Memetik Ide ituh..

Gambar sayah culik dari sini.
I have an idea. But i hate to write it. By Cartoonstock.com

Kadang ada orang bertanya ke sayah.

“Gimana sih cara nulis, Tik? Ndak bisa nulis aku. Ndak ngerti caranya. Ndak ada ide.”

Sayah bingung juga itu jawabnya. Tapi menurut sayah sih, menulis itu layaknya memetik ide dari isi kepala, lalu menuangkan dalam kata-kata yang dapat dipahami orang lain.

Lalu sayah nemu artikel ini dari Group Super Parenting di Facebook. Keren menurut sayah.

Sayah suka.

Oleh: Emmy Kuswandari

Niatan saya menuliskan hal-hal sederhana berangkat dari keinginan berbagi saja. Tidak ada yang lebih. Makin berbagi, saya makin kaya. Kaya teman, kaya doa, kaya ide.

Lalu ada satu dua yang bilang: “Bu, saya suka tulisannya.”

Saya pun manggut-manggut saja. Toh kalau ada rona malu, partner bicara saya tak akan tahu perubahan di muka saya. Biasanya saya akan menawarkan balik agar siapapun yang memberi apresiasi terhadap tulisan itu berbagi hal yang sama. Menuliskan cerita-cerita sederhana di kehidupan mereka.

Jawabnya?
Saya pengen, tapi…
Mau sih, cuma….
Tidak bisa nulis
Tidak ada waktu
Suka bacanya aja
Tidak ada yang bisa dibagi,
Mau share apa ya?
Blank.
Tidak ada ide!

Saya senyum-senyum saja. Kalau diurutkan, bisa lebih panjang lagi alasannya. Yang paling sering adalah tidak ada ide. Padahal, ide itu seperti udara. Ada di mana-mana. Tapi seringkali kita mengabaikannya. Kalau kejepit suasana, baru teriak-teriak: siapa yang jual ide? Dibeli: sebuah ide dengan harga mahal.

Alam raya ini luar biasa. Ide yang tak pernah habis digali. Keindahan yang tak pernah kering dinikmati. Rumah yang tak pernah sepi ditinggali. Sahabat yang setia memberi energi. Anda pasti setuju.

Kalau nunggu ide datang persiapannya: kopi, musik, suasana tenang, punggung yang tak mau tegak, gelisah yang tak mau pergi, rambut yang diacak, mulut yang seperti terkunci. Yang ada: seandainya…seandainya… seandainya.

Ah, kayak menunggu godot saja.


Benarkah ide itu jauh dan tersembunyi?Tidak bisa dijangkau dan tak mungkin direngkuh? Tidak bisa hadir, kini dan saat ini?

Aku tidak pernah pelit. Saya yakin kamu juga. Lebih-lebih alam. Alam tidak pelit. Ada cahaya, ada suara, ada tangis, ada buncah tawa, ada aku, kamu dan kita.

Benarkah kita tanpa ide? Buka laptop, ide sudah dipanen. Keluar rumah, ide sudah bermunculan. Ketemu orang, benih-benih ide bersemai. Gendong anak, lahir ide. Sambil masak, ide pun matang.

Tapi seringkali kita sibuk dengan alasan. Dan lupa bahwa otak kita canggih dan sangat pintar. Jadi percaya saja pada kemampuan kita. Ini tidak hanya untuk menulis. Aplikasinya bisa ke: ide masak, ide marketing, ide kerjaan, ide olah raga, ide perkawanan, ide jejaring.

Kata temanku, ide itu gratis. Orang cerdas memetiknya secara gratis. Sekaligus menanam, supaya orang lain kebagian pula. Alam raya menyediakannya secara melimpah. Ide melimpah, tapi kreator sedikit.

Jadi, apakah ide itu muncul secepat kita memencet odol (pasta gigi)? Anda tahu jawabnya. Mari panen ide, berkarya dan nyatakan.

Selamat menuai ide.

Bahkan sayah pun segera bikin daftar apapun yang bisa sayah tulis setelah membaca yang di atas ituh.. :))

*menjura ke Bu Emmy*

86 comments on “Memetik Ide ituh..

    1. katana tika ….
      [..kata-kata yang dapat dipahami orang lain…]

      tapi aku bukan orang lho :))

      jadi inget lho, banyak blog blog terlantar dari para sesepuh di UI… awalnya karna mau dibuat blog *ikutin trend media… tapi terlantar … alasannya idem

  1. ide kadang kl dicari ga akan ketemu, apalagi kang ide yang sukanya travelling ke luar negeri *loch :D *

    ide kadang muncul tiba2 dari apa yg kita lihat, kita dengar, kita rasakan….kl udah dpt ide itu kembangkan dikit, dan sampaikan dengan media tulisan aka blog… *serius mode*

  2. dari semerbak wangi jamban kita bisa dapet ide, dari cemerlangnya keringet di ketek (ups, maappp) apalagi ide bisa jadi banyak..

    yang pasti klo sambil bercermin gwe bisa dapet ide juga.. dapet ide bahwa gwe ternyata ngga seganteng keanu reeves… (ups..)

  3. setujuh sama bu emmy!
    ide itu bisa dari mana aja. nggak usah merasa pengen nulis yang muluk-muluk.

    liat kodok kepleset di pinggir kolam aja bisa jadi ide tulisan

    hihihi

    ayo menuliss!!!

  4. iya ya…
    awal2 ngeblog beneran gak ada ide mbak tika
    tapi lama2 jadi kepikiran untuk bikin tulisan2 bagus dan baik walaupun mungkin sampe skr blom kesampaian…

    huhehehehehe

  5. Kalo gak punya ide, tulis saja apa yang ada di mata kita. Itu yang dilakukan orang Cina 2000 tahun yg lalu sampai sekarang. Menulis sekenanya, sesubyektif mungkin … . Itu sudah lebih baik daripada cuma disampaikan secara lisan. Para sejarawan 1000 tahun ke depan akan sangat berterima kasih pada para penulis, karena memberi data autentik, bukan omongan dari satu orang ke orang lain yang pastinya berubah isinya.

  6. ide?… emang bener dari mana saja…
    cuma… terkadang sering malesnya itu lho… hehehe… emang haruss mendisiplinkan diri dan emang harus dipaksa. emang siy jatuhnya jadi ga natural… cumaaa kan haruss… nah lho… malah jadi bingung kan komennya… hehehe….

  7. kalau saya sih, nulis apa yg lg pengen ditulis, mengalir begitu saja dan mood2an :P ide itu ada dimana2 tergantung kitanya saja mau berusaha mendapatkan/tdk…

  8. hahahah..
    bener banget mbak tika..
    terkadang ide udah ada di pikiran kita kalau gag keburu diketik atau ditulis tangan ntar bisa lenyap..

    lagian juga kita udah terbiasa bermales-malesan,kadang juga sedang berada pada mud yang tidak bagus,bahkan tidak ada ide untuk menulis artikel..

    hooho…

  9. hahahah..
    bener banget mbak tika..
    terkadang ide udah ada di pikiran kita kalau gag keburu diketik atau ditulis tangan ntar bisa lenyap..

    lagian juga kita udah terbiasa bermales-malesan,kadang juga sedang berada pada mud yang tidak bagus,bahkan tidak ada ide untuk menulis artikel..

    hooho…

    sukses mbak tika..
    n selamat idul fitri..

  10. ide kadang muncul tiba-tiba, menuliskan ide menjadi sebuah artikel yang enak dibaca dan mudah dicerna adalah bakat dan sklill yang bisa diasah.
    Ide – blog dan visitor adalah tiga hal yang terkait, apa artinya ide jika tidak dipublikasi, akan terus terpendam, apa artinya publikasi ide kalau ngak ada yang tahu atau baca.
    menjadi blogpreneur adalah cita-citaku
    salam kenal
    oktopiansah

  11. entah saya sendiri setuju atau tidak dengan argumen saya ini. bahwa ketika kita ingin menulis, maka dengan sendirinya impuls di otak kita akan bergerak me-reorganisasi pengetahuan kita. meluapkan ide-ide aneh. saya menulis seperti orang kesurupan. suatu saat saya pernah membuka folder-folder lama di laptop ayah saya yang bulukan karena lama nggak pernah dipakai. ada banyak tulisan yang seru. menyenangkan membacanya. sekarang saya baru sadar kalau itu tulisan saya. kalau disuruh nulis lagi? bingung saya.

  12. mbak tik, aku punya ide komentar.. simak baik-baik ya..

    ternyata e ternyata, saya tuh nggak tau banget kalau teman saya agung puji mustofa alias agung pe em itu kenal sama mbak tika banget sama herman saksono, haha.. padahal agung wi bocahe bolo ngontel byen pas sma. dee jik ngontel opo gak mbak ning jogja? haha.. dee saiki jik ning gama techno. wingi aku rujakan karo dee. tp dee ga gelem rujak, jare jik wareg. haha..

  13. sipsip..btul mbak tika..
    ide dimanamana, apalagi kalo kita sharing ide bareng temen2 pas mau bikin sesuatu (tapi kadang juga gak ada titik temu persamaan idenya) namun pas ide2 itu bisa disatukan hasilnya luar biasaaa.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *