Kelas Kemewahan Internet ituh..

CartoonStock

Sayah ini penggila online. Internet freak. Bisa lupa makan, mandi dan tidur kalo udah di depan macbook kesayangan plus dengan koneksi.

Rasanya dunia indah cerah ceria gemah ripah sentosa senantiasa ketika macbook mendapat suplai kecepatan internet yang kencang. Sayah ndak begitu peduli dengan embel-embel 3G kek, GPRS kek, asal buka browser kenceng, muter youtube ndak putus-putus, maka saya gembira.

Tapi ini Endonesa. Internet masih barang mahal disini. Konsumen harus pintar-pintar memilih label dan harga, kemudian membandingkan dengan hasil yang didapat.

Inget ndak dulu ada yang namanya teknologi 3,5G ? Eh, kayaknya sekarang masih banyak ya yang pake label itu. *lirik mbah google*

Lha, sayah punya teman. Mas Cipluk namanya. Dia bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi.
3 tahun lalu, waktu itu sayah masih berstatus mahasiswi, dan dia sudah hengkang ke Jakarta berkutat dengan pekerjaannya.

Mas Cipluk dulu bilang ke sayah begini :

“Sebenarnya label 3,5G itu, hanya membedakan sedikiiit dari teknologi 3G yang udah ada, Tik.. Sedikit lebih cepat iya. Tapi ya buat kamu yang abuser di internet dan tiap hari ndak lepas dari koneksi, ya ndak jauh-jauh beda rasanya pasti..”

Sayah tiba-tiba inget obrolan ini, karena mampir ke blog Leoni dan Ndorokakung yang bahas tentang teknologi LTE (Long Term Evolution) atau 4G yang diuji coba oleh Telkomsel tanggal 20 Juni kemaren.

Kalau teknologi 3,5G diklaim mampu stabil di kecepatan 3,6Mbps, maka kecepatan LTE atau 4G ini dikabarkan ada di 172 Mbps. Waw. :x Dan kabarnya ini setingkat lebih cepat daripada teknologi WiMax.

Tapi bener ndak? Toh banyak yang koar-koar tentang kecepatan 3G, tapi nyatanya ketika dicoba tetep sering bikin ngelus dada. Apa yang bikin LTE (4G) beda dengan 3G yang sekarang ini ada?

Menarik banget yang ditulis Gizmodo tentang LTE.

Great. But what’s so special about WiMax and LTE? And how fast can they really get? Very simply, West told us, “The magic is the channel width.” LTE and WiMax use really fat wireless channels, so they can move a lot of data at once.

Gizmodo 3G 4G connection

Oke. Baiklah.

Sayah senang. Tapi masih tetap pesimis. Sekali lagi, ini Endonesa gitu loh. Seberapa mahal teknologi ini nanti?
Wimax aja blom diterapkan di negeri ini. (Eh, udah ada yang pake Wimax blom sih??) Dan kita juga blom tau, berapa tarif yang akan dipasang untuk penggunaan Wimax.

Bagaimanapun, realita di lapangan adalah, kemewahan kecepatan koneksi internet adalah milik mereka yang berdompet tebal. (Quote ini udah basi blom sih?) Atau mereka yang bisa nebeng ngenet di kantor yang berkoneksi kencang. :D

Kita harus tunggu sekitar 2012-2013 untuk penggunaan LTE secara luas di Endonesa. Sebelum itu, kita harus tunggu dulu Wimax dipasarkan. Sebelumnya lagi, kita nikmati dulu yang ada sekarang ini.. :D

———————————————————————————–

Referensi :

69 comments on “Kelas Kemewahan Internet ituh..

  1. Selain cepet, Jangkauan WiMAX juga lebih luas tik, tapi masih kebentur dengan regulasi di Indonesia, dan di Indonesia sendiri baru mau di Loncing kan, walaupun belum tau kapan

    1. ndak cuma kedetect sbg virus, tiap buka blog yg satu ini, leptonk langsung ngeHank, BLUE screen, Lcd mak pet!!

  2. “Atau mereka yang bisa nebeng ngenet di kantor yang berkoneksi kencang” kalimat ini jadi inget diriku yang selalu di kambing hitamkan jika konksi kantor tiba2 lemot,, dengan serentak di ym muncul kalimat “yos kowe download opo e.. !!!!!!” ^_^ ,, gawat juga kalau LTE tuh cepet datang ke Indonesia,, bikin hardisk cepet penuh,,, koleksi pelem jadi menumpuk,,, hihihihihihi

  3. well, setahu saya, LTE dipilih karena lebih ‘hemat’ dibandingkan investasi buat setup teknologi Wimax
    (itu yang saya dengar waktu menghadiri acara Uji Coba LTE Telkomsel)

    dan sebenarnya teteup, satu faktor yang mempengaruhi kecepatan yang dirasakan adalah: seberapa banyak orang yang nimbrung dengan anda di pita data tersebut.

    kalau masalah ‘ketebalan’ dompet sih, masih bisa koq diakali, seperti saya yang sekarang sudah 4 jam lebih duduk disebuah cafe demi nebeng koneksi wi-fi mereka (investasi saya cuma segelas kopi, yang sekarang sudah kandas :D )

  4. kecepatan berbanding lurus sama tarif mbatik. ndak ada itu yang namanya cepat tapi tarifnya murah.. uedan emang.! yang mau gak mau harus begitu :)

    *ketok2 telkomsel flash biar dpt sinyal 3G*

  5. saya make SM*RT EVDO yang katanya bisa mencapai 3,1Mbps (harap dicatat, b kecil), tapi buat mbuka youtube ya masih buffering-buffering, tapi yo maklumlah, Indonesia. *kok kesannya jadi inferior gini yo*

    1. lhah kok sama, saya juga. itu 3,1Mbps aja paling mentok jalan cuman 1Mb’an. Ndak kebayang apa bisa yang 172Mbps itu nembus angka segitu juga, namanya juga Endonesa :P
      *ngelus dada*

    2. setau saya itung-itungan itu cuma diatas kertas, jadi max speednya segitu, kemungkinan dapet penuh dikit,

      dan bener inget juga klo ‘b’ nya kecil bukan ‘B’ berarti 3.1Mbps itu 3.1 Mega bit per second, bukan mega byte.. klo mau dapet yang mega byte dibagi 7 aja.

  6. Saya sih yakin2 saja.. minimal 10Mbps lah dapet buat wimax atopun LTE itu..
    tapi ya itu quota tetep 2GB/bulan..

    kalo kaya saya yg sehari saja bisa habis 1GB.. masih mending pake yg speednya 200kbps tapi unlimited.. wkwkwkw

  7. halah, telkomsel menjual mimpi. nggak usah mbahas kecepatan tinggi dulu lah, harganya berapa juga masih di atas jangkauan kita. mbok ya mending diberesi dulu itu koneksi flash yg bolak balik dipisuhi pelanggan.

  8. Waaah.. gitu, ya… Oke. Saya akan bersabar sampe LTE sudah bisa dinikmati secara luas di negara ini.

    Sementara ini harus puas dulu dgn koneksi internet di kantor yg super lambat dan bener-bener bikin ngantukk…

  9. “Sayah ndak begitu peduli dengan embel-embel 3G kek, GPRS kek, asal buka browser kenceng, muter youtube ndak putus-putus, maka saya gembira.”

    wah sama seperti saya…ga peduli walopun sinyal 2G, gprs… yang penting kenceng ini itu…
    lhaaaa emang ada yak???

  10. saya lebih suka pembenahan koneksi dulu.. 3G yang saya ketahui tidak se-segar gambar diatas.. atau mungkin cuma di indonesa saja yak..
    setuju sama pendapat wulan.. 5G itu gambarnya seperti apa yak ?

  11. kalo dipikir2, konsumtif ya rata2 orang Endonesa itu (dan saya mengakui–dengan ringan hati–bahwa saya juga termasuk di dalamnya *lols*). nunggu dapet lemparan ‘sampah’ teknologi dari negeri laen sementara skarang ini asik berkutat dengan sampah teknologi yang mungkin udah mulai usang di negara2 maju sana. ah, syukuri(n) apa yang ada aja dululah

  12. Pingback: CURTIS
  13. Pingback: GUY
  14. Pingback: ARMANDO
  15. Pingback: DAVE
  16. Pingback: JOSHUA
  17. Pingback: JULIAN
  18. Pingback: JEREMY
  19. Pingback: ANDREW
  20. Pingback: JAVIER
  21. Pingback: CHRIS
  22. Pingback: DAVE
  23. Pingback: LEON
  24. Pingback: JONATHAN
  25. Pingback: PAUL
  26. Pingback: CLINTON
  27. Pingback: ADAM
  28. Pingback: DOUG
  29. Pingback: PETER
  30. Kalaw sekiranya tidak punya uang banyak janganlah kamu berpoya” untuk kepentingan yang tidak terlalu penting karena ALLAH SWT tidak menyukai orang yang selalu perpoya’…..

  31. maaf..numpang promo sedikit ya…

    anda butuh jaringan internet broadband untuk usaha anda???

    tersedia pula paket dedicated yang menjamin stabilnya koneksi internet anda!!!
    melayani pemasangan untuk wilayah Thamrin, Kramat, Wahid hasyim, Cikini, Matraman, Proklamasi, Salemba, Kebon Sirih, GUnung Sahari, Senen, Cempaka Putih, Pemuda, Pramuka, Utan Kayu Raya, Kelapa Gading dan Sunter.
    hub:
    021 41378124

  32. 说道:There are certainly a lot of deatlis like that to take into consideration. That is a great point to bring up. I offer the thoughts above as general inspiration but clearly there are questions like the one you bring up where the most important thing will be working in honest good faith. I don?t know if best practices have emerged around things like that, but I am sure that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls feel the impact of just a momente2€™s pleasure, for the rest of their lives.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *