#BaladaRana: Konsekuensi Bangun Tidur dan Mandi

#BaladaRana-4 tahun 2 bulan .

Setelah 2 minggu mulai menerapkan kesepakatan konsekuensi tentang bangun tidur dan mandi ke Rana, pelan-pelan dia berusaha mengatur emosinya sendiri. 
Kadang dia dibangunin pagi masih ngomel, ngamuk, dan nangis.

Daku dan Rangga berusaha banget tidak menjadikan konsekuensi sebagai ancaman.
Rana tetap dibujuk dan dibimbing bersiap-siap dengan prosedur yang biasanya.

(Yaelah bahasaku, ‘PROSEDUR YANG BIASANYA’ 😅😅)
Baru nanti siang setelah pulang sekolah, dia diajak ngobrol dan diingatkan soal konsekuensi.
Kadang Rana bangun dengan damai, tenang, dan santai.

Yang kocak adalah, kadang dia begitu bangun tidur (ketika kondisi moornya enak dan damai gitu), dia langsung nagih konsekuensi.
Kayak kemarin pagi, begini.

Rana
: “Aku gak nangis, Mama. Aku gak marah-marah bangunnya..”

Daku
: “Iya. Kamu hebat deh. Aku kagum kamu bangun gak marah-marah.”


Rana
: “Berarti hari ini aku boleh nonton Little Pony di Youtube kan, Mama?”

Lhaaa.. 😂😂😂

Jadi sehari sebelumnya, dia menahan diri buat nonton My Little Pony karena bangun pake ngomel.
Pagi ini beda lagi.

Dia terkantuk-kantuk dibangunkan jam 6 pagi.

Sempat menangis kesal, tapi entah gimana dia cepat-cepat berhenti menangis. Menurunkan volume suaranya.

Bahahaha, daku geli.

😂😂
Setelah mandi, Rana dengan muka was-was bertanya.

Rana
: “Mama. Tadi aku gak nangis kan? Aku tadi gak marah-marah kan?”



Daku
: “Mmm.. Tadi kamu marah-marah sedikit sih.”



Rana
: “Tapi kan sedikiiiiiiittttt… Masih boleh nonton Youtube kan?”



Daku
: “Mmm.. Mama pikir-pikir dulu ya..”



Rana
: “Tadi sedikit kooook nangisnyaaa… 😓😓 Sedikiiiitt gituuu… 

Tapi tadi aku mandi pake nangis sih. Berarti nanti siang aku makan wortel ya? Wortel goreng aja ya, Mama?”

Bahahaha..

101 Negotiation.

4 comments on “#BaladaRana: Konsekuensi Bangun Tidur dan Mandi

  1. Nah enak gini kak tik. Bersambungnya di blog hahaha metodologi yg bagus biar blog update dan ga sepi pengunjung haha

    Selalu terhibur sama cerita balada rana yg super baper dan sensitif itu hahah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *