Apa? Apa yang Sebenarnya Ingin Kita Minta Ke Tuhan?

Retreat Remedi Indonesia

Tanggal 22, 23, dan 24 Januari 2016 lalu, daku ikutan retreat meditasi dan yoga bareng Remedi Indonesia. Lokasi retreatnya di Km Zero Resort di perbukitan Sentul.

Such a wonderful experience, with wonderful people. :)

3 hari tersebut rasanya dikelilingi energi positif, orang-orang yang beraura cerah dan juga fun.
Surprisingly seru, karena daku tidak berekspektasi apapun ketika mengikuti retreat ini..
Banyak ketawa.
Banyak momen hening.
Menyenangkan.
Dan menenangkan.

3 hari itu mengantongi banyak knowledge baru.
Referensi baru.
Ilmu baru.
Dan banyak teman baru.

POLA BERULANG DALAM HIDUP

Salah satu sesi dari retreat tersebut, membahas tentang :

“Law Attraction to Joyful Life”

Kami peserta, disodori pertanyaan begini oleh trainer kami di retreat,

“Apakah kita punya pattern berulang, yang terjadi dalam hidup kita, yang bikin kita gak happy? ”

Jadi misalnya, kenapa sih aku selalu berurusan sama finance klien yang menjengkelkan?
Berulaaang terus.
Atau misalnya, kenapa sih aku sering banget ketemu waiter/waitress yg nyebelin?
Atau misalnya, kenapa sih aku ribut terus sama suami soal hal yg sama?
Atau misalnya, kenapa sih hubungan sama pasangan gue selalu berakhir dengan cerita yang begitu-begitu aja?
Atau misalnya, kenapa sih mertua begitu lagi begitu lagi?
Yaaa banyaklah ya contohnya.
Silakan kalian cari sendiri contoh lain di hidup kalian.. 😂

Lalu si trainernya bilang begini,

“Jadi semacam ada hukum, bahwa sesuatu yg kita pikirkan berulang-ulang, apalagi energinya kuat, cenderung akan balik lagi balik lagi ke diri kita..”

Karena vibrasinya kuat ke semesta lalu semesta mengembalikan ke kita.
Misalnya, ada beberapa cewek di retreat benciiii banget sama kucing.
Sebel banget.
Terus di lokasi nginep retreat itu ada kucing liar entah punya siapa.
Eh kok ya si kucing itu tidur-tiduran di kasur mereka, dan bantal duduk salah satu dari mereka dipipisin si kucing sampe 2 kali.
Ya cuma bantal satu itu aja tuh yang dipipisin.. 😅😅
Yang lain aman aman aja.

Nah, katanya, ketika kita sangat kuat sebal dengan sesuatu, lagi emosional, lagi marah, itu energinya menjadi solid banget. Jadi malah membentuk semacam doa.

MELEPASKAN ENERGI NEGATIF. MEMASUKKAN ENERGI POSITIF.

Oke.
Lalu, apa yang harus dilakukan dong?
Apa yang harus kita lakukan agar kita bisa terlepas dari pola-pola berulang yang bikin kita gak happy itu?

Si trainernya bilang begini:

1. Harus release (melepaskan) soal perasaan (energi) negatif kita.
2. Lalu memasukkan energi positif dengan meminta dan berdoa ke Tuhan.

Nah, 2 poin itu, syaratnya: HARUS SPESIFIK.
Lalu ikhlas. Dilepaskan.

Tugas manusia itu ya kalau ingin punya sesuatu kan tinggal minta, berusaha, lalu berserah diri.

Maksudnya harus spesifik gimana sih?
Jadi daku nangkepnya begini.

Hidup itu kan harusnya happy.
Kayak kaca bening.
Kayak cermin yang bersih memantul bayangan kita
Kayak lantai kamar mandi yg spotless.

Perasaan benci, terluka, sedih, apapun yg bikin happy kita jadi berkurang, itu kayak noda di lantai kamar mandi.
Noda di kaca.
Noda di cermin.

Biar kacanya bening dan enak diliat gimana?
Rajin-rajin dibersihkan dong ya.

Jadi “release” itu sebenernya ya cuma gimana caranya menghilangkan noda itu.
Nah tapi membersihkan yang kayak gimana dong yang bisa membersihkan kaca atau lantai?
Lha kalo dilap sama kain kotor kan ya gak mungkin jadi bening dong.

Berarti membersihkan kaca yang bisa bikin bersih dan enak dilihat itu ada tekniknya.
Ada caranya.

Tekniknya apa?
Ada beberapa teknik RELEASE (melepaskan beban/energi negatif) yang kemudian diajarkan di retreat tersebut.
Nanti kapan-kapan daku tulis deh di blog.

Oke.
Jadi kotoran-kotoran itu kan energi negatif ya.
Harus dilepaskan.
Seperti gelas, yang berisi air kotor.
Air kotornya harus dituang dulu. Dibuang dulu.

Setelah dilepaskan, dibuang, berarti ada ruang kosong.
Ruang kosong ini harus cepat-cepat diisi dengan hal-hal baru.
Diisi dengan hal-hal positif.
Sesuatu yang kita inginkan terjadi di hidup kita.

KAMU MAU MINTA APA?

Ini sebenarnya mirip banget dengan isi buku The Secret.
Law Attraction.

Nah, kadang kita cuma pengen release, pengen lepas dari rasa-rasa gak enak, atau pengen berdoa minta sesuatu, TAPI GAK TAU APA YANG MAU DIMINTA! 😅

Contoh kasusnya begini.
Daku ngeluh, kenapa sih daku harus sering berurusan dengan orang finance yang menyebalkan?
Kenapa sih daku sampai trauma dengan yang namanya invoice?
Kenapa sih pada telat mulu ngelunasin invoice?

Terus daku ditanya trainernya,
“Oke. Jadi Tika mau minta apa?”

And then, I was like,
“Aaa… Eeeerrr.. Sebentar.. Aku minta apa ya.. 😐😐”

Di momen tersebut, daku mendadak sadar.
Bahwa daku ini (dan mungkin kebanyakan manusia lainnya) ternyata jago mengeluh.
Tapi belum tentu bisa menentukan, MAU MINTA APA.
Mau berdoa apa?

Setelah agak mikir lamaaaaa gitu, daku baru bisa jawab,
“Oh. Aku tau! Aku mau minta, finance yg attitudenya bagus. Dan dibayar dengan cepat.”

Lalu Mbak Trainernya bilang,

“Oke. Kalo gitu, kamu ulang-ulang dalam hatimu, camkan di kepalamu, kalo kamu pengen finance yg attitudenya bagus, dan invoicenya dibayar dengan cepat.
Visualkan.
Visualkan bahwa ITU SEDANG TERJADI.”

Jadi trainer-trainer di retreat tersebut menekankan begini,

“Minta. Minta. Dan minta. Tugas kita sebagai manusia tuh hidup happy. Kalo ada sesuatu yg bikin gak happy, kita tinggal minta. Dan berusaha.
Tapiii, kalian harus tau mau minta apa untuk kondisi yang kalian keluhkan..”

SI PENGUSAHA DAN SI PEMODAL

Nah lalu suatu pagi daku berdiskusi dengan Rangga.
Kami becandaan bikin analogi soal doa dan permintaan ini.

Analoginya adalah, manusia (sebagai peminta) dengan Tuhan (sebagai pemberi), itu kayak pengusaha dengan pemodal.

Ada Pengusaha, ingin mengajukan proposal ke Pemodal.
Ceritanya si Pengusaha pengen minta dibantuin oleh si Pemodal.
Lalu mereka meeting.
Ketika meeting, si Pengusaha pun curhat-curhat ke Pemodal, bahwa dia mengalami kesulitan ini.
Kesulitan itu. Kondisinya dia begini. Kondisinya dia begitu.

Lalu si Pemodal pun bertanya ke si Pengusaha,
“Oke. Jadi aku bisa bantu apa? Kamu mau minta apa?”

Ada 3 skenario yang bisa terjadi.

SKENARIO 1.
Si Pengusaha tau mau minta apa.
Dia menjelaskan detil permintaan bantuan ke si Pemodal.
Apakah permintaan Si Pengusaha dikabulkan?
Ya itu terserah si Pemodal.
Itu hak si Pemodal untuk memutuskan.
Tapi si Pemodal sudah memegang list apa saja yang dia bisa lakukan untuk bisa membantu, tanpa pusing-pusing harus menebak-nebak apa yang dibutuhkan si Pengusaha.

SKENARIO 2.
Pengusahanya bingung mau minta apa.
Akhirnya bilang:
“Ya menurut Bapak, bisa bantu Saya apa? Ya pokoknya tolong Bapak bantuin Saya deh. Apa kek..”
Pemodalnya ikut bingung.
Akhirnya ya ketika si Pemodal ketika memutuskan membantu si Pengusaha ya udah dikasih seadanya.

SKENARIO 3.
Pengusahanya bingung mau minta apa.
Ragu-ragu.
Gimana ya.
Minta apa ya.
Apa ditunda dulu ya minta dibantuinnya ya.
Akhirnya si Pengusaha bilang,
“Ya udah nanti dulu deh Pak. Kita ketemuan lagi ya minggu depan. Saya tentukan dulu saya mau apa.. ”
Ya udah pemodalnya lanjut ke meeting yg lain.

Begitu analogi becandaan kami soal Tuhan dan umatnya untuk hal berdoa dan meminta.

The point is, kita tinggal minta aja ke Tuhan.
Minta yang spesifik.
Tau apa yang kita inginkan, tau apa yang mau kita minta.
Dan ya terserah Tuhan juga sih, mau mengabulkan permintaan kita, atau dikasih yang lain yang lebih baik..
Hahaha..

DOA ORANG TERTINDAS

Kenapa kalau orang emosional justru malah terkabul.
Kenapa kalau orang tertindas katanya doanya mujarab.
Kenapa Malin Kundang beneran jadi batu ketika ibunya marah-marah dan berdoa.

Karena energi doanya jadi kuat ketika tekad dan permintaan udah bulat.
Si peminta gak pake ragu-ragu maju mundur menyampaikan permintaan.

Misal ada orang merasa tertindas nih, dan reflek mengajukan permintaan,
“Gue sebel sama dia. Pokoknya gue pengen dia blablabla.. ”

Energinya kuat.
Doanya langsung cuusss dilepaskan tanpa ragu.
Katanya sih, begitu udah bulat dan kuat energi memintanya, maka semesta akan mendapat vibrasi yang kuat juga dari dalam diri kita dan lalu merespon balik.

Buat daku, gak penting lagi soal tertindas atau tidak tertindas.
Kalau seorang manusia tertindas, tapi gak tau apa yang mau diminta, maka ya mungkin gak berujung kemana-mana juga.

Nah daku jadi mikir juga nih.
Jangan-jangan, selama ini daku model manusia yang ketika punya masalah, daku gak tau mau minta apa.

Daku ngeluh, ngomel, menggerutu.
Kalaupun punya permintaan, lalu direvisi terus-menerus.
Ragu-ragu, ini daku mau minta apa sih sebenarnya.
Jadi mungkin semesta atau Tuhan juga gak menerima vibrasi permintaan daku dengan baik dan semestinya.

Mungkin itu sebabnya, dalam agama Islam ada template-template doa yang sudah disiapkan untuk dihapalkan dan diucapkan secara seragam.
Mungkin ya karena kebanyakan orang tidak tau dan tidak bisa membuat tatanan bahasa yang pas, apa sih yang mau mereka minta ke Tuhan.
Apa yang mau dipanjatkan ke Tuhan.
Itu aja kadang orang juga gak ngerti apa arti dari doa mereka, karena diucapkan dalam bahasa Arab dan cuma hapalan semata.

IKHLAS. DAN LEPASKAN.

Nah itu baru soal “TAU APA YANG MAU DIMINTA”.

Karena setelah tau apa yang mau diminta, masih ada topik lain seperti,
“Abis kita minta, kita berserah diri ya.
Kalau dikabulin maka Alhamdulillah, Allah Maha Besar, Segala Puji Bagi Allah, Hanya Engkaulah Sang Maha Pemberi.
Kalau gak dikabulin ya lo usaha cari alternatif lain.. 😄
Ikhlas.. Lepaskan..”

Wah.
Panjang juga ya. Hahaha..

Demikian kira-kira yang daku ingat soal “MEMINTA” dan tentang “TAU APA YANG INGIN KITA MINTA”.

11 comments on “Apa? Apa yang Sebenarnya Ingin Kita Minta Ke Tuhan?

  1. Kyaaa..sukaa bgt sama penjelasannya 😍 padahal dulu jaman kuliah Sanskrit, dosenku udah jelasin hal “MEMINTA PADA TUHAN”, bahkan Pakmer pun begitu tp penyampaiannya ga sedetail ini. Makasih ya udah share kuncinya.. Semoga berkah (^_^) *kecup basah dari jauh*

    1. Akupun udah lama baca soal The Secret.
      Lalu ikut retreat kemarin.
      Tapi baru tercerahkan setelah mengalami sendiri.
      Semacam dapet hidayah gitu.. Hahahaha..

      Amin semoga berkah amin.

  2. Soal minta ini, aku beberapa kali pernah minta cuma “mbatin aja”, sama minta beneran “teriakkan keras-keras”. Keduanya terkabul.

    Luar biasa banget.
    Tapi minta itu nggak gampang, bener kak tika bilang, kita mesti kenal sama diri sendiri dulu, tau keinginan kita apa, kebutuhan kita apa, lalu memetakan permintaan, dan mendeskripsikannya sedetil mungkin.

    semoga permintaan-permintaan berikutnya juga dikabulkan semesta yaaa… ^^

    eniwei, pernah juga nulis hal serupa di blog, sila mampir kakak

    1. http://atemalem.com/minta-yang-kencang/
    2. http://atemalem.com/teriakkan-keras-keras-ariel/

  3. Tika,

    First of all, thank you for sharing, Tik.
    Ya sharing disini, sharing disana, dimanapun yang bisa aku baca. 😀😘

    Ok, aku gak tahu ini cuma kebetulan atau beneran ‘semesta mendukung’ atau apa.
    Sejak pertama kali kamu sharing tentang law of attraction di Path aku sudah tertarik. Bahasa kerennya fascinating banget. Halah.. 😀 Dalam hati aku berniat mau mencari tahu tentang hal ini baik googling sendiri maupun tanya langsung sama kamu.

    Trus tiba-tiba hari Senin kemarin, teman kerjaku (yang biasanya cuma berinteraksi hi,how are you alias gak deket-deket amat) bilang kalo dia pengin kasih lihat video yang aku pasti suka. Dia gak bilang video tentang apa, dia cuma bilang itu video panjang (2 jam), tapi bakal jadi ‘the best’ 2 jam yang pernah aku habiskan selama hidupku.
    Singkat kata dia kirim link video ke Facebookku. Karena sibuk aku baru sempet buka hari ini. And guess what Tik, video yang dia kirim adalah videonya Dr Wayne Dyer, expertnya law of attraction. Mungkin kebetulan ya, tapi kan katanya di dunia ini tidak ada yang kebetulan? 😉

    1. Vibrasi pikiranmu (ceile bahasaku) mungkin berbalik padamu yaa..
      Menjawab keingintahuanmu.

      Akupun mengalaminya, Ernaaa..
      2 minggu setelah retreat itu hampir tiap hari (TIAP HARI) kayak diatur oleh Tuhan buat ketemuan dengan orang-orang yang punya spiritual thingy dan experience yang sama.
      Tuhan baik bangeeeeeet..

  4. Makanya orang yg percaya diri rata rata sukses ya kak Tik. Maklum mereka percaya aja dengan apa yg dia lakukan. Ya walhasil apa yg dia lakukan membuahkan hasil sesuai yg diinginkannya.

    Tapi ternyata percaya diri itu ada aja gangguannya. Ketika kita pede dengan hasil karya misalnya, lalu diupload di facebook, masih ada aja yg komen negatif, hancur deh kepercayaan diri kita. Trus minder HAHAHHAA.

    *kok malih curhat*

    Modal pedeku ini aku terapkan dalam menebak karakter temen-temen deketku berdasarkan zodiak. Eh, mereka sampe misuh2, karena mereka merasa aku telanjangi sifat2nya. HAHAHA.

    Padahal sebenarnya aku ngawur tuh. HAHAHAHA

  5. Bener banget, kita memang harus coba melepaskan diri dari segala energi negatif. Tapi yang aku baru tau kalo ternyata energi negatif itu juga bisa jadi semacam kekuatan untuk menarik hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi di hidup kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *