Serunya Menjadi Seorang Ibu ituh..

Dulu, ketika masih lajang, saya pernah ngomong gini ke Pakdhe @mbilung.
“Pokoknya gak mau nikah. Gak mau punya anak. Ribet..”

Lalu,
“Itu ngapain sih pada bawa anak kecil-kecil ke Mall? Ganggu aja sih. Nangislah. Merengeklah. Ganggu. Mestinya ada larangan, DILARANG MEMBAWA ANAK KECIL KE DALAM MALL!”

Terus ternyata saya nikah dong.
Terus ternyata saya punya anak dong.
Terus ternyata saya udah bawa anak ke mall sejak berusia 2 bulan dong..

Terlanggar semua tekad-tekad saya ketika lajang.
Hihihihi..

Begitu banyak ketakutan-ketakutan yang mendera saya untuk punya anak.
Lebih karena saya tidak tumbuh di keluarga yang harmonis, saya ketakutan memikirkan bagaimana saya akan mendidik jika punya anak kelak.
Saya ketakutan memikirkan bagaimana jika anak saya tumbuh persis seperti saya.
Seperti kamu tuh yang gimana sih, Tik?
Well..
Ngotot, malas di rumah, malas ngobrol dan akrab dengan orangtua, dan selalu punya perasaan ingin menentang apapun yang dikatakan Bapak dan Ibu saya.
Gimana coba kalau sampe anak saya seperti itu?
Lah ngapain punya anak ya kalau udah tau anaknya bakal kayak gitu?
Mending hidup bebas sendirian melajang, bisa nongkrong dan kongkow kesana-kemari dengan banyak teman, berkarir seluas-luasnya, tidak terikat aturan berpasangan, dll dsb.

Ketika ternyata saya ketahuan hamil, saya sempat denial tuh di 3 bulan pertama kehamilan.
Gak percaya saya hamil.
Gak percaya bakal punya anak (yang jangan-jangan temperamennya seperti saya..).
Gak ngerti harus gimana.
Dan ketakutan kehilangan kehidupan yang begitu menyenangkan.

Untung punya suami yang pengertian banget dan tidak menghakimi.
Pelan-pelan Rangga membimbing perasaan bersyukur agar muncul dengan sendirinya, tanpa paksaan.

Untuk mengatasi bermacam ketakutan, saya berusaha membaca banyak buku.
Buku kehamilan, buku melahirkan, buku parenting, buku trik membesarkan anak, blablabla.
Dan memang benar, buku adalah jendela dunia.
Sedikit demi sedikit saya mulai punya gambaran yang melegakan.
Tidak lagi menakutkan.

Ketika Rana lahir, saya takjub sekali.
Dipenuhi perasaan terharu yang dahsyat, makhluk seimut dan semungil itu ada dalam pelukan saya.
Dipenuhi perasaan ingin melindungi, ingin menyayangi, ingin melakukan segala sesuatunya sendiri.
Saya bertekad, Rana akan menjalani kehidupan yang gembira.
Didampingi dan disupport oleh Mama Papanya yang menyayanginya tanpa syarat.

Kehidupan sebagai Ibu baru, benar-benar asik di satu sisi, walaupun rada sedih juga di sisi lain.
Gak bisa dipungkiri saya kehilangan waktu nongkrong, kehilangan perasaan eksis, dan itu menyakitkan.
Tapi memandang Rana yang tersenyum, menangis, tumbuh hari demi hari benar-benar membuat leleh hati.

Saya maruk sekali dengan buku parenting.
Pokoknya sebisa mungkin semua saya baca.
Artikel soal anak dan orangtua saya lahap dari sana-sini.
Mendadak saya perhatian dengan nama-nama psikolog anak.
Misalnya psikolog mbak @irmaayank, yang rajin menulis artikel parenting di website www.ultramimi.com.

Saya berpikir, semakin banyak referensi, semakin bagus.
Saya berpikir, insting saja tidak cukup untuk menghadapi hari-hari bersama Rana.
Saya berpikir, insting keibuan juga harus dilatih, diasupi ilmu, dan dibimbing.

Insting toh kadang kabur dengan emosi.
Padahal sebagai ibu baru pastinya banyak hal soal bayi dan lingkungan yang bikin emosi naik turun.
Insting tidak selalu menyampikan pesan dengan jelas di otak.

Dan dunia emak-emak saya semakin heboh dengan kehadiran grup-grup sesama emak, yang obrolannya mewarnai hari-hari tenang bersama Rana.
Saya punya sekian grup emak-emak.
Mulai dari grup emak-emak yang anaknya persis sama dengan usia Rana, sama-sama lahir di Juni 2012.
Sampai grup emak-emak dewasa yang isinya teman-teman nggosip di social media.
Hahahaha.

Sungguh, kehidupan emak-emak yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa seheboh ini.
Dan sekarang usia Rana sudah 2 tahun 5 bulan.
Udah gak minum ASI lagi.
Sekarang favoritnya ya susu UHT Ultra Mimi rasa strawberry itu.
Udah lupa dia sama kata “nenen”.
Antara sedih mengenang masa bayinya Rana dan merasa merdeka gak perlu nenenin Rana lagi.

Jadi Ibu-Ibu itu seru.
Asal punya teman dan referensi yang oke.

Bisa lho mantengin twitter @UltraMimiID, atau facebooknya UltraMimi di sini, atau ke websitenya Ultra Mimi ini.
Referensi yang oke buat emak-emak!

Video di bawah ini adalah persembahan dari Ultra Mimi, untuk kaum Ibu di seluruh dunia.
Siap-siap tisu ya..

4 comments on “Serunya Menjadi Seorang Ibu ituh..

  1. Mungkin kamu kualat, Tik.
    Kamu gak pengen nikah. Gak pengen punya anak.
    Lalu Tuhan ngikik mendengar ucapanmu dan mencoba menguji kamu.
    Menjebak kamu dengan yang namanya pernikahan.
    Menjebak kamu dengan yang namanya kehamilan
    Biar kamu tahu rasa.

    Gimana sekarang rasanya, Tik? Enak, Tik? xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *