Cuplikan Pers Conference RS Omni ituh..

Kampanye bebaskan Ibu Prita

Siang kemaren sayah ngekor si Enda Nasution ke pers conference AJI (Aliansi Jurnalis Independen), lalu ke pers conference di RS Omni Tangerang.

Di Pers Conference AJI, ada mas Anggara sebagai wakil dari PBHI, ada wakil dari blogger (si Enda tadi), dan dari YLKI. Abis itu langsung kabur ke RS Omni buat ngikutin pers conference mereka.

Sayangnya, sayah dan bang Enda telat di pers conference RS Omni, acara udah mau selesai. Sayah iseng nguping kiri-kanan menyimak pertanyaan wartawan yang semrawut sana sini dan jawaban para pengacara RS Omni, Risma Situmorang dan Heribertus.

Begini kira-kira beberapa kutipan kalimat yang sempet sayah inget.

“Kami menunggu permintaan maaf dari Ibu Prita. Tapi beliau cuma mau meminta maaf secara lisan dan tidak tertulis. Coba bayangkan kalo Bapak yang dicemarkan nama baiknya.. Begini.. Begitu.. Blabla..”

Loh??!!
Bukannya mereka yang harus minta maaf?
RS Omni mungkin dicemarkan nama baiknya, tapi Bu Prita juga mengalami kerugian.
Tapi kalo diliat di email Bu Prita, udah ada permintaan maaf secara lisan dari dokter Hengky.

Kadang sayah heran, ini Rumah Sakit sebenernya punya PR ndak ya..
Mereka agak ndak bijak menanggapi pertanyaan wartawan, dan malah bikin citra RS Omni jadi tambah berantakan.. :D

Wartawan nanya, “Pak, sebenarnya ada gak hasil lab yang 27ribu itu?”
Pengacara : “Ada.”
Wartawan : “Lalu kenapa gak dikasih aja pak? kan itu yang diminta?”
Pengacara : “Kami tidak bisa memberikan karena alasan etika kedokteran. blablabla *ndak penting* Lagipula, hasil yang 27ribu itu kabur dan gak jelas.

Lebih jelas yang 180ribu. Ngapain sih ngotot minta hasil yang gak jelas? Bukannya malah lebih bagus kalo dapet hasil yang jelas ya?
Saya gak ngerti apa motivasi Bu Prita sebenernya. Dia itu ditunggangi siapa sebenernya..”

Sayangnya, pengacara Bu Prita mungkin lupa menekankan bahwa hasil lab itu adalah hak pasien.
Jadi kalo pasien yang meminta, sudah menjadi kewajiban Rumah Sakit untuk memberikan hasil tersebut ke pasien.

Kalo pengacara Bu Prita yang dulu sedikit lebih pinter, mungkin dia bisa menyinggung bahwa Rumah Sakit juga telah melanggar hak pasien.
(Duh, bukannya sayah bilang pengacara Bu Prita yang dulu bodoh ya.. Nanti sayah ikut kena pasal pula inih.. :)) )

Lagipula, aneh kalo mereka mempertanyakan kenapa Bu Prita nagih hasil lab yang 27ribu. Lha gara-gara hasil trombosit 27ribu dia jadi harus mondok dan terima suntik macem-macem. Pengacara ini menganggap wartawan dan orang-orang bodoh semua ya?

Dan memang ada “etika kedokteran” yang melarang pasien meminta dan punya hasil lab-nya sendiri? 8-|

Wartawan : “Besok sidangnya gimana pak? Antara Prita dan Omni? Kan gak bisa tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh institusi?”
Pengacara : “Iya. Karena itu kami mengubah fokus. Jadi besok adalah sidang perdana perkara pidana antara dokter hengky dan Prita.”

Jadi, perkara pidana yang disidangkan pagi nanti di PN Tangerang adalah antara Prita dan dokter Hengky.
Lalu perkara perdata adalah antara Prita dan dokter Hengky (tergugat 1), dokter Grace (tergugat 2) dan RS Omni (tergugat 3).
Perkara perdata sendiri sudah selesai disidangkan pada tanggal 11 Mei kemaren, dan Bu Prita kalah.

Berkaitan dengan sidang pidana tanggal 4 Juni hari ini, maka tanggal 13 Mei 2009 Bu Prita dijemput untuk ditahan (dengan alasan takut Bu Prita kabur).

“Gimana tanggapan Bapak terhadap pernyataan Jusuf Kalla yang meminta Prita dilepas?”
Pengacaranya pinter, jawabnya begini,  ”itu bukan wilayah yurisprudensi kami untuk menjawab..”
*keren.. itu jawaban bagus..*

Lalu soal utama, tentang kenapa mereka harus melakukan gugatan pidana.
Jawabannya selalu seputar,

“Bahwa kebebasan berekspresi, berbicara, mengeluarkan pikiran dan pendapat adalah salah satu pilar demokrasi.
Akan tetapi, tatkala kebebasan blablablabla… Intinya kebebasan berpendapat itu harus disertai tanggung jawab moral..”

Oh, betul. Kebebasan berpendapat itu memang butuh tanggung jawab moral.
Mereka sangat pintar bermain kata-kata di wilayah normatif.
Padahal inti keluhan Bu Prita sendiri adalah tentang malpraktek.

Bang Enda sempet nanya begini,

Bang Enda : “Kenapa Bu Prita harus dikriminalkan?”
Pengacara : “Karena kelakuan Bu Prita sendiri memang sudah kriminal. Dia menyebut dokter Hengky penipu.”

Sayangnya, memang ada pasal pencemaran nama baik dalam pasal pidana.
Jangan tanya sayah pasal berapa ituh. Nanti sayah cari deh.. :))
Tapi yang sayah tangkep, mereka berusaha mengaburkan fokus, bahwa inti keluhan email Bu Prita adalah tentang malpraktek.

Oiya, ada pertanyaan bagus wartawan (lupa dari mana) waktu pers conference di AJI. Yaitu,

“Sebenernya musuh kita RS. Omni atau Kejaksaan sih?”

Nah.. Ini yang perlu diluruskan.. :D
Menurut sayah, (dan pakdhe Ndoro pun membetulkan ini..) musuh kita adalah UU ITE.

Adanya UU ITE yang rancu membuat celah besar bagi terulangnya kasus ini.
Apalagi sayah ini blogger jeh..
Dan pekerjaan blogger ituh ya menulis, di dunia maya, online, internet, atau apapun labelnya lah..
Lha wong Bu Prita yang nulis lewat email aja bisa kena pasal perdata. Dan pidana pula.

Kenapa sih, blogger jadi rame-rame melakukan gerakan ini, Tik?

Pertama tentu untuk alasan kemanusiaan.
Kedua, karena musuh blogger dan Bu Prita (yang notabene memang bukan blogger) itu sama. Musuh kita adalah pasal-pasal karet dalam UU ITE.

………………………………………………………

Hari ini, akan ada pengadilan perdana untuk perkara pidana Prita Mulyasari. Paman Tyo udah lembur semalaman membuat badge seperti di bawah ini, buwat dipake oleh semua pendukung Bu Prita.

Badge Pendukung Prita Mulyasari by Paman Tyo

Jadi bila sodara berada di lokasi yang sama dengan kami nanti, bisa mencari Paman atau sayah untuk meminta badge ini buwat ditempel di baju.. :>

141 comments on “Cuplikan Pers Conference RS Omni ituh..

  1. woooooghhh. saya pikir bakalan ada pideonya ternyta ndak ada toh. Lah bedanya pengacara sini ama luarkan kalau pengacara disini merangkap PR tik jadi makanya bayarannya dikit mahal.

    *jadi kapan demo soal UU ITE?

  2. Dan kemarin di berita si Menkominfo bilang kalau dia menyayangkan penyalah gunaan UU ITE dalam kasus ini.

    Penyalah gunaan, ndasmu!! Undang-undangnya tuh yang memang masih belum bener!
    *esmosi*

  3. jadi kayak balik ke jaman dimana kebebasan berekspresi itu dilarang :)) kayak umur gw dah tua aja!

    kesian banget ibu prita… :(( dan kita juga harus melanjutkan kampanye ini… semangaaatt!!

  4. Aduh, pengen dateng tapi ya ndak iso, keserempet anak ndak bisa ditinggal. Tapi aku naksir badgenya, boleh minta sisain ga? *kurang ajar ndak tau diri*

    Salam Tik. Aku biasanya silent reader aja, sekarang mau berani memunculkan diri sesaat:P

  5. inilah multi media showbiz ituh . . . . . . nduk!
    pejabat yang lamban, media yang tampil, media yang mengundang, media yang menyalahkan, media omzetnya melambung, pejabat memerintahkan, pejabat naik pangkat, makin terhormat!
    wooo jadi yang heroik membela HAM itu pejabat2 ma media toch!
    . . para blogger ngapain . . ?!
    . . . . . . . .
    katiwasan . . . ngikuti tikabanget pasang banner . . . :P
    *lha banner kek yang dipegang zam itu beredar rame di tv . .
    . . tar dikira aku nyomot di tv . .
    *eh klo nggaya kek pegawaimu yang dua itu, dapet barapa seee

  6. pertanyaan saya adalah apakah UU ITE itu sudah berlaku?bukannya belum disahkan oleh DPR/baru berlaku 2010…menurut saia tetap kesalahan utama ada pada pihak Pengacara Ibu Prita,masalah keluhan seperti ini kan sudah banyak yang menjadi contoh kasus dan tidak sampai ke meja hijau,saya beri salah satu contoh yaitu kasus pencemaran nama baik kepada SOSRO,Aqua,etc…semuanya hanya berakhir di media,kenapa kasus ini tidak bisa diselesaikan via media juga? kan berawal dari media,ya selesainya juga dimedia dunkz…tul gak?

  7. Tulisan di badgenya terbaca jadi:

    Hari ini ibu Prita.
    BESOK KITA
    LAWAN!
    tikabanget

    well, duh…

    *maapkeun mata saya udah lamur dan cuma bisa tulisan yang gede-gede aja*

  8. Yup.. Makanya juga saya da mau ikut ajakan yang menurut saya lepas fokus seperti “say no to rumah sakit bla bla” atau “ganyang malaysia” *heh?*

    this isn’t about “you vs me” this is about “you and me vs the problem”. And the problem is?

  9. Tik.. lu pernah ninjau dari segi UU Medis g? Coba dituliskan juga, jadi lebih seimbang. Soalnya kebanyakan pasien yg menggugat pasti akan jadi tergugat karena kalah dg adanya ‘rekam medis’ pasien. Kalau ada acara TV yg menjelaskan segala UU di Indo, kita pasti jadi lebih cerdas deh.. :)

  10. masih juga ya…
    ternyata dimanapun sama aja!

    Untuk orang yang mampu dan mau sehat aja RS tidak berpihak apalagi yang ga mampu (miskin) makin-makin ga berpihak deh.

    Memang RS bukan berdasar atas Sehatnya pasien tapi berdasar atas BISNIS.

    RS = Bisnis
    RS = Kumpulan para dokter
    RS = Kumpulan para dokter yang berBISNIS

    Sejak kematian orangtua saya di RS di cempaka putih yang konon mengatasnamakan agama (padahal tidak beragama) yang disebabkan kasus yang mirip spt kasus ibu Prita (malpraktik), saya tidak percaya lagi dengan perDokteran dan perRS-an.

    Syukurlah klo memang akhirnya terbukti RS OMNI melakukan malpraktik. Mudah2an utk RS yang lain begitu juga!

    Mada
    http://www.mahadaya.com

  11. Barusan baca di detik beritanya “Blogger Tidak Hadir di Sidang Prita Mulyasari”. lah trus badgenya jadi kepake ndak Tik?

  12. @ nanang (42), @geblek (43)
    loh?
    lha wong tadi ada ndorokakung diinterview tipi anu.
    ada nenda diinterview Trans7.
    ada Anggara diinterview tipi itu.
    ada Paman Tyo poto-poto.
    ada Ari Juliano tandatangan spanduk.

    lha itu blogger semua jeh.. :))

    masak kami suruh tereak-tereak disana,
    “woi, saya blogger loh.. woooii.. tau gak siiihh.. saya ini blogger wooii..!!!”

    :))

  13. Yang penting ibu prita uda pulang dan ketemu sama anaknya yang ganteng itu *lho?*

    blogger2 di interpiew, kok saya gak ngeliat mbak tika ya? hehe.

  14. Waduh, jadi ngeri ya ngasih kritik gitu, bs2 kena UU..
    Padahal Bu Prita udah d dukung sm blogger, YLKI, dll tapi koq msh kalah sm RS omni ituw y?? Hahaha..
    Tapi untung dh udah keluar..

  15. Waduh… jadi ngerasa balik ke era suharto lagi neh…salah ngomong dikit,HUKUM!!! Lagian, menurut gw…g perlulah….banyak yg da menyuarakan isi hati kuw..Wkwkwkw…bwt jeng tika…berjuang aja terus yah!!!

  16. bener tuh. UU ITE ituh masih perlu disempurnakan lagi. pasal karet itu sungguh sangat berbahaya. saya, sebagai blogger dan kaskuser, merasa takut untuk mengeluarkan aspirasi jadinya. ckckkc. how poor we are.

  17. Klo aku nyimak di tv td pagi sih, bu dr itu berkata bahwa bukan hasil lab itu yg membuat ibu prita dirawat inap, tetapi berdasarkan keluhan yg diutarakan bu prita. tetapi menurut sepengetahuan saya dr manapun dlm mengambil tindakan selalu berdasarkan hasil lab. kayaknya sih tu bu dr bukan dr tetapi dukun kali yah. dari keluhan orang sdh bisa mengambil tindakan wah hebat donk

  18. kadang aku ngerasa kasian juga sama pengacaranya omni itu. kira2 di lubuk hati yg terdalamnya apa ikhlas dan niat membela omni? apa yakin omni yg dibelanya itu pihak yg bener. kasian.

  19. Butuh perubahan.

    *bukan tika yang diubah tapi uu ite*

    Jangan dilanjutkan!

    *uu ite yang jangan dilanjutkan*

    Wkwkwkwk… Bukan kubu lanjutkan.

  20. Setuju… Anggota DPR harus sgera memperbaiki UU ITE, biar hak asasi manusia dlm mengemukakan pendapatnya ga berbenturan ma UU tsebut.

  21. omni…(idiot) (angry)
    grrr…..!!!!!!!

    betul mbak tik!!…
    emang dr pihak omninya gag adaPR nya apah???
    inih khan mustinya tanggungan PR nya..
    lulusan manah sech prnya??
    sinih byar saya yg gantiin ajah…*siabpin bom taik kuda bwd para omni dan antek”nya*

    **BODO DIPIARA,,KAMBING DIPIARA BISA GEMUK!!!!!**

  22. Pemerintah kq ndablek se..
    Undang2 it dibenerin dl,jd g disalahgunain gini..
    Ne jg,rs gede gt kq cemen. Emang Xan yg salah,minta maap doank males..

  23. Kesel sebel marah… [padahal hampir tiap weekend saya wara wiri depan RS Omni, pernah masuk sekali nengok temen yang ngerawat anaknya disitu], ternyata COVER depan rumah sakit tidak sebanding ama KELAKUAN-nya :(

    Iya nih… kalo kebebasan tuk NULIS dikekang, gimana kita bisa mengekspresikan apa yang udah kita rasakan??? Aku yang udah 2 kali pernah dikecewakan oleh pihak RS [kalo disebutin namanya… ntar ikutan dijemput ama mobil kejaksaan lagi wakakakaka], apakah jadi gak BOLEH nulis ya??? Hikssssssss :((

    MEMILUKAN banget kondisi negara kita T-T

  24. keren2..semoga yang bener selalu menang, dan kita disini harus dukung mereka yg bener,
    btw, name tagnya keren.hahahaha

  25. Tetep…
    Semoga RS.Omni cepet tutup dech.

    Jika saya sakit nanti…
    Saya tak akan datang ke RS.Omni…
    Mending datang ke Ponari…
    Dari pada diantar ke Bui…

    Jadi inget, gak heran kalo orang lebih pilih datang ke Ponari :-D

  26. UU ITE sekarang yg buat g ada dari perwakilan blogger yah? Kalo gitu, vote mb Tika buat jadi perwakilan!! Jadi nanti klo ada kasus gini lagi kan ada alasan buat marah2in mb Tika, contoh: “piye to Tik, kamu pas rapat ngapain aja? Pasti chating, pasti blogging” huihihihihi, ampun mb…. :)

  27. banyak yang posting kayak gini mbak :D
    semoga Tuhan ngedengerin teriakan kita buat ngebebasin Bu Prita dan kita (para pendukungnya), nggak dipidanakan juga :D

  28. Menurut rekan saya, yg kebetulan dokter. Seharusnya prita tidak langsung menyebut nama RS yg bersangkutan. Jika memang ada peayanan yg tidak memuaskan sebaiknya prita melalui jalur yg benar. 1. sampaikan kritik tertulis pada rs setempat 2.klo tak ditanggapin lpor ke dinkes setempat 3. laporan jg bisa di ajukan ke majelis kehormatan dokter 4. dan terakhir konsil kedokteran Indonesia. dan jika terbukti ada kelalaian maka ijin praktek dokter yg menangani bisa di cabut. kali aja informasi ini membantu.

  29. Setuju banget!!!
    Ayo, bebaskan Mbak Prita! Revisi UU ITE!! Dan akhiri arogansi RS Omni (yang sok) International ituh!!!

    Btw, keren banget ya Tika waktu mejeng di Detikcom kemarin. :p

  30. Gue jadi ngeri ke RS nih bisa2 bukannya gue sehat malah di bui nih
    salut buat ibu Prita, saya doain semoga tetap tegar menghadapi semua ini, kami mendapat banyak pelajaran & hikmah dibalik kasus ini.

    Buat yang masih peduli ama negeri ini tolong !!!!!!
    1. Benahi mental2 para pelayan rakyat biar kagak bobrok kayak sekarang supaya negeri kita lebih bermartabak (bukan martabak padang yah), oke bro….
    2. Segala sesuatu hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan baik2 bukan musakpenjara (eit.. salah..bro maksud saya masuk penjara / dibuih gitu loh istilah kerennya..)
    3. Buat aparat yang terkait tolong kalau buat UU jangan asal ujung2nya duit gitu loh..hendaknya kalau buat UU berpihak pada rakyat dong, ok bro
    4. Ini buat manajemen RS. Omni International gitu loh, saya ada usul, ini juga kalau diterima gimana kalau nama RS Omni International diganti aja menjadi LP Omni International, ini cuma usul yah (just kidding , peace bro…)

    Menurut Lingkaran Survey Orang Sakit (LSOS), melibatkan sekitar 1250 responden sejabodetabek dengan pilihan RS OMNI Internatinal atau Ponari Sang Dukun Cilik dan inilah hasilnya (udah kayak kampanye aja nih..) :
    – RS. OMNI International (0,75% responden memilih RS. OMNI ini juga karena ketidaktahuan mereka terhadap RS.ini)

    – Ponari Sang Dukun Cilik (99,25 responden memilih ponari, hidup ponari…dan menjadikan pemilihan ini akan dimenangkan oleh ponari dengan satu kali putaran aja, udah kayak pemilihan capres aja nih )

    Hidup ….. hidup apa yah jadi lupa nih, oh yah hidup Tika…

  31. eh tika, gue mau tuh badgenya @! hahhaha, keren banget ! (nggiiik!) tapi gue dukung bu prita banget deeh ! sumpah tu omni !(emosi ni liat posting-an lu)omni si sok mengaburkan fokus licik banget ya (w-a-w kena pasal ga ya gue ?)

