Ke Bromo ituh..

Akhirnya daku menginjakkan kaki di Bromo juga!
Yay!

Ahahaha..
Setelah banyak mendengar sana-sini dan liat foto kawan di sana-sini soal Bromo, akhirnya daku melihat pemandangan di Bromo dengan mata sendiri.

Sabtu, tanggal 10 Oktober sore, daku dan rombongan trip #WonderfulIndonesia #INATopBucketList sampai di kaki Bromo, dan menginap di Jiwa Jawa Resort.
Ini penginapan dengan pilihan kamar bertingkat dua yang keren.
Nanti kapan-kapan daku review deh di satu tulisan tersendiri.
Daku satu kamar dengan Hanny dan Simbok Venus. Yay!

Pukul 2.30 pagi, telepon kamar berdering. Alarm call.
Memanggil para peserta untuk bangkit dari kasur, bersiap diri, dan berkumpul di lobby hotel.
Kita mau naik ke Penanjakan Bromo, liat sunrise! Uhuy!

Tapi udara dingin bangeeeet..
Dan daku yang sama sekali gak ngeh soal suhu udara Bromo cuma bisa memandang jaket tipis satu-satunya di koper.. 😅

Baiklah.
Ambil kaos 4 biji.
Dipake satu demi satu ditumpuk.
Celana panjang, dobel 2.
Kaos kaki, dobel 2.
Syal, dobel 3.
Untung di lobby hotel ada para penduduk lokal yang berjualan sarung tangan wol, topi wol, masker dan syal wol.
Langsung beli!
Dan langsung pake! 😅

Di lobby hotel, belasan jeep menanti.
Akan membawa peserta rombongan menuju ke Penanjakan dan berkeliling Bromo.
Tiap jeep bisa berisikan 4-5 orang.
Dan dakupun satu jeep dengan Hanny, Windy, Simbok Venus dan Fahmi.

Bayangin naik jeep pukul 3 pagi menembus kegelapan malam yang kadang kabutnya super tebal.
Kadang jarak pandang cuma beberapa meter ke depan, mengandalkan sinar lampu jeep yang ada di depan jeep kami.
Dan sumpah daku kagum abis sama para pengendara motor yang berpacu dengan belasan sampai puluhan jeep membelah dinginnya udara Bromo.
Gilak!
Yang di dalem Jeep aja kedinginan apalagi naik motoooorr..

Sampai di Penanjakan, kami turun dari Jeep, dan menjumpai puluhan, bahkan mungkin ratusan Jeep berjejer parkir di sepanjang pinggir jalan.
Huwoooowww..

Dan daku dengan kemampuan kaki dan napas ala kadarnya berusaha mengimbangi Hanny, Windy dan Simbok Venus yang jauh lebih gesit ketika jalan kaki menuju gardu pandang Penanjakan.
Jauh, bok!
Mungkin ada lebih dari 3 km..
Mungkiiinn.. Hahaha..

Di sepanjang jalan ada aja warung-warung makanan berjualan.
Godaan mampir dan duduk-duduk gedhe banget deh. Kalo gak inget harus ngejar sunrise ya.. Hahaha..

Tapi kayaknya kita emang lagi gak beruntung.
Gardu pandang sangaaat penuh manusia.
Kabut tebal dan awan juga menutupi matahari muncul dari peraduannya.
Ah. Sayang sekali.
Tapi pemandangan tetep syahdu.
Ini foto yang daku dapat.

50 shades of sunrise. Bromo Tengger Semeru, Malang, Jawa Timur. #WonderfulIndonesia #INATopBucketList

A photo posted by tikabanget (@tikabanget) on

Di sekitar gardu pandang, banyak penjual cabe dan bunga Edelweis.
Dan juga souvenir ini itu.

Pukul 7 pagi, akhirnya kami turun dari Penanjakan menuju jeep.
Dan di sepanjang perjalanan mencari jeep kita (di antara puluhan jeep lainnya yang masih tersisa), berkat Teh Riyanni, daku akhirnya tau yang namanya Marbei hutan.
Hebat ih dia.
Ngerti-ngertinya lho kalo di pinggir jalan ada buah Marbei.
Pengalaman dan jam terbang tinggi emang gak bohong sih ya.. 😁

Selanjutnya, sopir jeep mengantarkan kami ke padang savana Bromo.
Wiiiih..
Tempat ini keren banget.
Sementara Simbok Venus dan Fahmi memilih tidur di jeep, daku, Nico, Windy dan Hanny langsung gegap gempita berpose di sana sini.. 😄

Tempat ini emejing banget viewnya.
Sayang gak bawa baju banyak buat photoshoot lebih lanjut..
*yaelah berasa model amat sih, tik..*

Setelah dari padang Savana Bromo, kami diantarkan ke tempat berkuda.
Nico langsung kabur naik kuda dan naik ke kawah.
Sementara itu daku, Simbok Venus, Hanny, Windy dan Fahmi memilih ngobrol di jeep sambil menikmati kacang rebus dan pisang.
Banyak penjual pisang dan kacang rebus di sekitar situ.
Cuma 20ribu perak, dan kacang rebus seplastik besar juga pisang setandan pindah tangan.. 😊

Di perjalanan balik menuju Jiwa Jawa Resort, Bapak sopir yang sabar dan baik hati itu meminggirkan jeepnya sebentar agar kami bisa mengambil foto gunung Bromo yang populer itu.
So gorgeous! 😍

Kabut pekat pagi di Bromo. #WonderfulIndonesia #INATopBucketList

A photo posted by tikabanget (@tikabanget) on

Seruuuu!
Suatu hari mungkin daku bakal balik ke Bromo lagi ngajak Rana.
Menyempatkan diri ke pasir berbisik.
Dan mantengin sunrise dengan keberuntungan yang lebih baik.

Oh iya, abis ini daku mau nulis trik dan tips kalo mau naik ke Bromo!
Tunggu yaaaa..

6 comments on “Ke Bromo ituh..

  1. Wah seru juga ya pakai baju setengah lusin mestinya bawa kompor aja biar angeeet matahari baru bangun kok g nonton banyak banget ya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *