Tokoh Negara Yang Bicara Kotor ituh..

Mengambil nafas panjang ketika kontraksi datang, saya ambil itu Blackberry hitam bocel-bocel yang selalu setia mbuntutin kemanapun saya pergi.
Cek kabar terbaru yang dibagikan para kawan di dunia twitter.
Baiklah, si anu lagi flirting si anu.
Lalu si mbak abege itu ternyata siap-siap packing menuju negeri Antah Berantah.
Dan.. He?

@MbakCantikSelalu:
TIDAK PANTAS TOKOH NEGARA BICARA KOTOR!!! RT @BeritaAnu: Tokoh Negara Bapak SSS (Sehat Selalu Selamanya) Bicara Kotor http://link.ini.itu

Penasaran, saya klik itu link dari @BeritaAnu.
Membaca 3 paragraf panjangnya, dan lalu saya tergelak terbahak-bahak.
Judul beritanya memang seolah-olah si Bapak SSS (Sehat Selalu Selamanya) ini bicara yang ndak-ndak, yang ndak sopan, yang ndak pantas didengar umum kecuali via bisik-bisik.
Tapi kalau membaca isi beritanya, ternyata si Bapak SSS yang terkenal ini sedang bicara tentang kotoran sampah yang terserak di ibukota. Dan salah satu kalimatnya kepada jurnalis yang mengerubunginya (lalu dibuat menjadi headline secara mentahmentah pula oleh si jurnalis) adalah :
“Saya memang sedang bicara kotor nih.. Bicara tentang kotoran..”

Lhaaaa..
Lalu apa yang dihujat oleh si @MbakCantikSelalu itu tadi ya?
Saya kan jadi bingung. Dan bertanya-tanya. Dan lalu penasaran. Dan jangan sampai saya mati gara-gara penasaran. Saya kan sebentar lagi melahirkan. Kok rugi banget mati cuma gara-gara penasaran..
Bertanyalah saya pada @MbakCantikSelalu ini..

@tikabanget:
@MbakCantikSelalu mbak.. emang udah baca beritanya?

Dan dijawab :

@MbakCantikSelalu:
@tikabanget Ah. Males banget, tik. Baca headlinenya aja udah bikin emosi..

Lhaaaaa kuadraaaaaattt..
*garukgaruk perut buncit*

Jadi, sodara-sodara, yang ingin saya tanyakan, itu ada link berita apakah hanya sekedar hiasan semata? :D
Padahal secara ndak langsung, si @MbakCantikSelalu ini sudah punya andil menyebarkan berita tersebut, beserta asumsi pribadi bahwa si Tokoh Negara Bapak SSS ini sudah berlaku ndak pantas.

Lalu bayangkan nanti ada @MasSedikitGanteng yang percaya mentah-mentah tweet si @MbakCantikSelalu, dan lalu ikut menyumpahi si Bapak SSS di timeline, (sekali lagi) tanpa membaca link berita yang tercantum.
Lalu bayangkan, setelah itu ada @DikImut yang hanya membaca selintas lalu, dan ngobrol sama temennya tentang si Bapak SSS.
Padahal saya abis ngintip ke halaman Panduan jadi Anak Asyik disini.
Seru juga ini website anakasyik.com, punya kamus khusus panduan buat ber-asyik-ria di internet.

Lha ini kamus nomer 1 aja, isinya sudah punya poin begini :

Nemu berita seru yang heboh? Sebaiknya cek dulu infonya sebelum RT atau forward ke channel socmed ya!

Hahaha..
Jadi yang ndak asyik siapa kalau begini?
Si Bapak SSS yang sekedar becanda? Si jurnalis yang membuat headline berita yang menyesatkan? Atau yang membaca berita selintas lalu tanpa cek en ricek isi berita lebih lanjut menyebarkannya lagi? :D

21 comments on “Tokoh Negara Yang Bicara Kotor ituh..

  1. jangan heran kalo beritanya nggak diklik.. lah kan banyak juga yg pake paket BB-nya yg paket cuma bisa email, BBM, dan twitter doang, ga pake paket internet -__-

  2. Huhu, emang paket bisa bikin salah faham krn ga bisa baca lanjutannya.
    eh tapi klo mau sedikit usaha, ya cari/tanya temen kan bisa, jadi tindakannya ga gegabah dan lebih asyik :D

    Eh btw dah UK berapa bu?
    Qt ada gendongan yg unyu2 loh buat si kecil ntar ^^

  3. Ya begitulah Twitter terutama pada sebagian pengguna yang pakai ponsel. Males ngecek tautan. Tempo hari wakti rame koboi palmerah, kicuauannya mencapai 8.000-an tapi yang di youtubebaru dilihat 300-an. Demikian amatan paklik saya.

    Mungkin krn Twitter memang ditempatkan sebagai ruang obrolan yang serbasekilas. Perilaku sebagian penutur dan pendengar seperti ketika ada lontaran “menurut seorang profesor MIT, musik metal disukai oleh orang cerdas”. Siapa profesornya, kapan risetnya, gak penting, apalagi kalo harus googling. :))

    Meskipun begitu, Twitter justru menarik bagi media terlembagakan (misalnya koran) untuk melontarkan tajuk berita, dan lebih menarik lagi ada kecenderungan pengguna media sosial

  4. Sambungan….
    penguna media sosial untuk mengafirmasi info dari media terlembagakan. Maka kita bertanya apakah benar media sosial itu alternatif? :))

  5. headline berita emang “sah” untuk dibuat lebay dan hiperbolik, tak lain buat menarik traffic (kalo di portal berita). tapi ya, memang ada sisi negatifnya sih, jadinya orang sudah keburu menyimpulkan tanpa membaca.. :|

  6. kebanyakan orang membaca berita di time line itu ya emang judulnya doank, pada males buka link biasanya.
    Dan melihat kebiasaan para pengguna twitter itu, media berita dan gosip pun dengan pintar memanfaatkannya :D
    Yg salah menurut saya itu ya pembaca berita. Kita harus cerdas dalam mencerna sebuah berita. Si Jurnalis ga salah juga, karena emang makna judul yang dibuatnya punya arti ambigu, tidak bisa disalahkan. Haha

  7. Nggak cuma pengguna twitter yang semena-mena. Pengelola situs berita (dan sekarang stasiun televisi juga) pun semena-mena dalam menayangkan berita yang sumbernya dari percakapan twitter atau dari twit seseorang. Yang seperti ini kesannya wartawannya malas kerja, apalagi kalo nggak disertai konfirmasi utk melengkapi berita, ya nggak Tik?

  8. emang sudah sewajar nya tokoh negara menjaga sikap termasuk dari segi bicaranya. walaupun sih cuma di dunia maya tp kan sebgai tokoh harus menjadi public pigura yang punya etika.

  9. sekarang setiap orang bisa dengan leluasa dan mudah mendapaykan info dan berita namun nampaknya kita memang harus membaca dan menyaring lebih dulu agar tidak salah paham
    btw tokoh negara tu Pak Jokowi ya ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *