#BaladaRana: Mengapa Aku Harus Pulang?

#BaladaRana – 4 tahun 2 bulan.

Adegan kemarin sore ketika pamitan pulang.
Rana nangis digendong Rangga.
Vio sembunyi sedih di belakang Chichi.

Ini antara ngakak dan “Apa yang terjadi sih… 😐”

Setengah jam sebelumnya, setelah keluar pintu bioskop abis nonton STORK (sumpah lucu bangeeet), Vio dan Rana minta bermain lagi di Amazing. Sebelah XXI #OneBelpark.

Rangga yang udah teler bikin kesepakatan dengan Rana. Dia boleh bermain sampai saldo di kartu akses mesin habis.
Lalu, kami semua akan pulang.

Daku: “Main sampai uang saldo di kartu habis ya? Abis itu pulang ya?”


Rana: “Iyaaa..”

Setelah beberapa permainan, saldo di kartu habis.
Rana memandang Emaknya, mengeluh.

Daku: “Kita tadi sepakat ya, kalo uang di kartu sudah habis, kita pulang. Oke?”

Rana: “GAK MAAAUUU! MASIH MAU MAIIINNN!”

Rana membuang muka, mengangkat daunya tinggi-tinggi. Dan berlari ke bagian dalam Amazing Kids.
😑

Daku dekati.
Dia sembunyi di balik mainan.
Daku diam, dia mengintip.
Daku makin mendekat, dia menjauh.
Kami kayak shooting pilem India.

Daku: “Kamu gak mau pulang? Ya gakpapa. Tapi Papa capek banget. Dan kaki Mama agak sakit. Mama sama Papa duluan ya? Kamu boleh main di sini. Nanti nyusul Papa sama Mama yaa..
Nyusul ke rumah..
Soalnya tadi kita kan udah sepakat, kalau uang di kartu habis, kita pulang.”

Lalu daku berbalik menjauhi Rana.
Rana keluar dari balik mainan.
Berlari mencari Papanya.
Tapi Rangga ke toilet.

Daku melambaikan tangan ke Rana.
Ini bukan mengancam sih.
Dijaga bangeeet kalimatnya biar gak ada ancaman sama sekali.

Ini cuma bagian dari kesepakatan aja.
Udah deal dari awal.
Toh gak usah diancam, Rana udah merasa terancam sendiri pastinya..
😂😂

Rana mulai menangis.
Memanggil Papanya.
Orang-orang mulai menoleh.

Lhaaa.. 😅😅

Daku mendekat ke Rana.

Daku: “Kamu kesal? Pengen nangis? Gimana kalo nangisnya di tembok aja? Soalnya ini di tengah jalan. Kamu bisa ketabrak orang lewat. Aku temani kamu nangis.”

Setelah beberapa menit ‘jualan’ gimana enaknya nangis di tembok daripada di tengah jalur orang berjalan, daku akhirnya sukses menggiring Rana minggir ke tembok.

Kami mepet ke tembok tiang mall dekat Amazing.
Daku persilakan dia menangis.
Daku persilakan dia mencolek daku kalau sesi menangisnya selesai.
Daku persilakan dia minta dipeluk kalau memang dia pengen dipeluk.

Daku jongkok, duduk lesehan di lantai, di sebelah Rana.
Kaki makin ngilu soalnya.
Eh Rana sambil menangis ikutan jongkok.
Eh terus Vio ikutan jongkok di sebelah Rana.
Mukanya sedih.

Sumpah daku sampe gak kuat menahan ngakak liat pose mereka berdua.
🙈🙈🙈😂😂😂

Setelah agak reda, Rangga datang menawarkan gendong.
Kalau Rana mau digendong.

Awalnya ditolak.
Gak sampai 2 menit kemudian, dia memanggil Rangga.
Bertanya, masih berlaku gak tawaran gendong dari Papanya.
Bahaha.

Adegan berikutnya adalah pamitan ke Vio dan Chichi.
Rana yang udah reda, melihat Vio sembunyi di belakang Chichi, eh tiba-tiba nangis lagi. 😂😂

Jadi ini sedihnya karena pisah sama Vio nih?
#ihik

.

3 comments on “#BaladaRana: Mengapa Aku Harus Pulang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *