Bagaimana Kabar Bapak Supir TAXIKU Itu Ya?

​Tadi dari bandara, naik TAXIKU.

Cuma lupa nama sopirnya dan plat mobilnya. Apalagi nomer taksinya.
Daku, Rana dan Rangga langsung teler.

Tidur di dalam taksi.

Terbangun di exit tol Pondok Indah.
Di belokan Simatupang menuju Lebak Bulus, ada mobil CRV menyalip taksi kami. Nyalipnya rada kenceng dan rada kasar.

Menghasilkan benturan di bagian bemper depan taksi yang lumayan bikin daku kaget.

Taksi kami sih ada di jalur berbelok yang semestinya.
Supir taksi meminta maaf ke Rangga, dan turun dari taksi.

Supir mobil CRV juga turun dari mobilnya.

Daku gak begitu minat menyimak adegan perdebatan mereka karena lagu ngantuk banget, plus perut lagi rada kram.
Tiba-tiba supir mobil CRV berjalan dengan muka galak ke arah pintu kursinya Rangga.

Rangga duduk di kursi sebelah supir.

Membuka pintu.

Mengambil tanda pengenal supir taksi.

Menutup pintu dengan kencang.

Berteriak ke supir taksi,

“UDAH KITA KE POLISI AJA!”
Daku dan Rangga cuma bengong.
Supir taksi kami masuk lagi ke mobil. 

Meminta maaf lagi.

Berkeluh kesah.

Bahwa bemper mobilnya cukup penyok (yang berarti dia harus merogoh kocek sendiri).

Bahwa dia sudah mengambil jalur berbelok yang semestinya, dan dengan kecepatan yang santai. 
Bahwa supir mobil CRV entah mau ngajak ke kantor polisi mana, padahal dia ada kewajiban untuk mengantar kami ke Cinere.

Lalu dia kembali meminta maaf kalau kami merasa tidak nyaman.
Rangga menenangkan si Bapak Supir Taksi dengan kalimat singkat.

“Gakpapa, Pak. Lagian mobil itu juga yg nyalip jalur kita kok.”
Menjelang belokan ke arah Cilandak/Lebak Bulus, Pak Supir Taksi meneriaki si supir CRV, bertanya kantor polisi mana yang dituju.

Ternyata si supir CRV mau ke Polsek Ciputat.
Lah.

Jauh dooong.

Kita gimana dong.
Dengan nekat, Pak Supir Taksi mengabaikan si mobil CRV, berbelok ke jalan Lebak Bulus.

Dia memilih mengantar kami daripada melayani si supir CRV.
“Biarin deh. Saya paling cuma ganti 40ribu aja tuh buat tanda pengenal.”
😐😐

Duh daku antara berterima kasih ke supir taksi ini, karena mementingkan mengantar kami ke rumah.

Tapi kepikiran juga, nanti kalau si supir CRV nelpon ke kantor TAXIKU dan mengadukan si Pak Supir, gimana ya..
Akhirnya waktu turun dari taksi, daku sodorkan kartu nama daku.

Cuma bisa bilang,

“Pak, kalau butuh saksi kejadian tadi, saya ditelpon aja ya.. Nanti saya dan suami bantu menjelaskan kondisinya.”
Si Pak Supir memandang daku lama.

“Terima kasih ya, Buuu..”
Lalu memandang Rangga,

“Terima kasih, Bos!”
Buset.

Kenapa aku dipanggil ‘Bu’, terus Rangga dipanggil ‘Bos’?!

Ini gak adil.

😐😐
#GakFokus
Eniwei semoga Pak Supir tadi gak kena buntut panjang gara-gara perkara tadi.

πŸ™πŸ™πŸ™

7 comments on “Bagaimana Kabar Bapak Supir TAXIKU Itu Ya?

  1. Bagian awal dan tengah sudah gemes. Sudah fokus. Ndilalah bagian akhirnya anti klimaks bos :-)

    Semoga pak pengemudinya baik-baik saja dan si pengendara CRV mendapat pembelajaran dari orang lain yang punya sifat dan sikap sejenis. Semoga.

  2. Semoga pengendara CR-V baik2 saja, baiknya minta maaf sama Supir Taxiku, baiknya mengembalikan KTP dan baiknya mau berubah jadi lebih baik lg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *