#BaladaRana Penjiplak Bagai Cermin ituh..

Rana, 22 bulan usianya sekarang.
1 tahun 10 bulan.
Akhir-akhir ini mulai menjadi si tukang ngatur. Penjiplak hebat.
Hahaha.

“Mama. Inyi. Duk. Inyi..”
(Red ~ “Mama. Sini. Duduk sini.”)
Sambil tangannya menepuk-nepuk kursi sebelah kiri.
“Papa. Inyi. Duk. Inyi..”
(Red~ “Papa. Sini. Duduk sini.”)
Sambil menepuk-nepuk kursi sebelah kanan.

Kalo gak dituruti, bisa lamaaaa banget Rana mengulang kata : “Duduk sini. Duduk sini..”
Hahaha..
Gara-garanya kalau dia lagi banyak tingkah dan emaknya mulai pusing,  trus Rana bakal liat emaknya ngomong berkali-kali,
“Rana. Duduk sini. Sama Mama. Sini..”
Tentu saja sambil tangan emaknya menepuk-nepuk kursi atau lantai, dimana Rana dipersilakan duduk.

Lain lagi kejadian di tangga.
Ketika Rana lagi turun tangga bareng emaknya.
Ketika saya ada di sisi kiri, dan Rana di sisi kanan (dan pegangan tangga ada di sisi kanan, tentu saja biar Rana bisa turun sambil pegangan tangga), tiba-tiba Rana memandang saya dan bilang,
“Mama. Inyi. Egang inyi..”
(Red~ “Mama. Pegang sini.”)
Sambil tangan kecilnya menepuk-nepuk pegangan tangga.

Terpana, emaknya nurut dong buat ikutan pegangan besi tangga.
Gara-gara kalau Rana naik turun tangga, emaknya mewajibkan pegangan besi.
Boleh naik turun tangga sendiri tapi harus pegangan.
Dan aturan itu berbalik ke emak dan bapaknya.
Hahahahahaha..

Trus saya senang deh, Rana mulai bisa bilang permisi, walaupun belum konsisten.
Ketika dia mau lewat di depan orang lain, terharu juga mendengar Rana tiba-tiba bilang,
“Icii… iciii..”
(Red~ “Permisii… Permisiii..”)

Bilang “terima kasih” juga belum konsisten sih.
Tapi kata “terima kasih” sudah bisa Rana ucapkan berbulan-bulan sebelumnya.

Yang bisa saya lakukan agar dia terbiasa menggunakan 4 kata wajib (Terima kasih, Tolong, Maaf, Permisi) hanyalah terus-menerus mengucapkan kata-kata itu ke Rana.
Berharap habit/kebiasaan itu menular ke Rana suatu hari.
Entah kapan.
Tapi ya namanya juga usaha ya, bok..

Yang sama sekali belum ngefek ke Rana itu bilang “maaf”.
Susaaaah banget.
Kami berdua, emak dan bapaknya sering bilang kata “maaf” kalau kami tanpa sengaja nyenggol Rana. Dan sebaliknya berusaha membiasakan Rana meminta maaf ke kami.
Misalnya Rana tanpa sengaja menendang saya, saya reflek mengaduh dan bilang sakit.
Dan meminta Rana untuk minta maaf.

Tapi Rana tuh ya, begitu mendengar saya bilang, “Rana, minta maaf sama Mama..,” biasanya langsung pasang tampang dingin.
Membuang muka.
Mengkakukan badannya.
Jadi ketika tangannya saya arahkan ke muka saya sambil bilang, “Mama.. Maaf ya.. Maaf ya..,” si anak bayi abege ini akan menarik tangannya lagi dan lalu beringsut menjauh dari emaknya sambil melirik kesal.

Whaaaat..
Gila yeeee..
Anak bayi abege udah bisa gengsiaaannnn..
Oh mai gat banget..
*garuk-garuk.. antara pengen ngakak dan bengong kesal..*

Ya Rangga kalau udah gitu trus suka melirik saya dan bilang, “Ya mirip sih..”
Maksud loooo…
*tabok bapaknya*

6 comments on “#BaladaRana Penjiplak Bagai Cermin ituh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *