Haramnya Musik ituh..


Lagi-lagi gara-gara bang Alex. Dia kasi sayah postingan blog ini, dan saya jadi tau kalo ada yang menyatakan bahwa nyanyian dan musik itu haram. Wahh..?? Kok bisa..?? :|
Maap, sodara-sodara.. Bukannya mau ngomongin SARA.. Dimiskol aja tuh si Sara itu biyar saya ndak dikira ngomongin diya.. :-

Menurut beliau di blog ini, nyanyian dan musik itu haram. Karena memabukkan. Dan segala yang memabukkan itu adalah haram.


Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.


Umm.. Sayah bukan ahli agama.. Jadi takut buwat mengomentari lebih lanjut. Tapi… Ah, masak sihh..??!! Sejujurnyah, sayah bisa stress tanpa lagu-lagu mengalun yang nemenin sayah kerja tiap harinya..
:|

Betewe eniwei busway, ada yang bikin saya ngakak berat di halaman postingan tersebut. Salah satu komentar yang bunyinya gini :


Kaezzar

>Peristiwa pembunuhan juga sering terjadi di arena >pertunjukan musik. Ini disebabkan karena ada >kekuatan yang mendorong berbuat demikian, sebab >mereka datang ke tempat itu bersama syaithan. >Syaithannyalah yang lebih kuat yang akhirnya bisa >membunuh orang.

Betul pak, bahkan sering terjadi zina di tempat belajar…makanya belajar itu haram :p

:)) Berarti saya juga boleh komentar gini dong :


Di perumahan elit itu banyak terjadi perzinahan. Maka daripada itu, beli rumah elit itu haram.

Hehe.. :D

Gambar diambil dari sini, sodara..

86 comments on “Haramnya Musik ituh..

  1. wah, nona manis blom biasa baca postingan tika ya? hehe..
    itu mah sindiran tika aja, mbak nona..

    tika mah, sukanya posting gak jelas gitu sih.. mo ngomong ndak setuju pake muter muter kemana mana.
    mo ngomong setuju, pake jungkir balik dulu.
    tu dimarahin mbak nona tu, Tik..

  2. @ nona manis :
    hehe.. iyah, mbak.. saya tau.
    makanya saya gak komentar.. :)
    saya hanya menyuguhkan fenomena kalo ada yang mengharamkan “nyanyian dan musik”.

    Gak nyebutin nyanyian apa dan kayak mana, tapi jelas-jelas menyebutkan “NYANYIAN dan MUSIK”.

    Itu kan berarti generalisir.

    Makanya saya kasih contoh ituh.
    Kalo gara-gara satu kejadian buruk aja trus bisa mengharamkan musik dan seluruh anak cabangnya, itu kan bikin persepsi Islam jadi menakutkan.. :)

    Pendapat saya pribadi?
    Saya terganggu oleh generalisir macam itu.
    Hadits itu, kalo kata bang Alex adalah pelengkap dan petunjuk buwat Al Quran. Jadi harusnya kita lebih waspada untuk mengetengahkan sebuah hukum HARAM, melalui sebuah hadits.

    Menurut saya, hadits itu salah satu fungsinya bisa dikatakan, aturan Nabi untuk suatu masa, yang blom tentu bisa diterapkan untuk masa dan kondisi masyarakat yang lain.

    Bukan begitu, mbak nona..?
    *begituuu…*

    @ monk :
    Wuih, anda mengerti saya sekali mas monk..
    huehehhe..
    makasih..makasih..

  3. “Wah gimana ya kalau saya tidak bisa hidup dengan arak? Atau rokok? Saya bisa stress..”

    “Wah sama donk, saya juga doyan banget nih daging babi…, rasanya tiada duanya”

    Jikalau setiap manusia bebas menginginkan hal seperti itu, mungkin suatu saat kita -anda dan saya- bisa saja “bersama-sama” membuat aturan kita sendiri, “ini halal, itu haram”, dan tentunya semuanya menyetujuinya, gampang khan!!

    >Menurut saya, hadits itu salah >satu fungsinya bisa dikatakan, >aturan Nabi untuk suatu masa, yang >blom tentu bisa diterapkan untuk >masa dan kondisi masyarakat yang >lain.

    Salah besar! FYI:Al-quran dan hadits itu tidak bisa dipisahkan, karena hadits sebagai penjelas al-quran. Coba cari di al-quran ada gag tata cara shalat?

    Nah, karena dua hal ini tidak bisa dipisahkan, dan fundamental dari ISLAM, hal ini berlaku sepanjang masa hingga hari kiamat! Apakah anda tidak setuju bahwa Islam adalah rahmatan untuk SELURUH alam? Mengapa anda bilang hanya di masyarakat tertentu dan waktu tertentu?

    Jika anda merasa ada yg salah dengan hadits (note:sahih), kesalahan bukan pada hadits tersebut, tetapi pada diri anda!

    Jaman dulu Islam sudah bilang babi haram, baru jaman sekarang diketahui manfaat dan mudharat dari babi.

    How about music? I am not asking WHAT YOUR OPINION IS, but I am asking what Islam (Qur’an and Hadits) says about Music.

  4. Sebuah Postingan Yang Cukup Menarik Mbak, Bukan Sebuah Bentuk Protes, Bukan Pula Menyalahkan, Tapi Bukan Juga Nggak Setuju, Cuma Mempertanyakan Dengan Kata Kata Yang Nylekit, Emang Sih Banyak Hukum Dalam Islam Yang Mesti Lihat Sebab Musababnya, Kadang Jika Sebab Itu Hilang Hukum Yang Bersangkutan Juga Hilang, Namun Ada Pula Yang Enggak

  5. @anonymous
    How about music? I am not asking WHAT YOUR OPINION IS, but I am asking what Islam (Qur’an and Hadits) says about Music

    Ohohoho… what Islam says? Islam yang mana? Islam versi yang anda ketahui apa yang saya ketahui? Sejauh yang saya pahami, TIDAK DILARANG secara keseluruhan. Tidak bisa digeneralisir semuanya, ada sebab-akibat. Turunnya ayat saja pake asbabun-nuzul, bukan suka hatinya Jibril bawa-bawa ayat.

    Saya juga bilang kalo hadist itu penjelas Quran. Tapi tidak lantas hirarkinya naik melampaui Quran. Apalagi hadist itu sendiri berasal dari tutur orang-orang di sekitar Rasulullah.

    Mungkin kesalahan ada di diri orang-orang seperti anda juga, yang suka merasa benar dengan apa yang anda ketahui.

    Begini sajalah, suka tidak suka, terima saja kenyataan bahwa ISLAM SAYA BUKAN ISLAM SEPERTI ANDA ATAU YANG LAIN DALAM *ingat* HAL-HAL KHILAFIYAH BEGINI…

    That’s it. Suka tidak suka, terima klaim ini, atau minggir.

  6. @alex

    Islam berdasarkan Al-quran dan Sunnah menurut pemahaman sahabat rasulullah.

    Coba baca lagi deh artikelnya, menurut anda itu pemahaman siapa? Ada nggak perkataan yg mengklaim/kultus kepada perorangan atau golongan? Kalau perlu coba tanya sang penulis, si penulis golongan mana? kekeke..

    Dan Islam saya rahmatan lil alamin? Islam situ gimana? kekeke..

  7. @anonymous
    Islam berdasarkan Al-quran dan Sunnah menurut pemahaman sahabat rasulullah.

    Setuju. Saya sepakat utk hal ini :)

    Coba baca lagi deh artikelnya, menurut anda itu pemahaman siapa? Ada nggak perkataan yg mengklaim/kultus kepada perorangan atau golongan? Kalau perlu coba tanya sang penulis, si penulis golongan mana? kekeke..

    Artikel yang mana? Artikel si Antosalafy itu? Kalo artikel itu, seratus persen saya katakan itu masih berbau kultus individu/golongan. Paham “pendapat kami yang paling benar” kentara di situ. Tak perlu saya tanya si penulis golongan mana. Kalo yang anda maksud syariahonline, saya tak ada bantahan di sana. Karena kajiannya cukup jelas, dengan ada pengakuan bahwa ijma’ para ulama berbeda dalam hal masalah MUSIK.

    Dan Islam saya rahmatan lil alamin? Islam situ gimana? kekeke..

    Ah, baguslah! Saya udah sering sekali ketemu orang yang mengklaim Islamnya rahmatan lil alamin sambil petantang-petenteng bawa golok dan ancaman dalam hal2 khilafiyah atau syubhat. Bawa ancaman dengan kutipan dalil-dalil yang bukan dari Quran atau hadist, sambil teriak: ISLAM KAMI RAHMATAN LIL ALAMIN!! dan KALIAN SALAH! PIKIRAN KALIAN SALAH! DALIL KALIAN SALAH!

    Kalo anda termasuk orang yang suka “dakwah dengan cara sebaik-baiknya”, kita di pihak yang sama. Tapi jika tidak, kita punya jalan sendiri-sendiri.

    BTW: rukun Islam yang saya tahu itu masih 5, rukun Iman 6. Tidak ada di sana keharusan percaya dengan argumen tambahan. Atau rukun-rukun itu mesti kita amandemen ulang?

  8. @alex

    Ente dah tanya belum ama penulisnya, golongan mana dia?

    Silahkan ente baca lagi, dengan kepala dingin tentunya..

    Khan dah ane bilang, “menurut pemahaman sahabat Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam”.

    Coba liat dari mana dia mengambil dan memahami hukum islam tersebut. Ane bisa jamin orang yg anda maksud dengan membawa golok, dan mudah mengkafirkan orang, dia memahami islam tidak sesuai dengan jalan yg seharusnya. =D

    “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
    (QS. Al-Ahzab : 36 )

    Jika seandainya Allah dan Rasul-Nya menetapkan nasi itu haram walaupun 1 juta kebaikan di dalamnya, tetap kita wajib untuk menaatiNya! Tetapi Allah Azza Wa Jalla Maha Adil dan dengan hikmah di dalam menetapkan segala perkara.

    Jadi apa susahnya meninggalkan musik dibandingkan terkena ancaman surat diatas? Seperti kecanduan alkohol, semua orang bisa sehat kembali bukan?

    SAHIH BUKHARI:

    “Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan ada kaum yang pergi ke tepi bukit yang tinggi, lalu para pengembala dengan kambingnya menggunjingi mereka, lantas mereka di datangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari’. Kemudian pada malam harinya Allah membinasakan mereka dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka, sedang yang lain (yang tidak binasa) diubah wajahnya menjadi monyet dan babi sampai hari kiamat“.[Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Maa Jaa-a fi Man Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].

    You know what, nanti mendekati kiamat, perzinahan, alkohol -klo ini mungkin sudah terjadi-, dsb akan dianggap BIASA, seperti anda yang menganggap musik itu biasa.

    Wallahu’alam.

  9. wah jadi keinget 2 tahun yang lalu nih, ketika kampusku ribut-ribut masalah musik haram apa nggak, sampe menghina-hina segala lho…

    back to topik, setauku Rasulullah SAW juga pernah berkata (melalui cerita seorang sahabat) bahwa dia rindu suara penyair dan nyanyian-nyanyian yang ada di sebuah kota, ketika kota itu memutuskan untuk tidak menampilkan hal-hal seperti itu lagi (aku punya bukunya kok). Trus juga, di Al-Qur’an nggak pernah ada tuh yang bilang kalo musik haram.

    Ok, kalo hadits ada yang bilang seperti itu. Kalo gitu, fakta (atau mungkin fitnah?) yang aku jabarkan diatas itu apa? bukan hadits ya?

    gmn y? aku sudah malu dengan saudara-saudaraku (Islamku), mereka malah menghina-hina agama sendiri. Tidak menyatukan saudara-saudaranya yang lain. sungguh, aku malu.

  10. Walaahhhh….
    Tika….mulai dah terseret…
    Gak usah dah ikut2 an..bawa masalah khilafiyah…
    biar org lain aja…yg ribut2….

    Kan dah saya jelesin….kalo music itu mubah selama gak di bawa nge drug….gak buat nge hujat sesuatu..
    Mending bahas yg bisa bawa rileks gituwww..

    biarkan fenomena alam ini berlalu…

    Kalo dah jadi ajang perdebatan…bs timbul kebencian (biasanya masing2 mempertahankan pendapat nya sendiri)…
    Mending kita bawa kepada hal2 yg membuat kita saling menyayangi….
    *nasehat mode: ON”

    btw…Vedeo linkin park “What i’ve done” mantap tuh……Peace…..
    Hihoihohihohiohio….

  11. @nona manis said…
    Mbaknya yang cantik,

    sebelum mengomentari fatwa haram atau halalnya sesuatu lebih baik dicermati terlebih dahulu,
    jangan percaya satu buah sumber saja,

    woiya..bbener ini saya setuju sama nona manis..lebih baik saya ini banget. saya hanya membiarkan orang lain memutarkan musik untuk saya. tapi saya ngga nyetel musiknya loh. bingung juga mau nutup telinga tapi nanti ga denger dipanggil..ya udah saya membiarkan rekan saya nyetel musik.sekali2 rekues..dan sayangnya sekali dikali ratusan kali, jadi ratusaan..lebiih? hehehehe

  12. @anonymous

    Ente dah tanya belum ama penulisnya, golongan mana dia?

    Silahkan ente baca lagi, dengan kepala dingin tentunya..

    Ane dan kawan-kawan uda pernah tanya hal begitu, sama dia dan kepada rekan-rekan sepahamannya. Eh, komen yang mempertanyakan diapus, bukan dilayani. Itu dengan kepala *yang bagi ane dan kawan-kawan ane* uda cukup dingin. Tak ada maki-maki dan sambil pake icon begini –> :)

    Bung… diantara sahabat sendiri ada silang-sengketa dalam hal-hal yang “BUKAN WAJIB” dan tidak ada rujukan langsung di Quran. Kalo mempertanyakan dianggap salah, betapa kafirnya pula Umar bin Khattab sampe mempertanyakan hukum khamar hingga akhirnya turun kejelasan. Dari ayat yang menyatakan “ada mudharat dan manfaat” ke ayat “jangan dekati shalat dalam keadaan mabuk”, sampai diberi penegasan: HARAM.

    Apa Umar bin Khattab salah? Itu saat Rasul sendiri masih idup. Dan itu ayat. Apalagi ini hadist, yang bisa terdistorsi oleh sejarah dan kepentingan. Orang Syiah bisa putar balik hadist, orang Sunni juga sama. Siapa pun bisa. Makanya, hadist itu masih bisa kita minta penjelasan. Dalam hal musik, saya melihat pada batasan: melalaikan.

    Surat Asy-syuara itu sendiri, apa menyatakan bahwa penyair itu berdosa? Tidak. Tidak ada vonis langsung dan telak seperti itu.

    “…Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan ketetapan…”

    Ingat, ALLAH dan RASUL, bukan RASUL saja. Karena, dalam hal-hal tertentu, pendapat Rasulullah bisa salah. Cobalah cari keterangan tentang beberapa kali Allah menegur beliau, mulai dari saat beliau khilaf meminta kutukan untuk pembunuh Hamzah sampai masalah Perang Khandaq dimana beliau meminta pendapat pasukannya. Masalah-masalah yang demikian, kita masih ada ijtihad. Sepanjang yang jelas-jelas HARAM tidak diHALALkan dan yang HALAL tidak diHARAMkan.

    Jika seandainya Allah dan Rasul-Nya menetapkan nasi itu haram walaupun 1 juta kebaikan di dalamnya, tetap kita wajib untuk menaatiNya! Tetapi Allah Azza Wa Jalla Maha Adil dan dengan hikmah di dalam menetapkan segala perkara.

    Meski Allah itu bersifat Jaiz, dalam artian BEBAS BERKEHENDAK TANPA HARUS MENGINDAHKAN AKAL MANUSIA, tapi Islam itu agama yang logis dan Allah selalu memberi keterangan kenapa dan mengapa Ia melarang atau memerintahkan. Jika memang nasi dilarang, atas nama-Nya saya berani bersaksi bahwa mesti ada sesuatu yang dianggap-Nya baik di sana.

    You know what, nanti mendekati kiamat, perzinahan, alkohol -klo ini mungkin sudah terjadi-, dsb akan dianggap BIASA, seperti anda yang menganggap musik itu biasa

    Oho..! Tentu saja itu sudah terjadi. Lihatlah penyanyi dangdut yang seranjang dengan Mr. Yahya Zaini, bisa melenggang dengan tentang di layar kaca. Kita mendekati umur bumi yang menua, ya!
    Lalu, apakah saya setuju dengan “kebiasaan” itu? Kawann… permasalahannya di sini adalag GENERALISASI.

    Anda menyamakan musik bagi saya itu seperti alkohol dan perzinahan. Lucu, karena saya tidak pernah menganggap bahwa saya akan mati tanpa musik. Jika itu yang anda yakini, katakan hal yang sama pada Deboo, Snada atau Raihan. Meski saya tidak suka nasyid, saya masi respek dengan mereka.

    BTW: saya juga suka kasidah. Haram jugakah musik tentang Azan Subuh yang bikin teringat saat2 bulan ramadhan yang ada dalam kumpulan koleksi saya?

    Kawan, hal-hal khilafiyah begini, jangan sampai menjadi batu sandungan lalu kita seperti orang mencari jarum tapi kapak hilang. Meributkan hal-hal yang kecil, tapi yang wajib lupa….

    *duh, tik… aku jadi kayak ulama kesasar di blogmu :D *

  13. @momon

    hwekekeke…kemarin ak ketemu Madonna ga mau tak panggil tante tuh. diem aja..kata asistennya maunya dipanggil Ses…

    hwekekeke….

  14. hidup tanpa musik adalah sebuah kesalahan… bersyukur deh kita yg nggak cacat lahiriah bisa dengerin musik…
    btw,the beauty of music bisa dilihat dari sini,…
    film,film apa aja…sampe animasi… butuh musik untuk memvisualisasikan sebuah scene…nggak perlu banyak gerakan untuk menjelaskan adegan dalam sebuah film..cukup dengan musik,penonton bisa ngerti kalo adegannya lagi tegang,relax dsb…
    dalam design world ini dinamakan ‘less is more’
    lalu dunia tambah canggih, ada soundtrack film, yg bikin kita bernostalgia sama film yg dr soundtrack film tsb.. film itu berbekas dimemori penonton…
    pernah ntn film bisu seabad yg lalu….
    islam itu udh tersebar sama banyak budaya masa itu yg kadang udh tercampur baur..
    ah nge blog juga bisa haram, karna bikin kita lupa waktu,dsbnya…

  15. @ rahma :
    saya suka perpektif mbak rahma.. ^^

    @ alex :
    lex, jangan galak-galak..
    takut.. :D
    wekekek..

    @ anonimus :
    di kotak comment, ada pilihan buat Other ituh.. jadi bisa ninggalin namanya mas anonimus.. :D

    @ dr :
    kayaknya dah pernah denger ni cerita dari vendy yaaa.. hehe..

    @ momon :
    Madonna banci tanah abang??

    @ bang amrul :
    hehe.. loh?
    saya keseret apa?
    ndak lagi renang ini sayah..

    @ seseorang yang bodoh :
    wuih, ngaku bodoh aja bisa tau saya gini, apalagi kalo nambah pinter, mas.. huhuhu..

    @ idla :
    wuih, jangan nunggu fatwa MUI..
    MUI juga suka ngawur..

    @ rommy :
    rikuwes..rikuwes..
    kuliah dulu..!!
    *loh??*

    @ mariskova :
    wuih, si tante..
    papap nya bikin mabukk???

    @ fian :
    bang fian.. makan dulu gih..

    @ loommy :
    lah, madonna ndak doyan cowok, mas..

  16. @alex

    Coba pake private message..

    >Apalagi ini hadist, yang bisa
    >terdistorsi oleh sejarah dan
    >kepentingan. Orang Syiah bisa
    >putar balik hadist, orang Sunni
    >juga sama.

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr:15)

    Al-quran akan terjaga begitu pula hadits. Mengapa? Karena hadits adalah penjelas dari Al-quran, dan hal ini tidak bisa dipisahkan.

    Berterima kasihlah kepada ulama yang dengan kegigihan mereka memisahkan mana yg sahih dan mana yg lemah.

    >..pula Umar bin Khattab sampe
    >mempertanyakan hukum khamar hingga
    >akhirnya turun kejelasan..

    Bertanya boleh donk, tapi bertanyalah kepada yang tau. Klo ama temen yg ilmunya sendiri gag bisa diandalkan, sama aja bohong, jadinya debat kusir. Coba hubungi ustadz yg kompeten! Jgn lupa minta DALILNYA..ini yg penting.

    >Apa Umar bin Khattab salah? Itu
    >saat Rasul sendiri masih idup. Dan
    >itu ayat.

    Waktu itu rasulullah masih hidup, wahyu masih berlanjut, hukum masih bisa berubah. Sekarang Islam sudah sempurna. Tidak perlu ditambah, diubah atau dikurangi.

    DALILNYA:

    ..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..(Al-Maidah:3)

    Jadi hukum yg tertulis sekarang TIDAK BISA DIUBAH. Daging babi akan tetap haram selama-lamanya, gag akan jadi halal.

    Nah tinggal kitanya, ada hadits SAHIH nih dan BEGINI KATA ULAMA, ente mau denger atau nggak. Kalau nggak itu urusan ente, tp jangan ajak orang lain ikut ente.

    >Ingat, ALLAH dan RASUL, bukan >RASUL saja. Karena, dalam hal-hal >tertentu, pendapat Rasulullah bisa >salah.

    Rasulullah ma’sum, terjaga dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu SELALU diingatkan oleh Allah. Dan hal ini ketika wahyu masih turun, dan sekarang sudah sempurna.

    “kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).yang diajarkan kepadanya oleh (jibril) yang sangat kuat.” (An-Najm:5)

    Jadi pendapat ente itu keliru dan sangat fatal. Astagfirullah.

    >Anda menyamakan musik bagi saya
    >itu seperti alkohol dan
    >perzinahan.

    Itu bukan saya yg menyamakan. Lihat hadits sebelumnya. Kalo ga percaya silahkan buka SAHIH BUKHARI.

    This is my last response. Saya mohon maaf jika ada kata2 yg salah. Semoga anda dan saya diberikan hidayah dan rahmatNya. Aaamin.

    #Tika
    Sori tik. Gw pilih other deh skrg. Tp masih anonymous =P

    Btw, gw saranin jgn menulis soal agama yg kita sendiri blm jelas persoalannya untuk dibaca publik.

    Jika seseorang terjerumus/tersesat karena tulisan kita, maka kita akan mendapatkan “jatah” dosa orang tersebut jg. Begitu pula jika sebaliknya.

    Lebih aman klo kita nulis yg umum2 aja.

    Apalagi yg kita baca itu hadits sahih. Please..Jgn dihina (dengan mengatakan ini halal, padahal HADITS (bukan gw) bilang yg sebaliknya)!

    Islam agama gw. Dan gw gag akan rela agama gw diinjak2 kayak gitu.

  17. @anonymous

    this is my last response too :)

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr:15)

    Al-quran akan terjaga begitu pula hadits. Mengapa? Karena hadits adalah penjelas dari Al-quran, dan hal ini tidak bisa dipisahkan.

    Kita berbeda kalau begitu: Saya menolak menyamakan HADIST itu SAMA dengan QURAN! Kesalahan Fatal! Al-Quran itu dari Allah, yang tidak akan pernah salah, sedangkan hadist, itu dituturkan oleh manusia, yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan. Dan itu anda akui sendiri dalam pernyataan anda ini:
    Berterima kasihlah kepada ulama yang dengan kegigihan mereka memisahkan mana yg sahih dan mana yg lemah.

    See?! Saya tidak mendengar ulama harus memisahkan mana ayat yang sahih dan mana yang tidak. Tapi hadist yang palsu ada ribuan jumlahnya, sehingga Bukhari dan Muslim sendiri membutuhkan waktu untuk menyeleksi.

    Bertanya boleh donk, tapi bertanyalah kepada yang tau. Klo ama temen yg ilmunya sendiri gag bisa diandalkan, sama aja bohong, jadinya debat kusir. Coba hubungi ustadz yg kompeten! Jgn lupa minta DALILNYA..ini yg penting.

    Saya sudah memiliki dalil *ingat, dalam hal musik ini!*, bahwa HAL INI MUBAH dan tidak jatuh pada KEHARAMAN. Bertanya kepada yang tahu? Sudah saya lakukan. Dan dalilnya saya terima. Itu situs syariahonline sendiri, sudah cukup bagi saya, tanpa harus mengatakan pada anda bahwa ini sudah pernah saya pelajari juga di pesantren.

    Waktu itu rasulullah masih hidup, wahyu masih berlanjut, hukum masih bisa berubah. Sekarang Islam sudah sempurna. Tidak perlu ditambah, diubah atau dikurangi.

    DALILNYA:

    ..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..(Al-Maidah:3)

    Anda benar. Dalam hal-hal yang sudah jelas hukumnya di Quran, kita tidak bisa mengubah. Tapi dalam hal-hal yang tidak dinyatakan dengan jelas, ada pintu lain untuk mencari pegangan yang sah menurut Rasulullah sendiri. Anda tentu tahu istilah seperti ‘ijma para ulama dan ijtihad, bukan? Apa ‘ijma para ulama dan ijtihad itu dosa? Tidak.

    Saya tidak mengatakan bahwa Rasulullah tidak maksum. Dalam hal dosa, benar beliau terampuni. Dalam hal nafsu, beliau dijaga. Tapi ingat, beliau manusia. Anda pelajari lagi sebab turunnya surah Abasa (Yang Bermuka Masam): teguran untuk siapa di sana? Untuk Muhammad yang sempat tidak mengacuhkan seorang mukmin karena ia sedang berhadapan dengan pemuka Quraisy. Itu ayat, kawan.

    Dalam ayat yang anda kutip itu, yang dimaksud adalah Quran yang diucapkan Muhammad,dan bukan pendapatnya pribadi. Saat itu bahkan ayat-ayat Quran yang dibawanya dituduh sebagai syair orang gila, atau mantra sihir. Dan itu yang dijelaskan dalam ayat tersebut. Bukan untuk hadist! Saya tidak merasa keliru dengan pernyataan saya diatas. Tanpa kehilangan rasa kagum pada tokoh yang melampaui 100 tokoh terhebat di daftar Michael H. Hart itu, saya menerima fakta bahwa ia manusia yang berdarah, berdaging dan mungkin sekali salah.

    Saya sudah buka itu Sahih Bukhari, apa saya harus mengakui bahwa saya juga sudah buka Sahih Muslim? Hadist-hadist tentang Musik ada beberapa yang sama sahihnya, anda bisa mencari tahu lagi kalau mau.


    This is my last response. Saya mohon maaf jika ada kata2 yg salah. Semoga anda dan saya diberikan hidayah dan rahmatNya. Aaamin.

    Amin ya rabbal ‘alamin.
    Manusia itu punya kelemahan. Dan tentu saja kita berdua. Pada akhirnya, kebenaran itu tetap saja dari Allah datangnya. Tidak ada yang perlu dimohon maaf, kita cuma mencari jalan untuk sama-sama menjaga agama ini tidak lekang dimakan zaman, atau tumbang cuma karena perbedaan “kerikil2 pendapat kecil”.

    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Ali ‘Imran ayat 144)

    Dan… saya akan pegang ucapan Abu Bakar:

    “Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati.”

    Batas antara mencintai dan beriman dengan fanatisme buta itu tipis… :)

    NB: mungkin sekali waktu nanti, kita bisa bertemu dan bicara hal-hal begini dengan tenang sambil menyeruput kopi. Senang bisa berdiskusi begini :)

  18. @tika

    eh, amrul bener loh…
    saya kangen liat postingan tika yang memang tika banget/
    kalo yang begini ini, kali aja diomongin di konperens, ya? :P

    ditunggu postingan lain yang lebih nampak ceriwisnya, tik. tentang skrips… eh, ndak..ndak.. lupain aja :D

  19. nyasar ke sini gara-gara idla yang nyuruh ngasi opini *nunjuk idla*

    well, susah juga. semua tergantung niat khan. kalo aku sih, niat ngedengerin musik cuma buat refreshing. ga ada niat macem-macem. apalagi kalo di tempat kerja. bete banget khan ngeliatin muka orang-orang yang sama tanpa ada selingan. walopun selingannya via kuping sih. bukan via indera penglihatan, hehehehe

    Wallahualam…

  20. @ yang masih anonimus..
    lha kalo masih anonimus ya ndak usah pake Other aja.. huehehe..
    betewe, saya juga muslim loh om/tante anonimus..
    hehe..
    perihal saya mo posting apa nantinya, ya nanti saya pikir-pikir deh..
    kalo cucok ya saya gandeng, kalo ndak cucok ya liat liat ajah..
    begituh..

    @ langit :
    sayah jg kagum inih..
    sampe pusing baca blog sendiri..
    hihi..
    *kabur sblm disambit alex..*

  21. kok pada ngatur ngatur tika mo posting apa sih?
    lha ya terserah tika tho ya.
    postingan ini tu tika aja ndak ngasi opini dia sama sekali kok. lha ya kalo ada yang beropini lebih lanjut, bukan salah tika tho ya.
    *berdiri gagah membela tikabanget*

    halah.. :))

  22. Postingnya dan komen2nya lucu2. Postingannya bikin orang pingin berkomentar, sedangkan komennya ada yang serius, ada yang ngaco, ada yang ga jelas, gado2 abis.
    Jadi keinget kalo aku barusan beli jam weker yang ada radionya dan aku seharian ndengerin radio. Jadi takut dosa nih hehehe

  23. Hihihi.. lucu banget sih org2 disini.. =P

    Komen dikit, bukannya musik bisa jadi media penyebaran ajaran agama ya ? :)

  24. Jangankan Musik, Segala sesuatu yang mendatangkan Mudharat nya lebih banyak kan bisa jatuh haram hukumnya.. contohnya musik/lagu yang liriknya menganjurkan kekerasan, seks bebas, nge drug, memuja syetan dan kemalsiatan lainnya contohnya Teman Tapi Mesra, Jablai, dsb…

  25. itu artikel betul-betul Ruaaarrr Biasaa…!! Sampai saya hampir kehabisan kata-kata untuk mengomentari.

    Dalam hati
    “Bagaimana cara hidup sehari-hari orang ini?”

  26. wah.. nice blog mbak tika..
    pernah denger sih..
    yah.. walau saya pelacur tapi saya kan juga mau belajar..
    katanya memang musik itu haram, tapi saya enggak bakal bisa ninggalin music, kalo mbak tika gimana??

  27. saya bukan muslim tapi kenapa yaa saya itu suka banget ama ajaran Sufi.. suka juga ama buku2nya Cak Nur selalu menyejukan… heheheh maap cuma seklumit dari perjalanan yang belum berakhir…. gak bermagsud ikut campur

  28. TANGGAPAN BUAT TIKABANGET DARI BLOGGER YANG GERAH MEMBACA ARTIKEL DI ATAS:

    Lagi-lagi gara-gara bang Alex. Dia kasi sayah postingan blog ini, dan saya jadi tau kalo ada yang menyatakan bahwa nyanyian dan musik itu haram. Wahh..?? Kok bisa..??

    Kasihan baru denger…tapi tidak mengapa, ini jauh lebih baik drpd orang yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Semoga Allah menunjukimu dan kita semua.

    Sejujurnyah, sayah bisa stress tanpa lagu-lagu mengalun yang nemenin sayah kerja tiap harinya.

    Nah, Anda sendiri telah membuat pengakuan bahwa Anda lebih memilih musik daripada mendengarkan Alquran dan Hadits. Ini bukti benarnya ucapan Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah yang ada di postingan saya:….. 2. Ibnul Qayyim berkata: “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain. Sungguh kami telah membuktikan betapa beratnya Al-Qur`an di hati seorang penyanyi atau pendengarnya dan betapa jemunya mereka terhadap Al-Qur`an. Mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang dibaca oleh pembaca Al-Qur`an, hatinya tertutup dan tidak tergerak sama sekali oleh bacaan tadi. Tetapi apabila mendengar nyanyian mereka segar dan cinta dalam hatinya. Mereka tampaknya lebih mengutamakan suara nyanyian daripada Al-Qur`an.

    perhatikan kalimat Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa dan kalimat Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain.

    Sejujurnyah, sayah juga heran dengan dikau, di awal tulisanmu bilang “Wah…? Kok Bisa….? Ehhhhh, lha kok sekarang membuat pengakuan sendiri. Weleh2x

    Betewe eniwei busway, ada yang bikin saya ngakak berat di halaman postingan tersebut. Salah satu komentar yang bunyinya gini :……Kaezzar

    Saya pun juga terheran-heran dengan komentar si Kaezzar ini, tapi nggak sampai ngakak berat. Malah ngenes dan kasihan.

    Menurut saya, hadits itu salah satu fungsinya bisa dikatakan, aturan Nabi untuk suatu masa, yang blom tentu bisa diterapkan untuk masa dan kondisi masyarakat yang lain.

    Lho, akhirnya gak tahan ikut membual juga. Komentarmu itu sebaiknya direvisi karena menabrak dan melanggar kaidahmu (ucapanmu) sendiri, seperti yang kamu bilang di bagian komentar blogmu:

    Umm.. Sayah bukan ahli agama.. Jadi takut buwat mengomentari lebih lanjut.

    Saudariku, jujurlah pada diri sendiri. Jika kita tidak tahu, bilang tidak tahu dan tahanlah diri untuk berucap. Kemudian, belajarlah untuk tahu. Siapa tahu Diam Itu Adalah Hikmah!

    Antosalafy
    Pondok Gede, 21 Juni 2007

  29. Menurut saya, hadits itu salah satu fungsinya bisa dikatakan, aturan Nabi untuk suatu masa, yang blom tentu bisa diterapkan untuk masa dan kondisi masyarakat yang lain.

    betul bgt tik pendapatmu. dalam ilmu ushul figh yg pernah saya pelajari emang seperti itu… :D

    eh, masalah dalam agama itu kan masalah penafsiran. jadi yg penting dalam beragama itu adalah ngga merasa paling benar sendiri :D

    Hidup Tika
    *oooppss kayak kampanye saja :D

  30. Tika = Queen of blog this month nich..rame euy…hihih..

    Wah, jadi inget artikel buat side A nich…belum sempat dimuat :(

  31. wah, saya baca komentar diatas engga tahu musti bilang apa, campur aduk antara geli dan prihatin. tiap individu punya pendapat tersendiri, dan itu wajar, asal ego-nya engga digunakan untuk saling menyalahkan dan menjelekkan aja.

    kalo pendapat saya pribadi sih, tergantung di dalem pikiran dan hati nurani kita mau ngebawa “sesuatu” itu ke arah mana, hitam atau putih ?. kalo dibawa ke putih ya hasilnya baek.. kalo dibawa ke hitam ya tau sendiri..

    btw, postingannya menarik untuk dikaji tik’.

  32. berarti gag boleh punya hape dunk, ringtone nya kan musik ?
    ya udah, hapemu buwat aku aja tik

    * jadi ingat diskusi kayak gini pas bareng Gus Wi + Cak Nun *

  33. OK, kesimpulan saya terhadap orang – orang yang berkomentar disini…

    Orang bodoh itu ternyata orang yang mengaku dirinya pintar, dengan mendakwahi orang.

    Orang bodoh itu ternyata yang hobinya berbicara keras terhadap orang disekitarnya.

    May I guess…?

  34. btw emang fatwa haram itu bisa netral? itu pan cuman mewakili kebencian dan ketidaksetujuan seseorang terhadap kelompok tertentu saja. jadi jangan didengerin lah bikin pusing aja ntar

  35. saya gemes banget soal2 ginian selalu jadi masalah panjang. barusan di kampung saya (hampir tiap kali pengajian mingguan) ribut mbahas tahlilan melulu.. (padahal brin&page udah punya visi meng-google otak dan DNA! tapi kita???)

    kapan umat islam mau maju???

    agama itu bak cahaya di gulita kegelapan.. kalo orang jujur dg nurani, pasti kita akan menuju cahaya itu
    ndak usah dipaksa2 (la ikraha fiddin)
    kalo orang punya penafsiran sendiri toh dia yang menanggung nya kalo tyt salah (hanya Tuhan yg tahu siapa yg salah ato benar)

  36. Saya sedih sekali membaca postingan2 di blog ini…

    Alloh dan rasulullah benar2 dilecehkan, dijadikan lelucon semaunya sendiri.

    syariat agamaku dimaki habis2an tanpa ilmu sama sekali…

    Mudah-mudahan Alloh memberi petunjuk pada saya, pemilik blog dan musuh-musuh Alloh di blog ini agar segera kembali kepada kebenaran.

    untuk mbak Tika, umur saya nggak jauh di bawah anda, tapi gimana ya

    Mungkin lebih baik mbak tika nutup blog ini, karena banyak dijadikan sarana buat menghina ISLAM.

    Sekian!!!

    Takutlah pada Alloh!!!
    Takutlah pada Alloh!!!
    Takutlah pada Alloh!!!

  37. @anonymous

    saya juga berdoa kepada Allah agar jumlah muslim yang bawa-bawa nama Allah karena kekerdilan jiwanya sendiri, juga dikurangi di muka bumi ini.

    itu bisa termasuk saya, anda dan tika, mungkin. Biar hak prerogatif Allah yang bicara.

    Btw… Allah itu bukan milik anda sendiri, hingga saya tak boleh berdoa pada-Nya, kan?

  38. Wahh..yo piye yo mbak..jane ki aku bingung. Tau lagunya Delon yg dunia tanpa lagu itu g? Terus kalo lagi ada konser itu kan tergantung yg nonton juga kali ya..wis ndak bawa karcis,mlebune nyrodok2, gek mambu ciu,kan kasian kami para panitia..
    Mbak tika,blog jgn ditutup ya..

  39. Case Closed

    biarlah masing2 punya pendapat dan tidak usah dipertetangkan.

    moderator here *sambil mendengarkan Cat steven/ M Yusuf Islam-Morning has Broken”

  40. ooo ppooooo ki..

    mbahas dan padu masaalah rapenting..

    sik haram yo rasah ngerungoke,

    sik ra haram yo jingkrak2…

    otreee? :P

  41. loh blog ini ndak jadi di bredel atas nama Allah ya ? gpp tik gw percaya Tuhan punya selera humor kok

    * “hi Tuhan!” cengir2 trus ngakak *

  42. halo tika! (nama kita sama :D)

    benernya setelah saya baca kali kedua, postingannya tika ini sama sekali ndak mengomentari kalimat , “nyanyian dan musik itu haram. “

    yg kontroversial mungkin justru kalimat tika yg setelah itu, “Menurut saya, hadits itu salah satu fungsinya bisa dikatakan, aturan Nabi untuk suatu masa, yang blom tentu bisa diterapkan untuk masa dan kondisi masyarakat yang lain.”

    mungkin lain kali, (kita semua para blogger) ga ada salahnya untuk lbh berhati-hati memilih bahan postingan.

    yg tika angkat ini (dipostingannya) jelas berkaitan dengan isu SARA, walo tika tidak mengomentari apapun, hanya meng-quote paragraf dari sumber lain.

    saya ga bermaksud mengatur tika, dia mau posting ttg apa, oh jelas itu bukan hak saya.

    kecuali kalo emang sudah siap untuk berdebat ato menerima komentar2 pedas, yah..postingan seperti ini (mungkin) emang bisa berguna buat kita semua.

  43. @ tika juga…

    ^^
    hehe.. seperti yang bisa diliat, sayah kalem kalem aja kok.. ^^

    apapun efek yang terjadi setelah postingan itu dibaca orang lain, itu adalah resiko.. ^^

  44. menyedihkan baca komentar2nya…

    ada yang ngotot abiz! padahal lagi ngebilangin orang lain untuk berkomentar dengan kepala dingin =) lhah? kepalanya sendiri dingin gak?
    ato malah udah beku karena merasa udah paling bener sendiri?

    just… think if you are one of those persons who is not “Islam”… apalagi kalau mereka adalah yang tidak senang dengan Islam, atau mungkin sedang ingin membuktikan apakah Islam benar adalah agama yang benar…

    kira2 apa pendapatmu?
    apakah kamu mau berada diantara orang2 yang mengaku sama2 Islam tapi jauh dari rasa saling menyayangi?
    apakah kamu tidak malah menjadi senang dan tertawa terbahak2 karena membaca komen2 ini? dan dengan sinisnya berkomentar… “ternyata Islam itu begini…”

    agama itu soal hati… apa kata hatimu? bagaimana hatimu? baikkah? burukkah?
    yah… sorry to say… seperti itulah artinya pengertianmu tentang agamamu…

    To: Tika, hai,nyasar kesini nih! salam kenal ya… can’t help it! baca komennya jadi pengen komen juga :D

  45. 1.
    Hati-hati dunk saat komen, jangan sampai kamu malahan merendahkan ISLAM agamamu sendiri, dan jangan sampai semua yang ada disini dijadikan senjata oleh orang-orang yg membenci ISLAM.

    2.
    Segala sesuatu yg tdk bermanfaat suatu saat bisa menjadi bumerang bagi dirimu sendiri….

    3.
    Yg jelas… Yang sudah ditutup hatinya oleh ALLAH maka siapapun gak akan bisa membukanya, so ngabis2in enerji aja kali.

    Hanya saja dakwah itu tetep mutlak harus disampaikan.. terlepas yg diberi dakwah manut or semaput…

    4.
    Hati-hati juga buat tikabanget ;p
    sepertinya tika masih terlalu ijo u/ ngurusin hal-hal beginian, mending bertanya pada ahlinya aja tik….. dan mudah2an sering ikut liqoat ama halaqoh, menimba ilmu yg banyak di tempat yg benar, dgn hati yg jernih juga.

    5.
    salam buat semuanya….

    6.
    Semoga keimananku makin bertambah, dengan semakin banyak bertemu orang2 yg bisa membimbingku

  46. eh eh nemu link kesini dari blognya tyka (the other tika), heheheee haibat bin dahsyat! pelajaran yg bisa diambil dari posting ini adalah cara jitu ndongkrak rating :D seminggu sekali posting material beginian bisa2 pageranknya jadi sebelas tik hahaha… LOL!

  47. Takutlah pada Allah!
    Takutlah pada Allah!!
    Takutlah pada Allah!!!

    Tik!!
    Tikaaa!!!
    HEY TIKAAA!!!

    TAKUTLAH TIK!! TAKUTLAH PADA ALLAH!!!

    TIK!!! LU DENGER GA SIH!!!

    Tik, please dong, takut kenapa??
    Takutlah tik!!
    Tik??

    Tika? Takutlah tik… please?!?

  48. @mas Alex
    aku ngga akan terima kalo kalau rosul disalahkan kalo bisa salah berarti kemungkinan gerakan sholat dan puasa itu salah karena itu semua dari hadist. anda mau mengetahui tentang ALLAh dari mana Mas Alex. ya rosul memang pernah ditegur dengan ALLAh beberapa kali karena pernah salah tetapi tentu Allah tentu ga mau wakilnya didunia melakukan terus menerus salah dia akan langsung menegurnya sehingga ajarannya tetap murni Ingat ALLah Maha Sempurna. kalo menciptakan ajaran dan wakilnya aja dibumi aja ga sempurna. dia bukan Maha Sempurna lagi.
    kedua menggunakan Hadist itu ngga sekedar diterjemahkan langsung tetapi juga memikirkan berbagai aspek misalnya Asbabul wurudz-nya bukan berarti karena ngga cocok dengan cara hidup kita lalu menyalahkan hadist dan Rosul ga bisa seperti itu mas. itu yang aku tangkep dari kata kata mas. harus dipikirkan dalam hal ini aku juga dengerin musik ada berbagai penafsiran terhadap masalahnya. menurutku yang salah itu ga sholat.
    mas Alex kalo mas mau mempertanyakan kebenaran rosul sama aja mas mempertanyakan kebenaran Islam. selain itu mas Ijtihad dan ijma ga boleh lebih dari Alqur’an dan al hadist. jadi para ulama itu ga berpikir tanpa pegangan hadist dan Al Qur’an.
    ketiga mas alex kalo mas cuma sekedar kagum nabi Muhammad mas perlu pikir keislaman mas. aku ga bilang kafir lo aku cuma bilang pikir. mas karena kata kata syahadat Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah. sedangkan para sahabat dulu memanggil dengan “wahai yang lebih aku cintai ayah dan ibuku” aku ngutip dari buku Muhammad.
    yang keempat kalo menemukan perbedaan pendapat misalnya musik jangan langsung menyalah hadist tetapi perlu dikaji. kenapa bisa keluar hadist itu.

  49. @edwin

    Oh yaa… rite!
    another HASTY GENERALIZATION, eh? :-"

    just keep this: right or wrong is right or wrong… to me.

    But anyway, thanx for the critics :)

  50. aku ngga merasa terburu buru aku cuma mau berusaha meluruskan yang menurutku benar. tetapi aku ga yakin aku benar karena kebenaran mutlak itu di tangan Allah Azza Wa Jalla. dan kita memiliki perbedaan cara pikir itu aja. kalo mas Alex yakin mas alex benar, silakan.
    selain itu aku cuma mau membela Nabi Muhammad. aku terlalu sayang dengan beliau.

  51. Jadi halal ato haram ??
    Shalawat nabi juga dinyanyiin, dikasi musik juga.
    Asmaul Husna juga dinyanyiin, dikasi musik juga.
    Semua itu biar gampang ngapalinnya.
    Jadi halal ato haram ??

  52. baru tahu ada beginian…
    hmmm…

    hmmm..

    hmmm…

    (manggut2 sambil dengerin MUSIK CHRISYE “Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada”…)

  53. Sebenernya asbabul wurudnya dr hadits itu apa si…kenapa ya musik itu dibilang haram…?

    Maklum masih anak bawang dalam masalah agama

    Wassalam

  54. monggo permisi ikutan comment yo bu’ ne tika ….
    ditilik dari sejarahnya nyanyian dan musik adalah evolusi dari suara itu sendiri. pada awalanya hanya ada suara tanpa makna, lalu suara itu terkait dengan emosi. seiring berkembangnya kecerdasan suara digunakan untuk melambangkan benda-benda. kelompok manusia berkembang menjadi desa dan kota dan terus menjadi bentuk standar yang dipakai semua orang. menjadi bahasa. dari mereka yang berbahasa ada yang berbahasa dengan mengalun dan indah. maka dia berpuisi. dan teori berpuisi berkembang menjadi teori musik. dan monotonik (suara saja) dilengkapi dengan poliponik. jadilah nyanian dan musik. islam datang dan berkembang ditengah antara puisi dan musik poliponik.
    menilik haram halalnya, saya seh yakin se yuakin yuakinnya kalo musik itu halal. karena dalam islam sendiri penuh dengan musik. azan adalah musik karena didalamnya ada ritme. dan membaca qur’an juga ada ketukan dalam menerapkan tajwidnya. jadi jelas musik itu intrisik dalam islam. mengenai dalilnya banyak site yang justru menjelaskan secara gamblang menghalalkan musik dalam islam. coba googling dulu. yang jelas seh aku suka banget dengerin nasyid, lagu bersyairkan islam, dan shalawatannya wali songo. dan menurut aku sangat membantu dalam memahami dan mendalami islam. yang jelas ambil baiknya saja. rahmatan lil alamin. kalo sebagai ummat sering berdoa, rajin sholat dan puasa, sedekah dan berzakat, bisa baca qur’an meskipun sedikit-sedikit plus dan paling tidak 9 dari 10 orang mengganggap anda baik dan tulus maka waktunya belajar mempercayai hati. jika nyanyian dan music meningkatkan kedekatan kita pada Allah maka lebih bijaksana jika kita menghalalkannya, amin ya rabbal alamin.

  55. Musik haram atau halal…?
    yang gw perhatiin pada gk mau kalah karena punya dalil masing-masing..
    sama aja sama tahlil ada yang bilang boleh ada yang bilang bid’ah.. kedua-duanya sama-sama punya dalil…
    jadi pasti gk ada titik temunya, tapi gw cuma mo bilang klo aturan hukum Islam itu ada 3 tahapan :
    1. Al-quran
    2. Al-Hadist
    3. Hasil itjihad
    yang ke tiga dapat berbeda argumen, tapi salah atau benarnya hasil itjihad tersebut tetep dapat pahala kan…?
    Jadi kenapa kita mesti membesar-besarkan perbedaan….?
    yang penting kita harus punya tujuan yang sama yaitu menegakan Islam dimana kita berada….
    wong para Imam itu gk merhatiin tiap detik prilaku Rasul kita tercinta Muhammad SAW kok.. jadi makanya pendapatnya bisa beda…
    Ayo bersatu…
    he..he…

  56. BaGi GuA……..

    ORANG YANG MENGANGAP MUSIK ITU HARAM ADALAH ORANG YANG MUNAFIK….

    KARNA TAMPA MEREKA SADARI….HIDUP MEREKA SELALU DI IRINGI MUSIK/NADA…

    MENURUT GW HIDUP ADALAH ALUNAN NADA…

    DIMANA ADA..RITME,JIWA,DAN ESA…..

  57. SuaRaa AdZan ADALAH MUSIK/NADA

    TeRasa InDah MeNdEnGaR Dan meReSaPiNya….

    BaHkan Bisa BuAt Gw seLaLu NaNgIs….

    BeTaPa BeSaRnYa KuaSaMu Ya ALLAH…

  58. Saya sepakat kalau Sumber hukum ada 3 :
    1. Al-Quran
    2. Al-Hadits
    3. Ijtihad

    Permasalahannya, ijtihad hanya berlaku untuk hal-hal yang belum ada dalil yang menjelaskan secara terperinci. Akan tetapi dari Al-Quran maupun Al-Hadits sudah ada dalil yang menyebutkan kalau musik haram, kalau haditsnya berikut ini :

    Disebutkan dalam Shahih Bukhari rahimahullah, beliau berkata : telah berkata Hisyam bin Ammar (ia berkata) : telah menceritakan kepada kami Shidqah bin Khalid, kemudian beliau menyebutkan sanadnya hingga Abi Malik Al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan ada kaum yang pergi ke tepi bukit yang tinggi, lalu para pengembala dengan kambingnya menggunjingi mereka, lantas mereka di datangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari’. Kemudian pada malam harinya Allah membinasakan mereka dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka, sedang yang lain (yang tidak binasa) diubah wajahnya menjadi monyet dan babi sampai hari kiamat”.[Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Maa Jaa-a fi Man Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].

    Kalau udah jelas dalil, tinggal KITA MAU GA NURUT?
    Kalau kita ambil kesimpulan dulu baru cari dalil ya susah, semuanya bakal diarah-arahin, contoh : kita ga pengin berhenti dengerin musik, ya dalil dan fatwa yang dibaca (atau bahkan yang diyakini) ya yang searah. Dulu saya juga pemain band, tapi karena tahu hadits ini sahih, ya saya tunduk.

    pertanyaanya saya ulang lagi untuk menekankan

    KALAU UDAH ADA DALIL YANG SAHIH, KITA MAU NURUT GA?

  59. menurut saya lagu tetap haram :D karena saya jadi suka banyak denger lagu dan maen2. suka kebawa lirik lagu melow dan nangis2 sendiri. atau jungkrak2 sendiri kayak kurang kerjaan. jadi pengen seneng2 terus. saya jadi (agak) gila. *halah halah lebay banget*

    baiklah, ini hanya pendapat. bukan tidak mengenal musik, tapi jaga jarak deh yuk.

  60. Wahai saudaraku apabila telah datang sebuah hadits shahih dari Rasulullah ttg haramnya musik lebih baik ditaati daripada anda mendapat azab atau cobaan didunia atau akhirat.

  61. Pingback: NICK
  62. Pingback: hhjyr
  63. Pingback: htrgfd
  64. MUSIK ITU HARAM………sdh jelas dn PASTI..,,HADIST yg diperlihtkn ANYMOUS…itu shahih, sdh mnjd kespktn pra ulma yg berjln dits al Qur’an dn As sunnah…jdi kaLIan yg tetp menentng, tetp menyombonkan diri,,bhwa musik itu tdak haram..sy srankan silhkn menuntut ilmu agma, mencri kbnrn yg pastinya kebnrn itu dtngya dr al qur’an dn as sunnah….,,,dripda ikut berkomentr asl aslan sdngkn tdk thu apa2, tdk punya dsar, hx mndhulukn nafsu….hey hey…berbcra tnp ilmu..itu tdk ada gnax lohhhh…ingat musik itu HARAM…Siapa yg mengharamkan???????Allah Subhanahu wata’ala….
    jangn smakan antara nasi, kue, motor, laptop, tv dsb…dengan MUsik..klw nasi dkk itu hukum aslnya memang boleh…sensainya nasi itu diharamkan Allah …misalx yah…mka qta mau apa ya memang haram tpi nggk ada kan ayat maupun hdist yg mengtkn nasi itu haram..nah kalw MUSIK jelas keharamannya….kn ada dalilnya….shahih lgi,,,,jdi nggak usah Sombong kalian…ktanya hidup tanpa musik itu gak enak bukankah qta punya Alqur’an….klw mau semangt, mau tenang..ya bca alqur’an bukn denger musik…

    eh stu lgi…tau gak nyanyian itu identik bget dngn ibadahx orng nasrani…iyalh merek ibdh paki nyanyi2….mng orng islam kyk ghtu jg ..ya enggklah,,,yg ada mlah tmbh ggk husyu’ qtnya…
    jngn tasyabbuh ya ..ada loh larangannya ” brang siapa yg menyerupai suatu kaum, mka dia termasuk dlm golngan kaum trsbt”,,,,,,hmmmmmmmmm…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *