#BaladaRana: Kenapa? Kenapa Harus Menggambar Dengan Bagus?

#BaladaRana – 4 tahun 3 bulan.

Mental yang berusaha daku bangun di Rana adalah mental mau berusaha.
Berani mencoba.
Gak penting bagus atau gak bagus.
Pokoknya dia berani mencoba dan mau berusaha, maka daku udah lega.

Bagus atau gak bagus mah relatif.
Gak penting.
(Minimal buat sekarang ini ya)
Yang penting dia happy.
Dan bisa menyiasati kondisi mentalnya sendiri.

Asal mentalnya terlatih mau berusaha dan berani mencoba, maka dia berkembang.
Dan survive.
Minimal begitu pikiran sederhana daku yang cuma sekedar hamba Allah ini.
#ApaSih

Ya anakku baru sebiji sih.
(((SEBIJI)))

Kalo di Rana, gak cukup sehari dua hari memupuk mental itu sampai dia berani mengikuti instruksi menggunting tanpa ketakutan salah garis, berani mencoret membuat bentuk gambar sesuai arahan tanpa takut jadi jelek, dll dsb.

Lalu pulang sekolah kemarin, Rana memamerkan gambar yang dia buat di sekolah.
Gambar bunga dan rumput.
Dan matahari.

Lalu kita ngobrol.
Sampai…

Rana: “Bu Guru bilang, menggambar corat-coret itu gak boleh. Kalau menggambar harus yang bagus. Kalau corat-coret itu namanya baby.”

Eh..
Daku termangu beberapa saat memandang Rana.

Welcome to the real world, Tik.

Daku menarik nafas panjang.
Mencari susunan kata untuk menjelaskan ke Rana.

Daku: “Menurut Mama, kamu boleh corat-coret, Rana. Menurut Mama, kamu tidak perlu menggambar yang bagus. Kamu mau menggambar apapun, BOLEH.”

Rana: “Tapi kata Bu Guru harus bagus, Mamaaaaa.. Kalau gak bagus ya kan berarti jeleeeeek..”

Daku menghela nafas lagi.
Tenang.. Tenang..
Daku mengais-ngais ladang pilihan kata dan susunan kalimat.
Apa ya.. Apa ya..

Daku: “Mama sih sudah bangga kalau kamu berani menggambar. Mau berusaha menggambar. Kalau bagus buat Mama, belum tentu bagus buat Papa. Orang itu kadang suka dengan sesuatu bisa beda-beda, Rana..

Rana: “Ya tapi harus bagus katanya..”

Daku: “Kalau gambarmu yang kamu bikin itu, menurut kamu udah bagus belum?”

Rana: “Udah.”

Daku: “Kamu senang dengan gambar yang kamu bikin?”

Rana: “Senang.”

Daku: “Kalau menurut Mama gak bagus gimana?”

Rana: “Tapi menurutku bagus kok!”

Daku: “Jadi kamu menggambar. Lalu menurut kamu bagus, dan kamu jadi senang. Kamu jadi gembira. Itu sudah cukup, Rana. Mama bilang bagus atau gak bagus, kamu tidak perlu khawatir.”

Rana: “Tapi aku juga gak mau corat-coret.”

Daku: “Kamu boleh corat-coret. Terserah kamu. Yang tidak boleh itu kalau corat-coret di sembarang tempat.”

Rana: “Kenapa?”

Daku: “Menurutmu kenapa?”

Rana: “Mmm.. Karena.. Tidak boleh corat-coret di sembarang tempat karena harus mencoret di keranjang sampah..”

Daku: “ITU TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH DI SEMBARANG TEMPAT, WOI! 😂😂😂”

Rana tertawa.

Daku: “Karena bisa mengganggu orang lain. Misalnya di tembok rumah orang. Jangan-jangan orang yang punya rumah tidak suka tembok milik dia dicoret.
Kamu boleh mencoret di bukumu atau di kertasmu.
Kalau orang lain liat, dan tidak suka, ya tidak apa-apa.”

Rana: “Mmm..”

Daku: “Jadi gitu Rana. Menurutku tidak penting kamu menggambar bagus atau gak bagus.
Yang penting, kamu gembira.
Kamu mau berusaha menggambar.
Dan kamu senang dengan gambarmu sendiri.
Yang penting kamu tidak mengganggu orang lain.
Rana kalau menggambar bagus tapi tidak gembira, gimana ya?”.

Rana: “Mmm.. Ya aku maunya gembira aja..”

Daku: “Kalau besok lagi ada yang bilang kamu harus menggambar yang jbagus, kamu mau jawab apa, Rana?”

Rana: “Gini.. Gini.. Aku mau bilang, ya pokoknya aku gembira. Aku mau menggambar aja. Kalau gak bagus ya gakpapa. Yang penting aku berusaha. Yang penting aku gembira.”

Daku tersenyum.
Tapi masih deg-degan.
Hahaha.

Yang bisa Mama lakukan adalah memupuk mental survive-mu ya, Nak.
That’s your one of ultimate weapon to live in this world.

(Aduh kok jadi mewek..)

.

.

7 comments on “#BaladaRana: Kenapa? Kenapa Harus Menggambar Dengan Bagus?

  1. Dulu sampai sekarang juga aku enggak bisa gambar bagus. Nilai pelajaran seni lukisnya juga seringnya 6 atau 7. Dulu sedih, tapi sekarang enggak setelah tau kalau menggambar juga punya banyak aliran.

  2. Mba tika semangat tulisnya ya, bagus banget blognya. Lumayan buat amunisi kalau udah nikah dan punya anak nanti hehee. Selalu suka dengan pemilihan katanya. Semangat mba tika 👏👏👏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *