Mengapa? Mengapa Anemia bisa menyebabkan kematian?

Daku sih memang didiagnosa anemia sejak bertahun-tahun lalu.

Tengah tahun lalu, angka Hb (Haemoglobin) daku ada di angka 7,5.
Bulan Januari 2016 lalu, angka Hb daku ada di angka 6,5.

Dokter memberikan 3 opsi.
1. Daku bisa transfusi darah.
2. Daku bisa infus zat besi.
3. Daku bisa minum supplemen zat besi.

Dan karena daku takut transfusi darah, dan males diinfus, jadilah daku memilih supplemen zat besi selalu.

Lalu beberapa hari lalu, daku ikutan acara peresmian kampanye INDONESIA BEBAS ANEMIA!
Nah loh.
Pas banget.
Hahaha.

Acara ini membuka wawasan bangeeet deh soal anemia.
Misalnya, bahwa :

  • Tahun 2013 lalu, angka penderita anemia di Indonesia mencapai 21,7%. Terdiri dari 18,4% laki-laki dan 23,9% perempuan.
  • Berdasarkan penelitian WHO tahun 2008, diketahui bahwa kasus Anemia Defisiensi (kekurangan) zat Besi di Asia mencapai lebih dari 75% penduduknya. Dan di Indonesia, kasus anemia gizi mencapai 63,5%.

Daku kumpulkan slide-slide presentasi dari dokter pembicaranya jadi video di sini.

SILENT KILLER
Anemia ini disebut-sebut sebagai SILENT KILLER.
Pembunuh diam-diam.
Kontribusi anemia pada kematian orang dewasa mencapai 20%.
(O..Ow..)

GEJALA ANEMIA
Waspada deh kalau kalian mengalami gejala-gejala di bawah ini.
Mungkin banget kalian lagi anemia.

  • Mudah lelah dan lemas.
  • Nafas yang pendek dan pusing saat berolahraga.
  • Pusing
  • Mata berkunang-kunang
  • Mudah mengantuk dan merasa capek
  • Sulit konsentrasi
  • Pada kondisi lebih parah, muka, mata, bibir, kulit, kuku, dan telapak tangan pucat.

PENYEBAB ANEMIA

  • Penyebab anemia pada seseorang bisa bermacam-maca.
  • Mulai dari rendahnya asupan zat gizi, rendahnya asupan zat besi, perdarahan di dalam tubuh, malaria, atau karena mengidap Thalasemia.
  • Untuk lebih jelasnya sih, kita harus melakukan tes darah lengkap.

DAMPAK ANEMIA

  • Bagi para pekerja yang memiliki peran ganda sebagai orang tua, bukan cuma beresiko penurunan kinerja di kantor/pekerjaan, tapi juga bisa ganggu banget perhatian terhadap keluarga.
  • Menurut survey, penderita anemia mengalami penurunan produktivitas kerja antara 5-10%, atau sekitar 6,5 jam per-minggu jika menderita anemia.

PEMULIHAN/PENGOBATAN ANEMIA

  • Kita harus makan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah.
  • Kita harus makan buah-buahan yang kaya vitamin C dan ikan-ikanan agar mempercepat tubuh menyerap zat besi.
  • Bisa mengkonsumsi suplemen zat besi untuk memenuhi kekurangan zat besi pada tubuh.
  • Olahraga teratur bisa menghindarkan kita dari anemia.
  • Nah, PT MERCK concern banget nih soal anemia ini di Indonesia, dan mereka bikin kampanye edukasi keren bernama “INDONESIA BEBAS ANEMIA”.

Ini misi mulia sekali gak sih.

Karena melalui INDONESIA BEBAS ANEMIA ini, MERCK memfasilitasi para konsumen secara gratis melalui konsultasi anemia di “TANYA ANEMIA CENTER” yang hadir di beberapa kota besar.
Di TANYA ANEMIA CENTER, para konsumen mendapat edukasi dan tes anemia dengan memberikan konsultasi dan rekomendasi penanganan anemia.

MERCK juga mengembangkan aplikasi khusus anemia yang disebut ANEMIAMETER, dapat diakses oleh masyarakat di website http://sangobion.co.id/bebasanemia.

Dan yang seru juga, MERCK mendistribusikan gelang solidaritas anemia yang dibagikan pada sukarelawan yang membantu membasmi anemia di Indonesia.
Uhuy!

Apakah kamu penderita anemia juga?
Apakah kamu sudah memastikan kamu bebas anemia?
Yuk, cek yuk.. ^^

2 comments on “Mengapa? Mengapa Anemia bisa menyebabkan kematian?

  1. ah.. tampaknya saya anemic gini deh.. pernah pas mau operasi usus buntu dokternya sempet galau karena Hb yang rendah banget.. udah transfusi darah naiknya pun cuma dikit.. tapi kalo ditunda, takut usus buntunya makin parah.. syukurlah operasinya berhasil berkat dokter bedah dan dokter anastesi yang jagoan..

    sampe sekarang masih anemic juga :( hampir ga pernah minum suplemen penambah darah sih.. emang bener gampang banget ngerasa capek.. bangun tidur aja bukannya seger malah tetep capek.. hiks..

  2. Hai tika..
    Cm mau sharing aja.. Hb yg rendah bukan cm gejala anemia loo.. Apalagi yg Hb rendahnya terus2an..
    Kebetulan suamiku juga begitu, tp setelah dicek lebih lanjut, ternyata dia termasuk thalasemia minor.
    Karena sebagai pembawa gen thalasemia, sebaiknya tidak menikah dengan yg pembawa juga.. Menghindari kelahiran anak yg thalasemia mayor..

    Daku tau pentingnya cek thalasemia ini jg setelah menikah siy..
    Pentingnya cek kesehatan sebelum menikah salah satunya hal macam ini..
    Semoga semua jd lebih peduli yaa..
    Terima kasih.. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *