#BaladaRana – Berbahasa ituh..

Beberapa budhenya Rangga ada yang bertanya:
“Kenapa sih kok ngomongnya kaku amat sama Rana? Pake EYD gitu?”
Bahkan ada yang mengusulkan :
“Ngomongnya pake Bahasa Inggris aja. Biar dikit-dikit tau bahasa inggris..”

Jadi, terpengaruh oleh beberapa artikel dan buku-buku parenting soal penggunaan bahasa ke bayi dan balita, daku dan Rangga bertekad untuk sebisanya menggunakan bahasa Indonesia dan baik dan benar ke Rana sejak dini. Dengan pengucapakan yang pelan dan jelas.

Bukan apa-apa.
Kita sempet deg-degan Rana sama sekali belum mau ngomong sepatah katapun sampai 18 bulan.
Cuma kata “nenen” dan “dadaaah..” yang dia kuasai.
Mana sering terpapar gadget pula.
(Iya, kami baca juga mengenai dampak paparan layar gadget pada bayi dan balita.Tapi gimana dooong.. Hahaha..)

Kita memprediksi, dengan bahasa Indonesia yang baik, standar, dan pengucapan jelas, akan mengurangi resiko salah paham dalam komunikasi sehari-hari dengan Rana sejak dini.
*halah istilah gue..*
Belum berani campur-campur dengan bahasa Inggris.
Biar gak bingung aja sih anaknya.
Dan biar kita gak bingung juga kalau mendadak dia pake kata-kata baru (yang jelas masih cadel banget cara ngucapinnya).

Ideal?
Prakteknya ya gak juga sih.. Hihihi..
Toh Rana kadang nonton saluran-saluran TV anak berbahasa Inggris.
Jadi pasti ada paparan juga.
Tapi minimal kami bertiga punya standar cara berbahasa yang sama.
Berguna banget pas Rana tantrum, kita lebih bisa membuat prediksi kata-kata yang keluar dari mulutnya, dia ini lagi minta apa sih.
Berguna banget pas Rana membuat kontak dengan orang luar (dengan gurunya misalnya), standar Bahasa Indonesia pasti dikuasai rata-rata orang kan ya.

Anaknya langsung bisa ya, Tik?
Ya gak mungkin dong ah.. :)))
Emang harus berkali-kali dibenerin. Diarahkan. Dikoreksi. Dipancing ngomong.
Kadang bahkan rada maksa menghadapkan muka Rana ke muka kita, biar dia mau gak mau liat cara kita ngomong (supaya dia bisa meniru).

Sempet kepikiran, pengen mengenalkan Rana ke Kamus Besar Bahasa Indonesia begitu dia bisa baca lancar.
Hahaha..

Ini baru soal gaya bahasa yang kita pilih ya, belum soal nada suara Rana yang juga pengen kita bentuk.
Singkat cerita soal nada suara itu, pengennya Rana kalo minta sesuatu gak pake teriak-teriak.
Bicara baik-baik dengan nada suara baik-baik.
Minta baik-baik dengan nada suara rendah. (Gak pake histeris)
Pinjam baik-baik dengan attitude yang sopan. (Gak pake merebut)

Emang bener ya.
Punya anak tuh bukan soal mendidik anak aja.
Tapi juga soal belajar dan mendidik diri kita sendiri.

Huft.
Huft and fun. :D

3 comments on “#BaladaRana – Berbahasa ituh..

  1. cuma bisa mantuk mantuk mbak.

    Aku tonton video2 rana di instagram, dianya kelihatan pinter ya. Lucu menggemaskan. haha.

    Ortunya berhasil mendidik dengan baik dan benar yaaa.. Bener2 keluarga yg keren. Terkonsep dengan jelas.

  2. mbak tika kamu keren sekali! kayaknya gak gampang ya buat tetep bisa konsisten soal pengasuhan anak. ya itu.. gak cuma si anak, tapi jg mendidik orangtua nya sendiri. hehe. seneng liat apdetan2nya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *