENDAK TANPA HARUS MENGINDAHKAN AKAL MANUSIA, tapi Islam itu agama yang logis dan Allah selalu memberi keterangan kenapa dan mengapa Ia melarang atau memerintahkan. Jika memang nasi dilarang, atas nama-Nya saya berani bersaksi bahwa mesti ada sesuatu yang dianggap-Nya baik di sana.
You know what, nanti mendekati kiamat, perzinahan, alkohol -klo ini mungkin sudah terjadi-, dsb akan dianggap BIASA, seperti anda yang menganggap musik itu biasa
Oho..! Tentu saja itu sudah terjadi. Lihatlah penyanyi dangdut yang seranjang dengan Mr. Yahya Zaini, bisa melenggang dengan tentang di layar kaca. Kita mendekati umur bumi yang menua, ya!
Lalu, apakah saya setuju dengan “kebiasaan” itu? Kawann… permasalahannya di sini adalag GENERALISASI.
Anda menyamakan musik bagi saya itu seperti alkohol dan perzinahan. Lucu, karena saya tidak pernah menganggap bahwa saya akan mati tanpa musik. Jika itu yang anda yakini, katakan hal yang sama pada Deboo, Snada atau Raihan. Meski saya tidak suka nasyid, saya masi respek dengan mereka.
BTW: saya juga suka kasidah. Haram jugakah musik tentang Azan Subuh yang bikin teringat saat2 bulan ramadhan yang ada dalam kumpulan koleksi saya?
Kawan, hal-hal khilafiyah begini, jangan sampai menjadi batu sandungan lalu kita seperti orang mencari jarum tapi kapak hilang. Meributkan hal-hal yang kecil, tapi yang wajib lupa….
*duh, tik… aku jadi kayak ulama kesasar di blogmu
*
@momon
hwekekeke…kemarin ak ketemu Madonna ga mau tak panggil tante tuh. diem aja..kata asistennya maunya dipanggil Ses…
hwekekeke….
kok jadi rame ya?
udah pada tabarukan aja sana sama ahlinya dari pada malah ntar jadi petaka disini…
hidup tanpa musik adalah sebuah kesalahan… bersyukur deh kita yg nggak cacat lahiriah bisa dengerin musik…
btw,the beauty of music bisa dilihat dari sini,…
film,film apa aja…sampe animasi… butuh musik untuk memvisualisasikan sebuah scene…nggak perlu banyak gerakan untuk menjelaskan adegan dalam sebuah film..cukup dengan musik,penonton bisa ngerti kalo adegannya lagi tegang,relax dsb…
dalam design world ini dinamakan ‘less is more’
lalu dunia tambah canggih, ada soundtrack film, yg bikin kita bernostalgia sama film yg dr soundtrack film tsb.. film itu berbekas dimemori penonton…
pernah ntn film bisu seabad yg lalu….
islam itu udh tersebar sama banyak budaya masa itu yg kadang udh tercampur baur..
ah nge blog juga bisa haram, karna bikin kita lupa waktu,dsbnya…
@ rahma :
saya suka perpektif mbak rahma.. ^^
@ alex :
lex, jangan galak-galak..
takut..
wekekek..
@ anonimus :
di kotak comment, ada pilihan buat Other ituh.. jadi bisa ninggalin namanya mas anonimus..
@ dr :
kayaknya dah pernah denger ni cerita dari vendy yaaa.. hehe..
@ momon :
Madonna banci tanah abang??
@ bang amrul :
hehe.. loh?
saya keseret apa?
ndak lagi renang ini sayah..
@ seseorang yang bodoh :
wuih, ngaku bodoh aja bisa tau saya gini, apalagi kalo nambah pinter, mas.. huhuhu..
@ idla :
wuih, jangan nunggu fatwa MUI..
MUI juga suka ngawur..
@ rommy :
rikuwes..rikuwes..
kuliah dulu..!!
*loh??*
@ mariskova :
wuih, si tante..
papap nya bikin mabukk???
@ fian :
bang fian.. makan dulu gih..
@ loommy :
lah, madonna ndak doyan cowok, mas..
@alex
Coba pake private message..
>Apalagi ini hadist, yang bisa
>terdistorsi oleh sejarah dan
>kepentingan. Orang Syiah bisa
>putar balik hadist, orang Sunni
>juga sama.
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr:15)
Al-quran akan terjaga begitu pula hadits. Mengapa? Karena hadits adalah penjelas dari Al-quran, dan hal ini tidak bisa dipisahkan.
Berterima kasihlah kepada ulama yang dengan kegigihan mereka memisahkan mana yg sahih dan mana yg lemah.
>..pula Umar bin Khattab sampe
>mempertanyakan hukum khamar hingga
>akhirnya turun kejelasan..
Bertanya boleh donk, tapi bertanyalah kepada yang tau. Klo ama temen yg ilmunya sendiri gag bisa diandalkan, sama aja bohong, jadinya debat kusir. Coba hubungi ustadz yg kompeten! Jgn lupa minta DALILNYA..ini yg penting.
>Apa Umar bin Khattab salah? Itu
>saat Rasul sendiri masih idup. Dan
>itu ayat.
Waktu itu rasulullah masih hidup, wahyu masih berlanjut, hukum masih bisa berubah. Sekarang Islam sudah sempurna. Tidak perlu ditambah, diubah atau dikurangi.
DALILNYA:
..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..(Al-Maidah:3)
Jadi hukum yg tertulis sekarang TIDAK BISA DIUBAH. Daging babi akan tetap haram selama-lamanya, gag akan jadi halal.
Nah tinggal kitanya, ada hadits SAHIH nih dan BEGINI KATA ULAMA, ente mau denger atau nggak. Kalau nggak itu urusan ente, tp jangan ajak orang lain ikut ente.
>Ingat, ALLAH dan RASUL, bukan >RASUL saja. Karena, dalam hal-hal >tertentu, pendapat Rasulullah bisa >salah.
Rasulullah ma’sum, terjaga dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu SELALU diingatkan oleh Allah. Dan hal ini ketika wahyu masih turun, dan sekarang sudah sempurna.
“kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).yang diajarkan kepadanya oleh (jibril) yang sangat kuat.” (An-Najm:5)
Jadi pendapat ente itu keliru dan sangat fatal. Astagfirullah.
>Anda menyamakan musik bagi saya
>itu seperti alkohol dan
>perzinahan.
Itu bukan saya yg menyamakan. Lihat hadits sebelumnya. Kalo ga percaya silahkan buka SAHIH BUKHARI.
This is my last response. Saya mohon maaf jika ada kata2 yg salah. Semoga anda dan saya diberikan hidayah dan rahmatNya. Aaamin.
#Tika
Sori tik. Gw pilih other deh skrg. Tp masih anonymous =P
Btw, gw saranin jgn menulis soal agama yg kita sendiri blm jelas persoalannya untuk dibaca publik.
Jika seseorang terjerumus/tersesat karena tulisan kita, maka kita akan mendapatkan “jatah” dosa orang tersebut jg. Begitu pula jika sebaliknya.
Lebih aman klo kita nulis yg umum2 aja.
Apalagi yg kita baca itu hadits sahih. Please..Jgn dihina (dengan mengatakan ini halal, padahal HADITS (bukan gw) bilang yg sebaliknya)!
Islam agama gw. Dan gw gag akan rela agama gw diinjak2 kayak gitu.
Postingan yang YM-an kok ga da mbak tika. permalinknya dah ilang?
hihihihi…
bu tike….
yang jelas, pelatihan hari ini harus selesai dan sukses. ok
@anonymous
mo berbuat kebaikan kok pake anonym.. kpn mas/mbak? gak yakin ya ama statement sendiri.
nge-blog juga memabukkan… jadi nge-blog itu haram…
j/k
kagum aja komennya panjang2
@anonymous
this is my last response too
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr:15)
Al-quran akan terjaga begitu pula hadits. Mengapa? Karena hadits adalah penjelas dari Al-quran, dan hal ini tidak bisa dipisahkan.
Kita berbeda kalau begitu: Saya menolak menyamakan HADIST itu SAMA dengan QURAN! Kesalahan Fatal! Al-Quran itu dari Allah, yang tidak akan pernah salah, sedangkan hadist, itu dituturkan oleh manusia, yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan. Dan itu anda akui sendiri dalam pernyataan anda ini:
Berterima kasihlah kepada ulama yang dengan kegigihan mereka memisahkan mana yg sahih dan mana yg lemah.
See?! Saya tidak mendengar ulama harus memisahkan mana ayat yang sahih dan mana yang tidak. Tapi hadist yang palsu ada ribuan jumlahnya, sehingga Bukhari dan Muslim sendiri membutuhkan waktu untuk menyeleksi.
Bertanya boleh donk, tapi bertanyalah kepada yang tau. Klo ama temen yg ilmunya sendiri gag bisa diandalkan, sama aja bohong, jadinya debat kusir. Coba hubungi ustadz yg kompeten! Jgn lupa minta DALILNYA..ini yg penting.
Saya sudah memiliki dalil *ingat, dalam hal musik ini!*, bahwa HAL INI MUBAH dan tidak jatuh pada KEHARAMAN. Bertanya kepada yang tahu? Sudah saya lakukan. Dan dalilnya saya terima. Itu situs syariahonline sendiri, sudah cukup bagi saya, tanpa harus mengatakan pada anda bahwa ini sudah pernah saya pelajari juga di pesantren.
Waktu itu rasulullah masih hidup, wahyu masih berlanjut, hukum masih bisa berubah. Sekarang Islam sudah sempurna. Tidak perlu ditambah, diubah atau dikurangi.
DALILNYA:
..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..(Al-Maidah:3)
Anda benar. Dalam hal-hal yang sudah jelas hukumnya di Quran, kita tidak bisa mengubah. Tapi dalam hal-hal yang tidak dinyatakan dengan jelas, ada pintu lain untuk mencari pegangan yang sah menurut Rasulullah sendiri. Anda tentu tahu istilah seperti ‘ijma para ulama dan ijtihad, bukan? Apa ‘ijma para ulama dan ijtihad itu dosa? Tidak.
Saya tidak mengatakan bahwa Rasulullah tidak maksum. Dalam hal dosa, benar beliau terampuni. Dalam hal nafsu, beliau dijaga. Tapi ingat, beliau manusia. Anda pelajari lagi sebab turunnya surah Abasa (Yang Bermuka Masam): teguran untuk siapa di sana? Untuk Muhammad yang sempat tidak mengacuhkan seorang mukmin karena ia sedang berhadapan dengan pemuka Quraisy. Itu ayat, kawan.
Dalam ayat yang anda kutip itu, yang dimaksud adalah Quran yang diucapkan Muhammad,dan bukan pendapatnya pribadi. Saat itu bahkan ayat-ayat Quran yang dibawanya dituduh sebagai syair orang gila, atau mantra sihir. Dan itu yang dijelaskan dalam ayat tersebut. Bukan untuk hadist! Saya tidak merasa keliru dengan pernyataan saya diatas. Tanpa kehilangan rasa kagum pada tokoh yang melampaui 100 tokoh terhebat di daftar Michael H. Hart itu, saya menerima fakta bahwa ia manusia yang berdarah, berdaging dan mungkin sekali salah.
Saya sudah buka itu Sahih Bukhari, apa saya harus mengakui bahwa saya juga sudah buka Sahih Muslim? Hadist-hadist tentang Musik ada beberapa yang sama sahihnya, anda bisa mencari tahu lagi kalau mau.
This is my last response. Saya mohon maaf jika ada kata2 yg salah. Semoga anda dan saya diberikan hidayah dan rahmatNya. Aaamin.
Amin ya rabbal ‘alamin.
Manusia itu punya kelemahan. Dan tentu saja kita berdua. Pada akhirnya, kebenaran itu tetap saja dari Allah datangnya. Tidak ada yang perlu dimohon maaf, kita cuma mencari jalan untuk sama-sama menjaga agama ini tidak lekang dimakan zaman, atau tumbang cuma karena perbedaan “kerikil2 pendapat kecil”.
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Ali ‘Imran ayat 144)
Dan… saya akan pegang ucapan Abu Bakar:
“Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati.”
Batas antara mencintai dan beriman dengan fanatisme buta itu tipis…
NB: mungkin sekali waktu nanti, kita bisa bertemu dan bicara hal-hal begini dengan tenang sambil menyeruput kopi. Senang bisa berdiskusi begini
@tika
eh, amrul bener loh…
saya kangen liat postingan tika yang memang tika banget/
kalo yang begini ini, kali aja diomongin di konperens, ya?
ditunggu postingan lain yang lebih nampak ceriwisnya, tik. tentang skrips… eh, ndak..ndak.. lupain aja
nyasar ke sini gara-gara idla yang nyuruh ngasi opini *nunjuk idla*
well, susah juga. semua tergantung niat khan. kalo aku sih, niat ngedengerin musik cuma buat refreshing. ga ada niat macem-macem. apalagi kalo di tempat kerja. bete banget khan ngeliatin muka orang-orang yang sama tanpa ada selingan. walopun selingannya via kuping sih. bukan via indera penglihatan, hehehehe
Wallahualam…
@ yang masih anonimus..
lha kalo masih anonimus ya ndak usah pake Other aja.. huehehe..
betewe, saya juga muslim loh om/tante anonimus..
hehe..
perihal saya mo posting apa nantinya, ya nanti saya pikir-pikir deh..
kalo cucok ya saya gandeng, kalo ndak cucok ya liat liat ajah..
begituh..
@ langit :
sayah jg kagum inih..
sampe pusing baca blog sendiri..
hihi..
*kabur sblm disambit alex..*
kok pada ngatur ngatur tika mo posting apa sih?
lha ya terserah tika tho ya.
postingan ini tu tika aja ndak ngasi opini dia sama sekali kok. lha ya kalo ada yang beropini lebih lanjut, bukan salah tika tho ya.
*berdiri gagah membela tikabanget*
halah..
Kayaknya bapak-bapak yang ada di MUI bakal ngeluarin FATWA lagi nih…
Postingnya dan komen2nya lucu2. Postingannya bikin orang pingin berkomentar, sedangkan komennya ada yang serius, ada yang ngaco, ada yang ga jelas, gado2 abis.
Jadi keinget kalo aku barusan beli jam weker yang ada radionya dan aku seharian ndengerin radio. Jadi takut dosa nih hehehe
kenapa eh kenapa? … itu yang dilarang..
syalalalala
oh bedukku?! *haramkah engkau?*
ayo, tik…kita lanjut topik ke dua
Hihihi.. lucu banget sih org2 disini.. =P
Komen dikit, bukannya musik bisa jadi media penyebaran ajaran agama ya ?
Jangankan Musik, Segala sesuatu yang mendatangkan Mudharat nya lebih banyak kan bisa jatuh haram hukumnya.. contohnya musik/lagu yang liriknya menganjurkan kekerasan, seks bebas, nge drug, memuja syetan dan kemalsiatan lainnya contohnya Teman Tapi Mesra, Jablai, dsb…
dangdut is music my country
itu artikel betul-betul Ruaaarrr Biasaa…!! Sampai saya hampir kehabisan kata-kata untuk mengomentari.
Dalam hati
“Bagaimana cara hidup sehari-hari orang ini?”
wah.. nice blog mbak tika..
pernah denger sih..
yah.. walau saya pelacur tapi saya kan juga mau belajar..
katanya memang musik itu haram, tapi saya enggak bakal bisa ninggalin music, kalo mbak tika gimana??
Bukan berarti pendapat tika yang paling bener tho ?
Itukan tergantung dari sudut mana kamu memandangnya
saya bukan muslim tapi kenapa yaa saya itu suka banget ama ajaran Sufi.. suka juga ama buku2nya Cak Nur selalu menyejukan… heheheh maap cuma seklumit dari perjalanan yang belum berakhir…. gak bermagsud ikut campur
http://antosalafy.wordpress.com/2007/04/16/nyanyian-dan-musik-itu-haram/#comment-1108
17 TANGGAPAN BUAT TIKABANGET DARI BLOGGER
TANGGAPAN BUAT TIKABANGET DARI BLOGGER YANG GERAH MEMBACA ARTIKEL DI ATAS:
TANGGAPAN BUAT TIKABANGET DARI BLOGGER YANG GERAH MEMBACA ARTIKEL DI ATAS:
Lagi-lagi gara-gara bang Alex. Dia kasi sayah postingan blog ini, dan saya jadi tau kalo ada yang menyatakan bahwa nyanyian dan musik itu haram. Wahh..?? Kok bisa..??
Kasihan baru denger…tapi tidak mengapa, ini jauh lebih baik drpd orang yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Semoga Allah menunjukimu dan kita semua.
Sejujurnyah, sayah bisa stress tanpa lagu-lagu mengalun yang nemenin sayah kerja tiap harinya.
Nah, Anda sendiri telah membuat pengakuan bahwa Anda lebih memilih musik daripada mendengarkan Alquran dan Hadits. Ini bukti benarnya ucapan Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah yang ada di postingan saya:….. 2. Ibnul Qayyim berkata: “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain. Sungguh kami telah membuktikan betapa beratnya Al-Qur`an di hati seorang penyanyi atau pendengarnya dan betapa jemunya mereka terhadap Al-Qur`an. Mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang dibaca oleh pembaca Al-Qur`an, hatinya tertutup dan tidak tergerak sama sekali oleh bacaan tadi. Tetapi apabila mendengar nyanyian mereka segar dan cinta dalam hatinya. Mereka tampaknya lebih mengutamakan suara nyanyian daripada Al-Qur`an.
perhatikan kalimat Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa dan kalimat Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain.
Sejujurnyah, sayah juga heran dengan dikau, di awal tulisanmu bilang “Wah…? Kok Bisa….? Ehhhhh, lha kok sekarang membuat pengakuan sendiri. Weleh2x
Betewe eniwei busway, ada yang bikin saya ngakak berat di halaman postingan tersebut. Salah satu komentar y