Ke Dublin ituh.. (1)

September 24th, 2009 · 2:21 pm  →  Blog Dublin Guinness Jalanan

Berkat Guinness, sayah bisa ke Dublin. Geratis..!!! *Horeeee…!!!* Masalah pertama yang paling sayah khawatirkan adalah, bahasa. Lha gimana? Lha sayah ituh orang udik lair di Indonesia, belajar Bahasa Enggres bertahun-tahun tapi ndak jago-jago juga cerewet bahasa satu itu. Perjalanan ke Dublin, naek pesawat Lufthansa, sayah harus transit di Changi Airport (Singapura), dan di Frankfurt Airport [...]

Memetik Ide ituh..

September 15th, 2009 · 8:54 am  →  Blog Seri Menulis

Gambar sayah culik dari sini. Kadang ada orang bertanya ke sayah. “Gimana sih cara nulis, Tik? Ndak bisa nulis aku. Ndak ngerti caranya. Ndak ada ide.” Sayah bingung juga itu jawabnya. Tapi menurut sayah sih, menulis itu layaknya memetik ide dari isi kepala, lalu menuangkan dalam kata-kata yang dapat dipahami orang lain.

Potong Rambut ituh..

September 10th, 2009 · 2:36 pm  →  Blog Jancukarta

Sayah bikin Serial Jancukarta ah.. Kisah-kisah pilu gembira selama jadi anak tiri di ibu kota rasanya perlu didokumentasikan.. Kemaren Minggu, sayah ke Pondok Indah Mall. Mengincar Weekend Banking Mandiri disana. Urusan Weekend Banking selesai, mengincar salon buat potong rambut. Dengan soknya, sayah masuk ke salon yang kayaknya mentereng.

CV Baru : Ahli Ternak Bebek ituh..

September 5th, 2009 · 8:40 pm  →  Blog

Malam minggu di Wetiga. Tiba-tiba jendela chatting Adium sayah muncul. Siapa lagi ini..?!! Ndak kenal jeh sayah.. Si XYZ : “Halo? Mbak Tika? Salam kenal, Mbak..” Tika : “Iya.. Salam kenal juga.. Ini siapa ya?” Si XYZ : “Ini XYZ, mbak..” (*Oh.. Sopan.. Berarti ndak perlu ditendang..*) Tika : “Met kenal, mas XYZ.. ” Si [...]

Geratis ke Dublin ituh..

September 4th, 2009 · 3:45 am  →  Blog

Leksa kesal. Ia sebal. Dia ndak terima kalo sayah menang lomba blog Guinness yang lalu, dan bisa jalan-jalan ke Dublin geratis. Menghadiri perayaan ulang tahun Guinness ke 250, langsung on the spot di negara asalnya, Irlandia. Leksa : Lebaran ini aku pulang ke Aceh, Tik. Tika : Tumben.. Biasanya cuek-cuek aja ndak pulang kampung. Leksa [...]