#BaladaRana – Kenapa Tepuk Anak Soleh Harus Ada Kata Kafir?

#BaladaRana – 3 tahun 11 bulan.

Rana sekarang bersekolah di Jogja. Dan selama bulan puasa, Rana aktif diikutkan Eyangnya ke TPA tiap sore di masjid kompleks Eyangnya, yang memang ramai anak kecil. Dari balita sampai remaja.

Seminggu yang lalu, ketika daku dan Rangga menengok Rana ke Jogja, dia heboh bercerita.
Ini dan itu.

Dia bercerita dia sudah membaca Iqra’ sampai huruf hijaiyah yang mana.
Dia bercerita dia suka sekali main di TPA yang diselenggarakan selama bulan puasa di masjid dekat rumah Eyangnya.

Daku senyum-senyum dan tertawa menyimak kisah-kisah si anak kicik ini.
Sampai di saat Rana memeragakan Tepuk Anak Soleh yang diajarkan gurunya di sekolah.

Begini lirik Tepuk Anak Soleh menurut Rana.

—–
TEPUK ANAK SOLEH!
*prok prok prok*
RAJIN SHOLAT!
*prok prok prok*
RAJIN NGAJI!
*prok prok prok*
ORANGTUA!
*prok prok prok*
DIHORMATI!
*prok prok prok*

CINTA ISLAM!
*prok prok prok*
SAMPAI MATI!
*prok prok prok*

Laa Illa Ha Illallah!

ISLAM! ISLAM! YES!
KAFIR! KAFIR! NO!
——

Daku melotot di bagian akhir Tepuk Anak Soleh dikumandangkan Rana.

Huft.
Ini yang bikin daku resisten dan sempat menolak ide Eyangnya memasukkan Rana ke sekolah bertema Islam.

Tapi karena daku pernah ada di sekolah yang sama di umur Rana, daku merasa lebih aman.

Rangga liat muka daku berkerut-kerut kayaknya.
Terus datang menghampiri dan menepuk-nepuk pundak daku.

Rana memeragakan Tepuk Anak Soleh 2 kali lagi.
Lalu Rangga bertanya ke Rana.

Rangga: “Emang kafir itu apa sih, Rana?”
Rana: “Aku gak tau..”
Rangga: “Kalau Islam itu apa?”
Rana: “Mmm.. Mungkin Islam itu rajin sholat. Dan KAFIR itu rajin ngaji. Gitu bukan, Mama?”

Daku dan Rangga ngakak.
Jadi gurunya mengenalkan kata ‘KAFIR’ tanpa menjelaskan maknanya.

Ini entah harus bersyukur atau gimana.

Daku: “Kamu tanya aja ke Bu Gurumu yang ngajarin Tepuk Anak Soleh. Bu Guru, KAFIR itu apa sih?”
Rana: “Bu Guruku kayaknya juga gak tau apa itu kafir..”
Daku: “Kok kamu tau kalo Bu Gurumu gak tau? Kamu udah nanya?”
Rana: “Belum sih. Tapi kayaknya Bu Guruku gak tau.. Aku juga gak tau KAFIR itu apa..”
Daku: “Gak tau ya gakpapa. Kalo gak tau kan tinggal nanya. Nanti dikasih tau biar jadi tau.”

Wah daku harus cari kalimat yang pas menjelaskan soal ‘KAFIR’ ini ke Rana.
And should I talk to her teacher about this Tepuk Anak Soleh’s lyric?

😞

2 comments on “#BaladaRana – Kenapa Tepuk Anak Soleh Harus Ada Kata Kafir?

  1. Yes you should. Bagian dari tanggung jawab guru ajarkan/perkenalkan konsep pengetahuan adl penjelasan dr pengetahuan itu sendiri. Kalau stlh dijelaskan ternyata muatan atau pendekatannya beda dg si ortu, biasanya pilihan kembali ke ortu: mau terus atau tdk (dg guru atau lembaga pendidikan tsb).

    Sama halnya nanti saat cari sekolah, Tik. Di rumah moderat – di sekolah lbh ekstrem, atau sebaliknya, pusing kan 😄

  2. Cuci otak sejak masih kecil. Besarnya ikut isis. :(

    01/07/2017 Terjadi penusukan dua anggota kepolisian yang baru saja shalat Isya di masjid Falatehan, di seberang Mabes POLRI

    Penusuk menyerang dengan sangkur.
    Sebelum menusuk, ia menyebut kedua polisi itu dengan kata “thogut” (yang dalam terminologi Islam adalah mereka yang menentang perintah Allah).
    Penusuk itu sendiri kemudian keluar dari masjid, bertakbir dan ingin mencari korban lain namun akhirnya, tewas ditembak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *