Kisah Tulang Si Tiara ituh…

Minggu lalu, saya membawa Rana untuk trial kelas gratis di salah satu sekolah bayi (atau kita sebut saja Taman Bermain Bayi Berbayar) lumayan ternama di Jakarta.
Kenapa disekolahin, Tik?
Kan baru setahun?

Yah.. Saya sih bisa jawab panjang lebar. Dan itu akan jadi satu postingan blog tersendiri nanti. Hahaha..

Di kelas tersebut, bertemulah saya dengan berbagai macam wali dan pengasuh. Ibu-ibu muda. Bapak-bapak muda. Suster. Baby sitter. Para Eyang,
Di antara mereka semua, ada satu pemandangan yang menarik perhatian saya.

Ada seorang ibu muda dengan penampilan chic dan stylist, mengenakan sepatu high heel, dan menggendong anaknya yang berumur 2 tahun.
WOAH HEBAT BANGET SIH!
Saya gak kebayang gimana ceritanya kalo saya yang ada di situasi tersebut.
Saya pake high heels itu bisa dihitung dengan jari di sepanjang hidup saya.
Untuk itu saya menjura kagum kepada ibu muda tersebut.
Apalagi anaknya ini gendut banget. Gendut menggemaskan. Lebih gendut dari Rana deh pokoknya.
Gimana caranya ya menjaga keseimbangan ketika pake high heels sambil nggendong anak kesana kemari.
Saya emang ndeso sih ya.. Hahaha..

Ditambah lagi, si Ibu muda ini membawa tas tangan besar yang kayaknya beraaaat gitu..
Dengan semua beban itu di tangannya, kok si Ibu muda ini tetap terlihat cantik ya..
Ck.
Dunia memang tak adil.
*banting cermin*

Penasaran kan, akhirnya saya menjejeri si ibu muda ini.
Sebut saja namanya Tiara.
Tiara yang cantik, sangat bergaya masa kini, masih muda, dan gaul.
*berusaha gak terdengar sirik, iri dan dengki*

Ngobrol panjang lebar (dan kemudian berlanjut di kafe terdekat biar lebih akrab dan ikrib), Tiara bercerita.
Dulu sebelum punya anak, dia merokok. Mengkonsumsi alkohol. Nongkrong sampai malam bahkan pagi buta, dan kurang olahraga banget.
Wah sama banget ini kayak saya. Minus mengkonsumsi alkohol-nya, karena pada dasarnya saya cuma suka minuman yang manis-manis dan murah kayak Es Teh.

Ketika kehamilan Tiara udah membesar, mulai deh ada serangan encok di pinggang, nyeri punggung, kaki bengkak.
Akhirnya berkonsultasilah si Tiara ini ke dokter.
Menurut dokter , kondisi tulang punggung Tiara buruk.
Efek dari gaya hidup sembarangan yang dilakukan Tiara ketika masih lajang.

Tiara disarankan ikut yoga.
Dan mengasupi diri dengan tambahan nutrisi kalsium.
Demi kepentingan tulang si Tiara.

Aduh sumpah deh ini cerita Tiara PERSIS BANGEEEEET sama cerita saya.
Saya sempet tulis di tulisan saya sebelumnya, kalo tulang punggung saya ini rada gak beres gitu lho.
Saya beruntung betul bertemu dengan Tiara ini.
Jadi bisa menyimak pengalamannya yang mungkin banget berguna buat saya.

Balik lagi ke cerita Tiara.
Oleh si dokternya, Tiara dianjurkan untuk diet.
Dan diminta menyantap menu-menu kayak ikan salmon, kacang kedelai, almond serta dairy products seperti yoghurt, keju dan susu.
Kenapa menu itu yang dianjurkan?
Karena makanan-makanan itu mengandung kalsium tinggi.

Lalu satu lagi, sama dokternya disuruh minum susu.
Susu apa?
Susu berkalsium tinggi, kata Tiara.
Karena susu itu akhirnya jadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan kalsium harian untuk si Tiara. Praktis aja sih, gitu kata Tiara.
Intinya si Tiara ini berusaha punya gaya hidup yang lebih baik sejak hamil dan punya anak. Karena beban hidup bukannya tambah berkurang kan ya?
Seminggu dua kali, Tiara ikut yoga dan pilates. Wih. Keren amat sih, mak..
“Gw cuma pengen terlihat muda lebih lama aja sih, Tik.. Gw perempuan biasa aja sih..”
Hahaha.. YA AKU JUGA MAU THO YA TERLIHAT MUDA TERUUUUSSS..
Tulang yang kuat mendukung aktivitas serta penampilan perempuan masa kini.
Saya penasaran, jadi Tiara ini minum susu berkalsium apa sih? Lha susu kan banyak banget. Saya ndak apal ada merek apa saja di luar sana.
Kata dia sih, dia minum Calciskim.

Calciskim ini dipromosikan Tiara sebagai susu kalsium tinggi tanpa lemak dan bebas gula. Kalorinya dikit, jadi gak bikin gemuk kayak susu lain.

Noted. Calciskim yaaa..

Googling kesana kemari dan dapet kalimat ini :

Diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, serta CBP™ (Colostrum Bone Protein) kandungan bioaktif yang membantu mempercepat proses regenerasi tulang, CalciSkim menjadi pelengkap yang tepat untuk wanita modern yang sarat aktivitas. Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium, CalciSkim pun mengandung Prebiotik (Fruktooligosakarida), sehingga fungsi saluran cerna pun lebih optimal.

Kalian tau gak kalau tulang mencapai puncak kepadatannya (peak bone mass) itu di usia 30 tahun? Gak tau?
Nah saya juga baru tau dari Tiara.
Padahal saya udah 31 tahun.
Tapi gak ada kata terlambat sih ya untuk memulai perbaikan diri.. :’)

5 comments

  1. Budiono says:

    Jadi, si tiara ini mana fotonya? :D

  2. jarwad says:

    wogh, gitu ya Tik, hahaha, saya baru 34

  3. ndop says:

    Loooh, kalau aku lihat foto terbaru kak Tika di twitpic, masih awet muda kooookkk… jangan khawatir kaaaak.. haha..

    Semoga dengan susu kalsium itu, kak tika akan lebih muda lagi deh..

    Btw, aku juga rajin olah raga sekarang. Lompat tali/skippingan 300 kali tiap hari (kalau inget). Alhamdulillaah makin lincah sekarang..

  4. mau awet muda gampang kok tik. jangan pernah update profile picture ataupun avatar. gitu aja kok.

  5. kerja says:

    wah baru tau juga nih, umur > 30 tahun harus lebih menjaga kesehatan tulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>