  32. Sedikit Inpo, ini sy ambil dari kaskus :

    Tanggapan terhadap Kasus Penahanan Ibu Prita

    dalam UU ITE , benarkah UU ITE mengancam kebebasan para blogger atau
    mengekang kebebasan berpendapat.

    Menyikapi perihal penahanan Ibu Prita yang telah menyatakan keluhannya
    melalui maliling-list mengenai tindakan suatu rumah sakit di Tangerang
    dan karena tindakannya itu ditahan sebab diduga telah melanggar Pasal
    27 ayat (3) UU ITE, perlu kiranya saya memberikan tanggapan sebagai
    berikut.

    Tindakan Ibu Prita yang mengungkapan keluhan terhadap layanan publik
    (dalam hal ini Rumah Sakit) melalui suatu mailing-list bukan merupakan
    penghinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Pasal 27
    ayat (3) berbunyi:

    Quote:
    “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
    mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik
    dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau
    pencemaran nama baik.”
    Pasal tersebut telah memberikan perlindungan kepada Orang yang
    memiliki hak dengan adanya unsur “tanpa hak” dalam Pasal 27 ayat (3).
    Dengan kata lain unsur tersebut sangat dalam menentukan dapat tidaknya
    seseorang ditahan berdasarkan pasal ini.

    Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen mengatur bahwa hak konsumen adalah,
    antara lain:

    1. hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi
    barang dan/atau jasa;
    2. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan
    jaminan barang dan/atau jasa;
    3. hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang
    dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta
    jaminan yang dijanjikan.
    4. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang
    dan/atau jasa yang digunakan;

    Oleh karena itu, berdasarkan UU Perlindungan konsumen maka Ibu Prita
    sebagai konsumen memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan keluhan
    yang dialaminya atas jasa yang diberikan oleh rumah sakit. Dalam hal
    ini, UU Perlindungan Konsumen merupakan lex specialis dari UU ITE dan
    KUHP sehingga Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak bisa diterapkan untuk
    kasus ini. Dengan kata lain, tindakan Ibu Prita bukan merupakan
    penghinaan lagi.

    Selain telah diaturnya unsur “tanpa hak” sebagai perlindungan terhadap
    Orang yang berhak, pada dasarnya UU ITE juga telah memberikan
    perlindungan lain dengan meminimalisir abuse of power dalam melakukan
    upaya paksa. Pasal 43 ayat (6) UU ITE

    Quote:
    “Dalam hal melakukan penangkapan dan penahanan, penyidik melalui
    penuntut umum wajib meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat
    dalam waktu satu kali dua puluh empat jam.”
    Dari pasal ini dapat disimpulkan bahwa tiga institusi penegak hukum:
    (i) kepolisian, (ii) kejaksaan, dan pengadilan wajib melakukan
    koordinasi mengenai perlunya atau dasar dilakukannya penahanan. Adanya
    koordinasi ini ditujukan untuk mencegah abuse of power oleh aparat
    penegak hukum.

    Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008 dan
    Putusan Nomor 2/PUU-VII/2009 tanggal 5 Mei 2009, Pasal 27 ayat (3) UU
    ITE adalah konstitusional dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai
    demokrasi, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip negara hukum. Dengan
    demikian, pasal tersebut telah selaras dengan Pasal 28F tentang hak
    setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
    mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk
    mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
    informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia, dan
    Pasal 28G ayat (1) tentang hak setiap orang atas perlindungan diri
    pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah
    kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari
    ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang
    merupakan hak asasi.

    Beberapa dasar pertimbangan lain dari Mahkamah Konstitusi mengenai
    konstitusionalitas Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang perlu diperhatikan
    adalah:

    1. Bahwa penghargaan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan tidak boleh
    tercederai oleh tindakan-tindakan yang mengusik nilai-nilai
    kemanusiaan melalui tindakan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
    2. Bahwa masyarakat internasional juga menjunjung tinggi nilai-nilai yang
    memberikan jaminan dan perlindungan kehormatan atas diri pribadi,
    seperti dalam Pasal 12 Universal Declaration of Human Rights (UDHR),
    Pasal 17 dan Pasal 19 International Covenant on Civil and Political
    Rights (ICCPR)
    3. Berdasarkan Putusan Nomor 14/PUU-VI/2008 Mahkamah Konstitusi telah
    berpendirian bahwa nama baik, martabat, atau kehormatan seseorang
    adalah salah satu kepentingan hukum yang dilindungi oleh hukum pidana
    karena merupakan bagian dari hak konstitusional setiap orang yang
    dijamin baik oleh UUD 1945 maupun hukum internasional. Dengan
    demikian, apabila hukum pidana memberikan sanksi pidana tertentu
    terhadap perbuatan yang menyerang nama baik, martabat, atau kehormatan
    seseorang, hal itu tidaklah bertentangan dengan konstitusi.
    4. Bahwa rumusan KUHP dinilai belum cukup karena unsur “di muka umum”
    sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP kurang memadai sehingga perlu
    rumusah khusus yang bersifat ekstensif yaitu “mendistribusikan,
    mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya”. Rumusan Pasal 27
    ayat (3) UU ITE telah memberikan perlindungan dengan mengatur unsur
    “dengan sengaja” dan “tanpa hak” unsur tanpa hak merupakan perumusan
    unsur sifat melawan hukum.
    5. meskipun setiap orang mempunyai hak untuk berkomunikasi dan memperoleh
    informasi, tetapi tidak menghilangkan hak negara untuk mengatur agar
    kebebasan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi tidak melanggar
    hak-hak orang lain untuk mendapatkan perlindungan diri pribadi,
    keluarga, kehormatan, martabat, dan nama baiknya yang juga dijamin
    oleh konstitusi. Kewenangan negara untuk mengatur dapat dibenarkan,
    bahkan menjadi tanggung jawab negara, terutama Pemerintah, antara lain
    dengan menuangkannya dalam Undang-Undang.

  33. Mau…mau…mau…saya dukung bu Prita. Kok yang salah lebih ngotot ya? Orang cari Kebenaran dan fakta malah dijebloskan ke penjara!!. Sekarangpun masih ngotot juga walah….kok pada kebalik semua, ya? Apa komentar ini harus dibalik juga biar pada jelas? (atirp ub gnukud oya)—-dibaca dari sini ya.

  34. Tik, mungkin gak kalo pengacaranya sendiri udah keabisan akal buat mbela si RS OMNI?
    Mungkin mereka sendiri udah tau kalo salah, tapi udah terlanjur maju dan terekspose, jadinya malu mundur..
    Apalagi Risma Situmorang itu pengacara Tommy Suharto kan dulu?

  35. Lah dalah,, saia jadi yakin ini RS OMNI sebenernya nyadar klo mereka salah, gengsi kali ye.. Mbookk yaaaaaa legowo gitu, minta maaf ke bu Prita. Jadi gemess saia bacanya!! RS INTERNASIONAL getuu loohhh!! Mosok ya seperti ini manajemennya. *tendang aja ke kutub!!*

  36. Gila tuh kutipan @kutukupret, benar-benar memberi pencerahan.
    Apa memang di Indonesia sengaja diciptakan buta-hukum di kalangan masyarakat yah? Sehingga abuse-of-power dapat benar-benar tak terelakkan?

  37. wah wah kalo yg cuma kirim e-mail aja bisa kena kasus kayak gitu gimana kita2 yg blogger ini? ckckck.
    toh pada dasarnya kita cuma menyuarakan keluhan aja kan yah.
    payah ni RSnya, jelas lah ya hasil 27 ribu itu diminta juga, wong gara2 itu jadi rawat inap kog. ckckck

  38. Pertama : mempelajari isi email ibu prita, sudah jelas bahwa pihak rumah sakit telah melakukan kesalahan yg bisa berakibat fatal, dan ibu prita telah melakukan berbagai upaya agar di beri penjelasan mengenai kondisi yg beliau derita, namun pihak rumah sakit tidak pernah memberikan informasi yg jelas bahkan terkesan menutup-nutupi.

    Kedua : Tuntutan dan pembelaan yg dilakukan oleh pihak rumah sakit, memperlihatkan kalau mereka itu sudah sangat jelas tidak punya niat baik dalam menyelesaikan kasus ini.

    Ketiga : Jika permasalahan nya UU ITE, maka UU ini baru akan berlaku pada tahun 2010, dan masih dalam tahap penyempurnaan, jadi belum bisa dijadikan sebagai sandaran hukum.

    Keempat : UU utk menjaga nama baik itu perlu, sehingga setiap orang tidak dengan serta merta dapat memfitnah atau memprovokasi orang lain utk tujuan tertentu.

    Kelima : Yang jadi masalahnya adalah bagaimana menjalankan UU dengan benar, tanpa mempolitisir UU utk kepentingan tertentu, jadi disini tergantung kesiapan person, instansi dll dalam menjalankan nya.

    Keenam : *kabur ..ah…terlalu panjang komen nya*

  39. Duhh..jadi inget temen kemeren ada yang mau posting juga masalah beginian yang dilihat dari sisi PR. Kebetulan dia anak PR. Coba tengok dulu ahhh..udah ada atau belum…hehehe

  40. Inga-inga-inga !!!

    A CONSUMER IS THE KING !

    Hukum Ekonomi yang tak terbantahkan mengatakan bahwa :

    Bahwa pasar cuma akan terjadi jika ada kesepakatan antara penjual dan pembeli di suatu tempat pada waktu tertentu. Artinya kalo pada suatu saat di suatu tempat cuma ada penjual, berarti jualannya gak bakalan laku.

    Bahwa selain dipengaruhi faktor-2 lainnya, keputusan konsumen untuk mengkonsumsi ulang produk yang sama sangat dipengaruhi oleh kepuasan yang dirasakan konsumen tersebut dalam mengkonsumsi produk tersebut sebelumnya (consumer satisfaction). Artinya jika konsumen merasa bahwa harapan nya (consumer expectation) dalam mengkonsumsi barang tersebut masih dibawah kenyataan yang dialami, maka konsumen cenderung mencari barang pengganti (product subtitution) di pasar, apalagi jika sifat pasarnya heterogen (penjual dan pembeli sama-2 banyak jumlah dan jenisnya)

    Bahwa lama tidaknya usia suatu produk sangat tergantung dari kemampuan penjual dalam menyesuaikan produk yang ditawarkannya dengan kebutuhan serta selera konsumen pasar yang dimasuki yang cenderung selalu berubah dari waktu ke waktu. Artinya, jika ingin agar produknya tidak cepat dilupakan konsumen, maka penjual “WAJIB” menyesuaikan produk yang ditawarkannya ke konsumen di pasar sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen (consumer oriented).

    Inga, inga, inga that A consumer is the KIng !

    Jika tidak, maka :

    I WILL NOT BE BACK !

  41. Tulisan yang sangat menggugah jiwa sosial kita semua…SALUT!
    Bukakanlah mata hati para dokter dan calon dokter, bahwa kita semua manusia yang layak untuk diperlakukan seadil-adilnya…..amiiinnn

  42. yah… kalo pengacaranya diposisi netral pasti dia tau mana yang bener mana yang ngga. tapi kalo dah masalah duit ( palagi disewa kalangan atas..) pasti dah beda cerita

    pengacaranya OMNI kok lucu yak huahahahaha

  43. hehehe.. *ngelirik atas*.. namanya pengacara yaaaaa jelaaas bekerja sekuat tenaga segala cara.. *halal*.. untuk membela yang bayaaar..
    Salam Sayang

  44. Ibu Prita sungguh beruntung kasusnya banyak yang mendukung…
    tapi belum tentu hasil akhirnya berpihak pada ibu Prita atau Omni.

    Kasusnnya jadi melebar ya…
    semoga bisa terselesaikan dengan seadil-adilnya.

    1. Setau gw udah ketauan deh itu bener, cuman RS nya gak tmeria yang gitu2an disebarkan ke khalayak umum. Mungkin maunya komplen kek gitu langsung disampein ke RS langsung.Dari cerita temen2 gw, emang banyak komplen tentang RS ini plus dokter2nya yang kurang pro. Ntah karena orang2 yang cerita ini terlena dengan cerita bu Prita (you will find thing that you look for) atau emang RS nya gak beres.

  45. saya bukan blogger tapi saya mendukung gerakan ini melebihi 100%. gerah dengan birokrasi yg menurut saya semakin hari semakin menyengsarakan rakyat biasa.

    seandainya saya pinter merangkai kata di blog, mungkin saya sudah ditahan seperti bu Prita ini. sebelumnya saya punya kasus dengan polisi yg menyerempet mobil saya (meski udah diganti 650ribu, tapi proses mendapatkan kerugian itu…masya Allah susahnya), saya dimaki-maki pegawai PLN karena saya mengadukan listrik dalam sebulan mati 10 kali (kutipannya begini “mbak, klo gak pengen mati lampu lagi silahkan bikin listrik sendiri”). saya rakyat biasa yang hanya bisa diam diperlakukan seperti ini di negri ini.

  46. Huakakakakak.

    honestly, this first time quH bc web kaO.

    qreen.

    i like ur letter, egh.
    blog mksd na.

    hahahahaa.

    soal bu prita magh,
    quH kr nasib na jagH yg kbtlan gag bgus.
    lg getol2 na demokrasi dy mlh tertindas ole demokrasi.

    huhmm.

    bs jd tar da hikmahna.
    cz dy bkal jdih terkenal menyaingi beritana MANOHARA,
    n sapah tauH jd bntg ikLan facebook d 3.

    hehehehee,

  47. RS OMNI ADALAH pemiliknya adalah ONGKO si pengeplan BLBI alias MALING UANG RAKYAT.

    UDAH BANYAK KASUS2 lain SELAIN PRITA YANG DI RUGIKAN RUMAH SAKIT OMNI INI.

    kalo gak ada 2 kasus lain serupa.

    JAKSA JELAS2 dibayar ama RS OMNI. BUKA MATA BUTA HATI.
    kita sudah tidak berdaya sama orang2x pendzolim ini.

  48. RS OMNI ADALAH pemiliknya adalah ONGKO si pengeplang BLBI alias MALING UANG RAKYAT.

    UDAH BANYAK KASUS2 lain SELAIN PRITA YANG DI RUGIKAN RUMAH SAKIT OMNI INI.
    kalo gak ada 2 kasus lain serupa.

    JAKSA JELAS2 dibayar ama RS OMNI. BUKA MATA BUTA HATI.
    kita sudah tidak berdaya sama orang2x pendzolim ini.

  49. Kalau pun kasus ini kelar dan dimenangkan oleh Bu Prita…
    Secara nggak langsung udah bikin para blogger hati-hati buat nulis, nggak seperti dulu yang suka nulis bebas sebebas-bebasnya

  50. Menurut saya kebebasan berkomentar adalah hak dari setiap warga negara, toh negara ini juga negara demokrasi, koq berkomentar malah ditahan !!!
    Pengaduannya sih keren “Pencemaran Nama Baik” tapi apa tidak dipikir dulu ya, kalo Rs Omni juga telah melakukan malpraktek, ya wajar saja lah diprotes

  51. @ agus : iya, itu mainannya orang2 kaya yang main sogok2an, tau lah, bangsa ini semakin semrawut, masa yang salah yang kalah, gak masuk akal !!

    @hajier : seperti yang dibilang diatas musuh kita adalah UU ITE, dan pemancingnya adalah kasus ini, sebenernya dari dulu sudah ada koq

    1. Masih ada satu caaattn yang belum bisa anda terima. Kita tetap tidak boleh murji`ah (menyerahkan segala-galanya kepada ALlah). Kita tidak boleh mengkafirkan yang muslim, jelas ya. Tapi kita juga tidak boleh memuslimkan yang kafir, itu yang anda lupa.Ayat-ayat da’wah, tabligh, amar ma’ruf nahyi munkar, tidak boleh kita lupakan begitu saja. Semuanya menuntut kita untuk tidak menyimpan nilai di dalam diri, lalu dipasrahkan begitu saja kepada ALlah, melainkan harus juga disebarkan secara positif kepada orang lain. Catatan kami secara positif artinya memang sangat tidak dibenarkan sekali jika itu dilakukan dengan kekerasan. Tapi juga tidak dibenarkan juga da’wah dengan kelembekan (mudahanah) tanpa punya pedoman nilai yang benar sesuai panduan wahyu.QS. 48 : 28 atau 9 : 33 menyatakan bahwa di antara misi diutusnya Rasul saw dan kitab itu untuk menegakkan agama Allah di atas agama-agama lainnya. Jadi kita tidak perlu mempertentangkan perintah da’wah dan amar ma’ruf ini dengan ketakutan agama Allah akan kalah. Terlalu naif mungkin. Sebab bisa saja nanti logikanya ditarik pada: Kenapa Allah sampai menurunkan Rasul dan kitab? Apakah Allah takut agamanya kalah sama aliran sesat? Ya enggak lah. ANtara musabbib (penyebab) dan sebab tidak boleh dipertentangkan. Allah mudah saja menjadikan anda kaya, tapi kalau anda tidak kerja ya mana mungkin. Allah sudah jelas menghendaki agar agamanya tegak, dan oleh sebab itu ALlah mngadakan sebabnya; mengutus rasul, menurunkan kitab, menyuruh da’wah, tabligh, amar ma’ruf nahyi munkar, jihad, hijrah, dll.

  52. lho…udah 128

    sayang sekali kemarin ndak bisa ikutan nangkringi sidang bu prita :( gara gara mesti kuliah dari pagi sampe jam lima sore :(

    waduh, kalo nulis di blog bisa dituntut, ntar yang nulis komen ikutan dituntut ni? jadi ragu mo komen di blog seleb :P :D

  53. untungnya semua blogger ada disini yak, kalo ngga, bisa repot tuh jukir ngurusin tempat parkirnya..hehehe..keep struggle mba tika…^_^..V

  54. iyah di detik dibilang nga ada blogger tuh waktu sidang…
    masa iya harus pake badge blogger besar2 di jidat yah hehehe…
    semoga kasus prita ini dapat selesai dengan baik yahh

  55. mohon maaf, jarang komentar di sini lagi.. hohoho… maklum aku jarang ol…

    btw, kok ya ada tempelan iklannya di sidebar to mbak tik? wekekeke…

  56. Pingback: HOWARD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *