Saya yang Bodoh ituh..

Hehe.. Sayah ndak nyangka, postingan kemaren itu bahasannya jadi melebar kemana-mana. Niyat sayah pada mulanya ndak macem-macem, cuma bingung sama generalisir tentang haramnya musik dan nyanyian. Karena kalo kata temen sayah, yang namanya musik itu intinya adalah bunyi-bunyian apapun bentuknya, ndak peduli bernada atau gak.

Adzan sendiri adalah alunan suara. Kalo guru ngaji sayah ituh duluh pernah berpesan :

“Mengajilah seperti alunan nyanyian yang indah”.

*ha..?? Tika ngaji….???*

Sayah memang muslim yang kalo mo dibilang pendosa, yaaa.. emang banyak dosa gituh sayah.. Wekekekk.. Ngaku kalo ituh..

Ada satu quote yang saya pegang sampai sekarang. Dulu, guru agama saya di SMA, Pak Hamid namanya, pernah berpesan pada kami murid-murid beliau.

“Kalau suatu ajaran menolak dan membatasi kamu buat berpikir dan mengkritisi ajaran itu sendiri, brarti ajaran itu layak diragukan. Karena agama yang rahmatan lil alamin itu selayaknya bisa menampung aspirasi dari umatnya.”

Kepada sang Anynomous, bang Alex, dan bang Antosalafy yang sudah rela dan berbaik hati berpanjang kali lebar kali tinggi menjelaskan segala sesuatunya, terima kasih dari sayah yang papa dalam ilmu ini karena sudah mengajarken macem-macem dan komentar macem-macem pula.. Begituh..

Sayah masi inget banget dulu, pernah ada yang ngomong ke sayah dengan kata-kata yang meneduhkan.

“Islam itu ndak rumit, Nduk. Allah itu ndak sulit. Semua tergantung dari niyatmu semata, Nduk..”

Al-Quran sekalipun, kalo dipegang oleh orang yang berniat ndak bener, ya jadinya ndak bener. Pisau, kalo dipegang sama koki yang emang niat mo masak, ya jadinya masakan. Babi yang diharamkan pun, kalo niyatnya buwat pengobatan, bisa jadi hal yang banyak manfaatnya. Masing-masing tergantung dari niyatnya. Dan sayah percaya, bahwa ndak ada satupun hal di dunia ini, yang tentunya diciptakan oleh Allah, yang ndak ada gunanya.

Kalo kata si Pakdhe, berbual-bual itu artinya bercakap-cakap.
Kalo kata si Donceh, bicara tentang yang pasti-pasti itu brarti bicara tentang matematika.
Kalo kata temen sayah yang satu ini, antum salamun..

*ngomong apa tho sih, Tik..?? Tumben sopan..*

38 comments on “Saya yang Bodoh ituh..

  1. tik..tik.. Jimmy malah tambah engga ngarti neh .. apa jimmy golongan setan yah ..xiixixi.. takut ah .. mang tika pernah sekolah yah .. baru tahu sayah.. ya udah deh tik.. mending kita berkaca pada diri kita .. hayah.. just be a good person .. amin

  2. looo…looo… kok judulnya membodohkan diri sendiri ??? jangan sekali-kali membodohkan diri sendiri sebab (alias because) akan membuat otak merekam apa yang kita bicarakan.

    Ntar klo kamu bodoh bener gimana ??

  3. hehe. intinya sih sebenrnya saling menghargai. kalo ada orang bilang musik itu haram, ya udah. hargai aja pendapatnya (sambil tetep denger musik di rumah).

    masalah di masyarakat kita, imho, kurangya pernghargaan atas pendapat.

    yang bilang musik haram juga harus menghargai orang yang demen musik. toh, pahala dia atas anjuran dan dakwahnya sudah dicatat sebagai amal baik.

  4. 1. Siapa bilang melebar ke mana-mana? Bahasan masih seputar “pengejekanmu” yang nggak terima soal haramnya musik kok. Kalau kamu, bingung…baca artikelnya baik-baik, kemudian cermati dalil-dalilnya. Dalilnya dari Alquran dan hadits dengan penjelasan para ulama. Dan ingat, bukan dalih-dalih manusia yang menuruti hawa nafsunya, kalau sesuai nafsunya diterima, kalau nggak cocok dibuang dan diinjak meski itu ayat Allah dan sabda Rasulullah.

    2. Ada yang ngomong: “Sayah memang muslim yang kalo mo dibilang pendosa yaaa.. emang banyak dosa gituh sayah.. Wekekekk..Nagaku kalo ituh..”

    Subhanallah! Baru tahu ada orang banyak dosa itu malah ketawa wekekekk dan bukannya istighfar mohon ampunan sama Allah. Heran saya.

    3. Ada yang ngomong lagi: “Dulu, guru agama saya di SMA, Pak Hamid namanya, pernah berpesan pada kami murid-murid beliau. “Kalau suatu ajaran menolak dan membatasi kamu buat berpikir dan mengkritisi ajaran itu sendiri, brarti ajaran itu layak diragukan….dst.”

    Masya Allah! Omongan guru ngigau kayak gini dipegang sampai sekarang, sedangkan Alquran dan Hadits malah dijadikan bahan celaan.

    4. Ada yang ngomong lagi: “Saya masih inget banget dulu, pernah ada yang ngomong ke sayah dengan kata-kata yang meneduhkan. “Islam itu ndak rumit, Nduk. Allah itu ndak sulit. Semua tergantung dari niatmu semata, Nduk..”

    Memang betul Islam itu mudah, asal kita mau belajar. Tapi, ada saja yang malas belajar dan lebih senang mantengin televisi pada channel musik, belum puas…kuping pun distel buat konsen dengar musik. Maka tidak heran jika “dulu pernah ada yang ngomong ke sana–entah manusia, jin, atau makhluk halus lainnya, kita gak tahu–dengan kata yang meneduhkan. Cuihhh. Meneduhkan. [http://antosalafy.wordpress.com/2007/05/18/yang-penting-niat-cukupkah-itu/]

    5. Ada yang ngaku: “Al-Quran sekalipun, kalo dipegang oleh orang yang berniat ndak benar, ya jadinya ndak bener…dst.”

    Makanya, jika belajarlah menata niat yang baik dan sesuai petunjuk nabi agar Alquran bisa masuk ke telingamu dan meresap ke sanubarimu. Kelihatan, kan, benang merahnya bahwa musik itu nggak ada manfaatnya buat diri kau. Bikin beku hati dan tumpul otak.

    6. Diam Adalah Hikmah! Ini lebih baik ketimbang ngomong nggak karuan yang intinya menolak kebenaran yang disampaikan. Maka ada orang yang siap membantahnya.

    Yang Faqir di hadapan Rabbi,

    Antosalafy

  5. 1. Siapa bilang melebar ke mana-mana? Bahasan masih seputar “pengejekanmu” yang nggak terima soal haramnya musik kok. Kalau kamu, bingung…baca artikelnya baik-baik, kemudian cermati dalil-dalilnya. Dalilnya dari Alquran dan hadits dengan penjelasan para ulama. Dan ingat, bukan dalih-dalih manusia yang menuruti hawa nafsunya, kalau sesuai nafsunya diterima, kalau nggak cocok dibuang dan diinjak-INJAK meski itu ayat Allah dan sabda Rasulullah.

    2. Ada yang ngomong: “Sayah memang muslim yang kalo mo dibilang pendosa yaaa.. emang banyak dosa gituh sayah.. Wekekekk..Nagaku kalo ituh..”

    Subhanallah! Baru tahu ada orang YANG banyak dosa malah ketawa NGAKAK wekekekk dan bukannya istighfar mohon ampunan sama Allah. Heran saya.

    3. Ada yang ngomong lagi: “Dulu, guru agama saya di SMA, Pak Hamid namanya, pernah berpesan pada kami murid-murid beliau. “Kalau suatu ajaran menolak dan membatasi kamu buat berpikir dan mengkritisi ajaran itu sendiri, brarti ajaran itu layak diragukan….dst.”

    Masya Allah! Omongan guru ngigau kayak gini dipegang sampai sekarang, sedangkan Alquran dan Hadits malah dijadikan bahan celaan.

    Lalu, kalau ada yang nanya, “ngigaunya di mana?”, maka dijawab: “Belajarlah! Nanti kamu akan tahu. Dan jangan buru-buru berkomentar terhadap bidang ilmu yang kamu tidak tahu. Tahanlah! Ini wanti-wanti saya pada komentar yang pertama, tetapi kayaknya nggak digubris!

    4. Ada yang ngomong lagi: “Saya masih inget banget dulu, pernah ada yang ngomong ke sayah dengan kata-kata yang meneduhkan. “Islam itu ndak rumit, Nduk. Allah itu ndak sulit. Semua tergantung dari niatmu semata, Nduk..”

    Memang betul Islam itu mudah, asal kita mau belajar. Tapi, ada saja yang malas belajar dan lebih senang mantengin televisi pada channel musik, belum puas…kuping pun distel buat konsen dengar musik. Maka tidak heran jika “dulu pernah ada yang ngomong ke sana–entah manusia, jin, atau makhluk halus lainnya, kita gak tahu–dengan kata yang meneduhkan. Cuihhh. SEPERTI INI DIBILANG DAN DIANGGAPNYA Meneduhkan. [http://antosalafy.wordpress.com/2007/05/18/yang-penting-niat-cukupkah-itu/]

    5. Ada yang ngaku: “Al-Quran sekalipun, kalo dipegang oleh orang yang berniat ndak benar, ya jadinya ndak bener…dst.”

    Makanya, belajarlah menata niat yang baik dan sesuai petunjuk nabi agar Alquran DAN SUNNAH bisa masuk ke telingamu dan meresap ke sanubarimu DAN DIAMALKAN DENGAN IKHLAS. Kelihatan, kan, benang merahnya bahwa musik itu nggak ada manfaatnya buat diri kau. Bikin beku hati dan tumpul otak.

    6. Diam Adalah Hikmah! Ini lebih baik ketimbang ngomong nggak karuan yang intinya menolak kebenaran yang disampaikan. Maka AKAN ada orang yang siap membantahnya.

    Yang Faqir di hadapan Rabbi,

    Antosalafy

  6. Hmmm…udah lah….
    Gak usah diteruskan…
    Kamu dah benar Tika….org yg mengaku bodoh itu
    adalah org2 yg berjiwa besar….
    Teruskan pencarian akan kebenaran….
    Suatu saat kamuh akan menemukan nya….

    Kepada sodara Anto saya cuma bertanya sedikit..
    Napa komen saya (3 komen) gak di muat…??
    Kayak nya komen saya…blom disamak yah..??
    Sehingga gak bisa dimuat….

    Kalo anda dengan stap anda menggap music itu haram….maka jangan lah memaksa org tuk bs masuk kedalam jaringan kalian….
    Karena ini adalah “khilafiyah”….dan masing2 org punya hujjah tersendiri….

    Saya sedikit menjelaskan bahwa tika tidak bermaksud tuk mengejek….akan tetapi ini disebabkan bahasa yg digunakan adalah bahasa gaul….yg emank sebenarnya kurang pas buat lingkungan agama yg sedikit formal.

    Dan saya juga sedikit mengkritik anda sodara anto salafy….bahwa dalam membantah org tua seperti gurunya tika agar juga menggunakan bahasa yg sopan…hal ini dikarenakan ada sendiri blom pernah berjumpa dengan beliau, jadi jangan terburu2 memvonis org.

    Sekian terima kaseh

    tertanda Abi Nasywa
    (Juru bicara tika wilayah Sumatera)

  7. eh.. maap ye.. rada oot
    *makanya dikasih tag oot*

    [oot]
    bicara tentang ‘bodoh’, mbak tika ga pengen bikin postingan 10 blogger dudul? :D
    [/oot]

  8. kalo menurut ana mah melihat dari segi apa pendekatan pemikiran yg dipake dasarnya.. kayaknya bakal suasah nyambungnya deh kalo pendekatan yg dipake berbeda,,
    tp justru kerennya gara2 berbeda itu.. Apapun pendapatnya yg penting minumnya tetep Teh Gelas.. haha..
    Salutte buat semuanya deh..
    Mas anonymous yg bijak coba kasih comment ke blog saya.. kelihatannya anda sosok yg menarik.. makaci..

  9. we e e e….bahasan di wordpress.com ko merambat ke blogspot yah :D wkwkwkw….

    jadi saya seorang pendosa juga dong?lha wong saya cari duit dari ngeband je :p weh…ben…saya malah setuju dengan apa katanya pak gurunya Tika..jangan cuma jadi katak dalam tempurung.

    no offense loh dab..

    *saya ga annonymous*

  10. Hehehe, kasak-kusuknya WordPress bocor kemari…

    Masih banyak ya manusia yang susah menerima perbedaan.

    Kalau saya sih setelah belajar dan belajar sudah yakin bahwa musik itu halal. Bisa saja sih perang dalil (ini ‘kan kasus distorsi hadist yang sudah klasik), tapi yang dapat nanti cuma ributnya thok. Banyak yang udah keukeuh sih :)

    Jadi gini, saya yakin kalau musik itu halal. Kalau ternyata di akhirat nanti saya mesti dipanggang di neraka karena rupanya Tuhan itu kurang senang sama musik, ya udahlah, take it like a man :P

  11. Ngomongin agama adalah sesuatu yang sangat sensitif. Kalo menurut saya sih, kita gak usah men-judge seseorang tentang keimanannya. Biarlah itu jadi urusan dia dengan tuhan.
    Jika kita menilai diri kita lebih baik dari seseorang, bisa saja dimata tuhan berbeda.

  12. @ ujo butabuti
    album lagu religi. jadi kalau bilang lagu itu dosa, berarti para ulama maupun ustadz/ustadzah yang bernyanyi juga para pendosa?? aneh… :-?
    *satir mode ON*

    btw saya ini perempuan lho…bukan mas-mas :D

  13. eh..maap…sebenernya komen itu ditujukan buat yang merasa lagu itu haram. buat saya sendiri, lagu itu halal. soalnya saya sendiri bekerja sebagai pengajar musik. apakah saya mengajarkan dosa??

  14. Tik… Tik… dikata juga apa? Sia-sia sebenarnya diskusi dengan orang yang sudah terlalu yakin dengan kebenaran menurut versinya.

    Nggak jadi masalah, Tik. Anggap saja sampah. Selama tidak menghalalkan kita punya darah dan hak untuk hidup dan meyakini apa yang kita yakini, biarkan sajalah.

    Eh, komen di blog ‘abu-abu’ itu ditolak, ya? Huehuehue… ndak bakal mau mereka-mereka berdialog dengan komen yang belum disamak sampai lebih suci dari anjing…

    *ketawa ala iblis maksum*

  15. tika, lagu itu haram emang…….

    klo isinya memaki-maki dan menyebut anggota badan yang harus di tutupi…

    he.he..he..he

  16. ehhmm.. jadi penasaran, kalau bang rhoma baca postingan ini dia pilih yg mana ya ? musik itu halal atau haram… hihihi…

    *sambil bersiul-siul… * ups… :p

  17. lagi-lagi saya geli dan prihatin melihat komentar-komentarnya…

    tanya Gus Dur aja tik’ yg education background-nya jelas dan engga diragukan tentang hal ini… gitu aja kok reeepoottt… (maap Gus, pinjem kata-katanya).

    wes ‘rek, dilereni ae sakdurunge tambah ribut gak karuan, ganti topik tik’…

  18. @ fahmi :
    sayah punyanyah seleb panu, koh fahmi..

    @ aninomus (Antosalafy) :
    sebenernya konteks postingan sayah lebih ke bertanya. Terimakasih atas pembelajarannya.

    @ amrul :
    weks.. juru bicara sayah? Sayah ndak bisa nggaji loh, bang amrul..

  19. Orang-orang yang mengharamkan musik adalah orang yang jiwanya kering dan Egois terhadap Tuhanya…angin bertiup adalah alunan musik yang indah…Musik bisa mengeraskan dan hati dan melembutkan jiwa. tentu saya setuju musik itu haram jika itu membangkitkan nafsu birahi contohnya musik uhk ahk uhk aaaaaaaaakh he he, atau denger musik sambil menjelek2kan bapak2 yang lewat, mendengarkan musik samil minum khamer dll. itu mungkin haram.

  20. Orang-orang yang mengharamkan musik adalah orang yang jiwanya kering dan Egois terhadap Tuhanya…angin bertiup adalah alunan musik yang indah…Musik bisa mengeraskan dan hati dan melembutkan jiwa. tentu saya setuju musik itu haram jika itu membangkitkan nafsu birahi contohnya musik uhk ahk uhk aaaaaaaaakh he he, atau denger musik sambil menjelek2kan bapak2 yang lewat, mendengarkan musik samil minum khamer dll. itu mungkin haram.

    bagaimana kalau mendengarkan musik sambil dzikir,sambil menyayang anak,Istri dan orang tua, mendengar musik sambil nganji, mendengar musik sambil ngasih duit infak dll…ini halal kan..

    HEMH>>>>>>> TO Orang Silafy.. sepengetahuan saya ada salah satu malaikat yang pegang Terompet untuk memberi sinyal kiamat dan membangkitkan manusia setelah kiamata..

    Terompet adalah salah satu alat MUSIK jazzz…. hehe Tuhan aja seneng musik JAZZ kok orang2 salaf malah enggak

  21. Ini sudah postingan ketiga yang saya baca!!!

    saya hanya bisa berdoa: Mudah-mudahan Alloh memberi taufik pada yang punya blog ini dan orang-orang yang berkomentar tanpa ilmu untuk segera kembali kepada al-haq.

    Takutlah pada Alloh!!!
    Takutlah pada Alloh!!!
    Takutlah pada Alloh!!!

  22. Mohon maaf, buat mas Anonymous, mbok jangan wathon ngunekke “Pak Hamid” sebagai guru ngigau. Tabayyun (konfirmasi) dulu napa, kek ! Ke yang bersangkutang langsung (No. HP nya pasti Mbak Tika punya tuh, hehe). Ati-ati kalau njelekin orang, bisa mbalik ke diri sendiri loh. Katanya muslim taat, koq waton vonis.

    Gini-gini, dia berhasil ngislamin beberapa orang dan membantu beberapa orang mendapatkan hidayah dari Allah lho. Meskipun dia bukan blogger, dia sudah beramal dan berbuat banyak. Daripada masnya, cuman ngomong dan nulis doang (Setidaknya itu yang saya tahu). Mohon maaf, kalau kasar, tapi demi kebaikan bersama (insya Allah niat sudah benar, semoga cara dan metodenya juga benar).

    Gini-gini saya dulu dapet hidayah, salah satunya karena dibimbing Om Hamid lho. Ati-ati deh kalo ngomong. Biar nggak ngerusak hati.

    *sambil lari, ngeluarin lidah ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *