Malam di Tahun ke-31 ituh…

Sekarang pukul setengah dua pagi.
Saya terbangun. Mendapati ucapan selamat bertubi-tubi di whatsapp dan BBM.

Wah. Iya ya. Ini hari lahir saya… :|
Dan perasaan saya hampa.
Saya justru flashback ke kenangan bertahun-tahun lalu.
Belasan tahun lalu.
Berpuluh tahun lalu.
Kemana masa muda saya hingga tiba-tiba saya menginjak umur ke 31 ini?
Apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya ya? :|
Apa yang terjadi di 365 hari sebelumnya? :|

Cepat sekali waktu berlalu ya? :|

Saya masih juga di Jogja sejak lebaran usai.
Menunggu kepulihan Rana dari sakit flu beratnya.
Saya memandang langit-langit kamar.
Kamar ini sudah saya tempati sejak SMP.
Itu berarti… 15 tahun lalu?
Tata letak ruangnya sudah berubah belasan kali.
Tapi kamar ini…tetap tak berubah. Tetap kamar saya.
Yang selalu dibersihkan secara teratur oleh Ibu agar sewaktu-waktu saya datang tinggal merebahkan tubuh di kamar ini.

Saya memandang pintu kamar yang dipenuhi sticker.
Sticker yang saya kumpulkan dari berbagai acara dan event.
Dari berbagai band ini itu yang rata-rata adalah teman saya dulu.
Dulu. Dulu saya pernah sangat akrab dengan dunia band.
Itu berarti… 7-8 tahun lalu?
Hahaha.

Cepat sekali waktu berlalu ya? :|

Rana mengerang perlahan. Kepalanya berkeringat.
Pelan-pelan saya ambil remote AC di meja sebelah kasur dan memencet tombol ON.

Saya pandangi wajah Rana yang pulas kembali begitu hembusan angin dingin memenuhi kamar.
Rana akan berusia 14 bulan minggu depan. :|
Padahal saya masih ingat betul bagaimana saya melirik sinis tiap orangtua yang membawa anak kecilnya yang rewel ke mall dulu.
Dulu.
Dulu itu kapan ya?
Mmmm.. Sekitar… 4-7 tahun yang lalu?
Dan tiba-tiba saya punya anak berusia setahun lebih? :|

Cepat sekali waktu berlalu ya? :|

Kepala saya dipenuhi nuansa melankolis.
Ya Tuhan, kenikmatanMu apa saja yang aku dustakan selama aku tak menyadari betapa cepatnya waktu berlalu ya..

Mungkin… Mungkin saya seharusnya cukup mengucapkan Alhamdulillah.
Alhamdulillah atas segalanya yang dilimpahkan untuk saya alami.
Untuk saya jalani. Untuk saya arungi. Untuk saya resapi.

Tapi kepala saya ndak bisa berhenti berpikir dan mengenang.
Karena menyadari saya tiba-tiba sudah berusia 31 tahun.

11 comments on “Malam di Tahun ke-31 ituh…

    1. Mau ada ataupung nggak kraleosinya, yg jelas jeng tika udah ktauan kyk apa selerenya Hayooo Blogger2 lain sapa yg minat? *balik kojom sama niez

  1. Happ birthday tik
    Aku ga pernah ngitung umurku berapa, aku lebih ngitung apa saja yg sudah aku lakuin buat orang tua dan orang lain ;)

    *ga mau ngitung umur lg lebib tepatnya* :))

  2. Iya setuju. Kak Tika awet nom kok ya. Tapi memang bertambah dewasa tentu saja. Sama kayak template blog TBC yang berubah menjadi sekalem ini. Dulu masih inget template yg ungu item dengan link berwarna oranye itu yg postingannya selalu penuh semangat bikin yg baca pun moodnya ikut terangkat.

    Ditunggu bukunya tentang #baladarana ya kak. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *