#BaladaRana: Drama Menggunting Kertas Mainan

#BaladaRana – 4 tahun 1 bulan.

Rana kemarin sore, membuka-buka majalah Mombi edisi entah kapan.
Lalu menemukan bagian bonus prakarya anak.

Membuat mainan burung hantu dari kertas.

Berkat ikut Kelompok Bermain di Rumah Main Cikal waktu usia 18 bulan, Rana udah dikenalkan gunting dan lem sejak itu.
Kejadian drama adalah ketika dia menggunting kertas untuk mendapat kotak biru dari halaman.

Kotak biru itu jadi dasar tempat mengelem bagian sayap burung hantu.
Karena rada ribet menyesuaikan tangan dan gunting dan kertas, gak sengaja dia menarik kertas rada keras.

Dan kertasnya sobek.
Sobeknya sih sedikiiiiiiittt..
Gak penting banget sobeknya.
Tapi itu kan buat daku.

Ternyata buat Rana, ini masalah sangat besar. 😅
Dia (kayaknya) kecewa karena kertasnya jadi gak rapi.
Dia (kayaknya) marah karena kok ya bisa-bisanya kertas kesobek.
Dia (kayaknya) kesal aktivitas mengguntingnya gak berjalan mulus.

Lalu Rana menangis marah.
Gak mau disentuh.
Gak mau dipeluk.
Gak mau dielus-elus.
Siapapun gak boleh menyentuh dia, dan kertas-kertasnya.
Pokoknya dia kesal, kesal, kesal.
Bete, bete, bete.

Daku: “Mama boleh lihat kertas yang kamu gunting gak?”

Rana: “GAK! 😠😠😭😭”

Daku: “Mmm.. Ya udah aku lihat kertas yang lain ya..”

Rana menangis lagi.
Bernada kesal.

Daku mengutak-atik bagian burung hantu lainnya, sambil mengingat-ingat segala trik dan tips dari buku-buku itu untuk situasi begini.
😅😅

Daku: “Rana. Mama kayaknya tau deh caranya benerin kertas yang sobek itu. Kamu mau dengerin Mama menjelaskan gak?”

Rana: “ITU TUH UDAH SOBEEEK!! 😠😠😭😭”

Daku: “Iya, Mama tau tadi kertasnya kesobek. Tapi kayaknya sobeknya sedikit banget d..”

Rana: “TAPI KERTASNYA TUH SOBEEEEEKKK!!! 😠😠😠😭😭😭”

Daku: “Mama boleh kasih tau caranya benerin kertas yang sobek?”

Rana: “GAAAAAK!!!”

Daku: “Kamu kesel banget ya?”

Rana: “IYAAAAA!!! 😠😠😠”

Daku: “Mau nangis dulu?”

Rana: “GAAAK!”

Daku: “Lho? Jadi kalau gak mau nangis, mau apa sekarang?”

Rana: “MAU NANGIIIISSS!!! 😭😭😭”

Bahahahaha kayaknya udah ruwet otaknya gara-gara jengkel.. 😅😅😅😂😂😂
Daku antara kasian, dan males denger Rana nangis, dan pengen ngakak.

Daku melipat-lipat bagian sayap burung hantu.
Sambil berkata pelan.

Daku: “Sebenernya Mama tau gimana cara benerin bagian kertas yang sobek. Tapi kalau Rana belum mau dengar ya gakpapa juga sih. Nanti aja Mama jelaskan kalau Rana udah mau dengar.”

Rana dengan muka kesal menaikkan desibel tangisannya.

Daku: “Kalau mau nangis dulu, diselesaikan dulu aja ya. Nanti kalau udah mau dengar Mama menjelaskan, kamu bilang ya..”

Lumayan lama tuh Rana nangis.
Ada kali 20 menit. Hahaha.
Pelan-pelan tangisnya mereda.
Daku berusaha ambil celah.

Daku: “Sudah selesai menangisnya?”

Rana mengangguk lemah.

Daku: “Sudah mau dengerin penjelasan Mama? Mama tau sih caranya benerin kertas yang sobek itu..”

Rana mengangguk lagi.

Daku: “Jadi kan itu sebenernya sobeknya sedikit tuh. Gakpapa. Bisa diisolasi biar rapi lagi.
Yaa sebenernya memang kalo menggunting itu kadang-kadang ya bisa miring sedikit, bisa sobek sedikit.
Tapi bisa kok diisolasi biar rapi lagi..”

Daku ambil kertas yang dia gunting.
Rana diam.
Memperhatikan.

Daku: “Lihat nih, kotaknya masih luaaas banget. Masih banyak yang belum digunting.
Sobeknya di sebelah sini kan?
Menurut Mama sih sobeknya ini sedikiiiit..
Coba kamu gunting dulu semuanya ya? Tidak terlalu rapi ya gakpapa. Nanti bisa kita rapikan kalau semua sudah tergunting.
Gimana?”

Rana mengambil guntingnya lagi.
Mulai meneruskan pekerjaannya kembali.

Daku: “Kamu kan sedang belajar menggunting. Jadi ya memang harus rajin latihan menggunting sampai jadi rapiiiiii sekaliiiii..
Mama sama Papa yang sudah besar aja kalau menggunting ya bisa gak rapi lho.
Memang kalau sedang latihan menggunting itu ya bisa kok sobek-sobek sedikit..”

Rana: “Naik sepeda juga harus latihan dulu. Renang juga harus latihan dulu.”

Daku tersenyum sumringah.
Dia menarik hikmahnya sendiri.

Daku: “Iyaa.. Kadang ya kita bisa salah kalau mengerjakan sesuatu. Tapi gakpapa diteruskan saja dulu. Nanti bisa sambil dibener-benerin.
Tapi Mama mengerti kok kalau kamu kesal.
Mama juga sering kesal kalau Mama ngerjain sesuatu terus ada yang salah-salah..”

Ini ngomong ke Rana bagaikan bercermin ke diri sendiri yaa..
MAKJLEB banget.. 🙈🙈🙈

Selesai dia menggunting semua area kertas, daku tunjukkan bagian guntingan mana yang harus dirapikan, dan daku bantu mengisolasi bagian kertas yang sobek.

Lalu sedikit lem sana sini.
Dan tempel sana sini.
Dan… JADIIIII…
HOREEEEE.. 🎉🎉🎉👏👏👏

Rana nyengir lebar.
Gembira.

Daku dan Papanya bertepuk tangan.
Memuji.
Dan ikut memainkan mainan burung hantu barunya.

Fiuh.
Daku diam-diam menghela nafas.
Lolos satu lagi momen menghadapi Rana ketika sedang drop mental.

Hahaha..
Wah PR baru ini.
Melatih Rana biar lebih tangguh ketika hasil kerjanya mengecewakan.

5 comments on “#BaladaRana: Drama Menggunting Kertas Mainan

  1. Langkah pertama cara membuat mainan dari barang bekas adalah dengan menggunting bagian-bagian bekas telur sebanyak cs, kemudian rapih kan bagian ujung tempat telur tadi seperti pada gambar no2, lalu satu kan tempat telur yang 2 pcs menjadi seperti pada gambar no3, kemudian tempel kan tempat telur yang satunya dengan posisi seperti pada gambar no4.

  2. Aku langsung kebayang situasinya kayak gimana. Btw itu ang sobek yang di bagian kanan agak bawah bukan? Gak gitu kelihatan juga sih karena guntingannya rapi. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *