Ironisnya Kelaparan ituh..

Seorang ahli filsafat dan matematika yang entah siapa namanya (owh, Maltus rupanya kata si GusPitik), di abad 18 pernah menyatakan, bahwa :

Bahaya kelaparan akan melanda seluruh dunia karena pertambahan penduduk yang merupakan deret ukur tidak bisa diimbangi dengan pertambahan persediaan makanan yang meningkatnya sejalan dengan deret hitung.

Owkey.. Biarlah mereka mengukur dan menghitung deret-deret ituh.. @-)

Pada 16 Oktober 1945 PBB mendirikan Food and Agriculture (FAO). Pada konferensi FAO tahun 1979 hari tersebut diproklamasikan sebagai hari Hari Pangan Dunia. Tapi ternyata, adanya FAO ndak serta merta menghapuskan kelaparan di seluruh dunia.

Menurut Suara Pembaruan (11/2/2006), saat itu terdapat sekitar 854 juta orang kelaparan di seluruh dunia, termasuk 500 juta di Asia. Separuh lebih dari mereka adalah perempuan dan anak perempuan. Sementara di Indonesia kasus gizi buruk pada balita merata di wilayah seperti Aceh, Jakarta, Bogor, Jogjakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.

Total kasus gizi buruk di Indonesia sepanjang 2005 mencapai 71.815, dimana 232 di antaranya meninggal dunia.

Realitas di atas menunjukkan bahwa program-program yang dilakukan pemerintah nasional seperti Revolusi Hijau, yang didukung World Bank, IMF, WTO, dan pemerintah negara-negara maju seperti Eropa, Amerika dan Jepang justru memperburuk situasi kemiskinan dan kelaparan negara-negara berkembang dan hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan transnasional.

Siaran Pers Solidaritas Perempuan Memperingati Hari Pangan Dunia, 16 Oktober 2006

Dan pada tahun 2007, UNICEF sebagai badan bantuan pangan dunia menyatakan kondisi darurat kemanusiaan di Ethiopia. Hasil penelitian mereka menyatakan, ada kurang lebih 84 ribu orang anak yang dililit krisis kelaparan di tengah Somalia dan Selatan Somalia. Dari total jumlah tersebut, ada kurang lebih 14 ribu anak yang terancam mati karena kelaparan.

Bahkan yang lebih mengagetkan lagi, UNICEF pada tahun 2006 pernah mengeluarkan hasil survey yang menyebutkan, bahwa setiap menitnya 10 anak-anak meninggal dunia akibat kekurangan gizi. :(

Dan Endonesa. Yang jungkir balik ndak karuan. Tidak luput dari hitungan cakupan dari bahaya kelaparan yang sudah diperhitungkan. Jangan lihat kota Jawa dengan segala gemerlapnya. Nyatanya juga masih ada ajah yang meninggal gara-gara kelaparan.

Banner Stop Kelaparan

Dan banner di bawah atas dipasang untuk menyatakan dukungan atas kampanye Stop Kelaparan. Silahken simpen gambar dan kopi paste sesuka Anda. Bahkan Hanna disini membuat kotak sumbangan untuk gerakan inih. Silahken transfer serela sodara.

Bank BCA
KPC. Bojong Indah
No. Rek. 479-0057-126
Atas nama: Tjhia Fui Ha

Atau disinih.. (apdet nih..)

Bank Mandiri.
118-00-0577625-6
Tjhia Fui Ha
CB, Puri Indah.

Pesan mbak Hanna sih, abis transfer, konfirmasi ke nomor ini 08128043766 dengan menuliskan nama dan jumlah uang yang disumbangkan agar dana yang masuk bisa dicek dan dipublish sebagai pertanggungjawaban.

Tulisan terkait :

98 comments on “Ironisnya Kelaparan ituh..

  1. Makasih, Tika…
    Moga Tuhan membalas semua kebaikan teman2.

    Aku tambahi rekeningnya, ya. Yang BCA itu karena darurat kemarin. Atas anjuran teman2 dana di BCA aku pindahin semua ke rekening:
    118-00-0577625-6
    Tjhia Fui Ha
    Bank Mandiri.
    CB, Puri Indah.

    Jum’at aku scan dan publih di blog. Semua dana yang masuk rekening ini murni menjadi milik para Bloger. Langkah selanjutnya kita diskusikan bersama, dengan dana terkumpul apa yang akan kita lakukan. Laporan sementara sampai hari ini terkumpul 5juta 300ribu. sekali lagi makasih banget.

    *peluk2 terharu*

  2. iyah.. banyak yang kurang gizi dan kelaperan..
    Tapi kok sayah makin MbuleT saja yah..
    hukz.. maaphken sayah…….

  3. hmm nek aku sing nyupir buswei ne ra kuad mbayar..hahaah :P
    miriP yo potone? wah kacamatamu mines na tambah jeng..

    btw itu sumbangannya bojong depok kah?

  4. permisiiiii situ sempet mampir blog saya yah? mampir balik, boleh toh? jawaban atas pertanyaan kmaren, alamat persisnya ga ngerti, pokoknya tepi rawa sonopakis, dari patangpuluhan luruuuuuuus aja sampe ketemu universitas PGRI lanjut teruuuuuus, kiri jalan lah, it’s one and only soto jawa timur dengan nama SOTO DJIANCUK, slamat mencari, goodluck yeee!

  5. Manusia juga sih rajin banget bikin manusia baru tanpa mikir nantinya mau dikasih makan apa. Lahan makin sempit sementara bahan makanan malah sebagian diolah jadi biofuel. Manusia makin tambah beranak pinak.

    Oke sementara mungkin kita bisa buka rekening peduli untuk darurat kemanusiaan, namun samapi kapan? Masalah seperti akan terus berulang bahkan semakin parah jika manusia tidak berubah.

    Saya sendiri belum ngerti solusi tok cer untuk kelaparan yang makin tahun makin tinggi saja angkanya. Solusi sementara tidak ikutan memenuhi bumi dulu. Saya takut kalau berkembang-biak ikut menambah masalah di bumi yang makin sesak manusia.

  6. Ironisnya lagi, ketika para petani yang membuka hutan demi sesuap nasi, di uber-uber kehutanan. Dan pedagang kaki lima diusir dari tempatnya mencari makan. Mau kemana orang miskin tahun 2020?

  7. thx infonya Tik..
    mudah2an bisa membantu …

    memang ironis sih… liat di TV ada kabupaten di daerah timur yg ngebangun balkotnya puluhan milyar biar mentereng.. wew padahal di daerahnya ada 2 kasus kematian karna kelaparan.. ironis yg kebangetan..
    nah lho

  8. yang di jogja sebatas koordinasi dan sosialisasi utk ngumpulin dana utk ditransfer ke rekening mbak hanna ya ??

    ato ada yg laen ??

    btw, apa kabar dg program posyandu (dulu kl di tvri kan, posyandu lekat dg program tambahan makanan sehat utk balita) ??

    thx jeung…

  9. Salut buat Mbak Hanna dan kawan-kawan. Semoga semua yang membaca ini dan nggak cuman para bloger bisa tergerak hatinya untuk menyisihkan sedikit rejekinya buat mereka yang kelaparan itu :)

  10. langkah pertama aku nda buang-buang makanan..kedua tak itung anggaran bulan maret dulu ya nanti klo lebih baru tak transfer ya Tik nda apa-apa to *pernyataan jujur sejujur-jujurnya nich*..lah klo aku sendiri kekurangan pie bisa jadi eike juga kelaparan to nduk….baru ada rencana gaji PNS naik 20% aja barang-barang dah pada naik duluan lah aku yg karyawan swasta kan nda ikutan naik gajinya nduk…pie jal?? kok urip neng Endonesiah kok tambah mbulet ae yoooo :(

  11. Ehhhh, tika… (call me “sil” ajah :-) )

    Saya mau dong bannernya… saya pasang di blog saya boleh yach… nanti saya juga bikin posting ttg ini dech. Intinya saya bener2 concern ama hal yang gini2… termasuk global warming…

    Cuma tik, saya gak ngerti gimana masukin bannernya… maklum, saya khan masih kecil… “masih teenegers” (hallah, apa sich… sungguh wanita yang tidak “clever” dan kehilangan identitas diri). Blogger pemula maksud saya, hehehe :D

  12. ironis sekali memang
    saya jadi ingat waktu kuliah dulu diperlihatkan dengan gambar2 kondisi kelaparan di ethiopia dan negara2 miskin lain, termasuk indonesia.

    bersyukur masih banyak yang peduli, termasuk mbak tika ini, yang kebangetan pedulinyah :)

  13. Sedih dengan kelaparan yang sedang ter-jadi :cry:

    tapi sekaligus salut dengan teman-teman yang sudah urun dalam men-dukung pemberantasan kelaparan ini ;)
    semoga aku bisa ikut mem-bantu se-mampu-ku

  14. Moga semakin lama Indonesia bisa makmur. Kadang saya berpikir Tik, kenapa penduduk Indonesia begitu banyak, dan kenapa juga wilayahnya begitu luas. Karena hal itu juga yang menyebabkan kita itu miskin, selain para penggiat politik yang gila itu.

    *Maaf emosi dikit… ngantukkk

  15. ternyata masih ada yang kebangetan selain kamu Tik,
    maaf, aLe hny bs turut berdoa saja, smoga Allah selalu memberikan kita semua yang terbaik, aMin..

    *msh kere dan blm bisa sumbang dana*

  16. Hai,saudari Tika yang banget itunyah *apanya hayoo..apaaaa..*

    Senang rasanya saya bisa terseret arus kehidupan ke blog saudari yang banget kerennya ini.. Eh,salah..kebalik.. keren banget ini.. Senanggg sekali…
    Seperti waktu Fitri ,akhirnya,bisa menikah dengan Farell (Indah sekali sinetron itu… *berak darah*).

    Eniwei..soal kelaparan ini..
    Um..saya selalu percaya,jgn pernah tunggu orang lain untuk ngelakuin hal yang bisa kita lakuin sendiri. Kalo masih ada orang2 lain di luar sana (tsah!sedapp) yang masih bisa lenggang kangkung dengan barang2 yang harganya lebih mahal daripada bulu ketek saya,itu masalah mereka. Lakuin apa yang kita bisa lakuin untuk ngebuat keadaan jadi lebih baik.Dan mari doakan orang2 yang tak berperasaan itu untuk……….masuk neraka !.

    Terimakasih.

    Undangan disilahkan menikmati makanan..

  17. Coba sering2 tengok tetangga sekitar anda, jika dalam beberapa hari gak keluar rumah, coba samperin sapa tau terjadi apa2..
    Ayo,..nyumbang..nyumbang..

  18. numpang comment singkat yah.. :D

    deret ukur, deret hitung, dan deret2 lainnya..

    terlalu banyak deretnya, jadi deret commentnya kebanyakan dan kayaknya harus banyak yang di deretin, walaupun ga terlalu banyak yang di deretin, tapi pasti ngederet..(lagi gag jelas, cuman numpang kenalan, wakaakak :D)

    maaf neh nyampah..

  19. pdhal buat skali makan goceng uda cukup per kepala ya (rumah makan padang yg paling murah). Masak pemerintahnya ga punya duit buat ngasi goceng per kepala. Atau dibikin sejenis dapur umum dimana masyarakat menengah ke bawah bisa makan gratis tiap hari ? curiga, jgn2x banyak org2x yg bukan menengah ke bawah yg ikutan nimbrung nanti.

    btw, lam kenal yah

  20. ironisnya lagi..banyak orang yang harga tas jinjing-nya bisa buat ngasih makan orang se-desa. padahal sama-sama orang Indonesia

    jadi inget baca interpiyu sandra dewi kemaren, dia ngakunya honor pelem Quickie Eskpres dpake bwat beli tas seharga 5jt!
    buset, dari kulit apaan tuh? :?

  21. ihihihihihihihihihiiihihihihihihihihihihihihihihihihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhihihihihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  22. Pingback:
  23. Pingback: BRETT
  24. Pingback: RAMON

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *